MBAH RONGGO 1 : MBAH RONO 0

 Imam Mubarok/Radar Surabaya 

Gunung Kelud yang arti jawanya gunung yang bertugas menjadi alat pembersih (kelud sepadan dengan sulak/kemucing ukuran kecil,red) ternyata sampai sekarang masih tetap menyisakan tanda tanya besar kapan dia akan melakukan pembersihan atau letusan. Meski beberapa kali ada dugaan akan meletus .

Bahkan Kepala Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Dr Surono menyatakan memang Kelud mempunyai arti yang demikian. Sebab dilihat dari arah letusanya memang menyebar dan menyapu segala arah. Begitu penuturan Surono saat menerangkan kepada Menteri Sosial dan Menko Kesra di Lapangan Segaran Wates beberapa waktu lalu.

  Penyampaian makna Kelud oleh Dr Surono ini tentu akan berbeda jika berdasarkan pengamatan para sesepuh yang melakukan pengamatan periode abad 20. Mereka memaknai Kelud akan meletus berdasarkan peristiwa dimana dia memang bertugas melakukan pembersihan jika ada peristiwa besar.  

Entah ini ‘gatuk matuk’ (faktor kebenaran) tapi lagi-algi masuk akal juga, sebagai bukti  letusan 1951 terjadi setelah Agresi II Belanda, Letusan 1966 terjadi setelah kejadian G/30 S PKI, letusan tahun 1990 terjadi setelah banyaknya Petrus (penembakan mesterius). 

Kalau berdasarkan kejadian besar dan Kelud harus meletus harusnya saat ini adalah saat yang tepat Gunung Kelud meletus untuk melakukan tugas pembersihan yang sekarang menjadi penyakit bangsa Indonesia, yakni Korupsi. Diakui atau tidak memang sejak penetapan Status Siaga Kelud ( level III) pada 29 September 2007 hingga Status Kelud Awas Kelud (Level IV) berbagai prediksi alat canggih yang dimiliki PVMBG hingga ramalan oleh orang biasanya tidak pernah muncul, bermunculan ketika Gunung Kelud dalam keadaan sakit. 

Lagi-lagi ketenaran mereka akibat media yang melakukan ekspose besar-besaran pada mereka, atau ada juga yang memang tidak  diekspose media namun tenar dengan sendirinya sebagai dampak keyakinan pada orang yang dianggap memiliki kelebihan. Apapun itu, memang keduanya harus sejalan baik secara keilmuan atau secara spritual (baik dari sisi agama atau klenik,red).

Sebab sifat Rohman ( Maha Pengasih pada semua Mahluk oleh Allah)   tidak memandang siapa dia. Hingga akhirnya dia diberikan kelebihan untuk mengetahui atau sekedar mendapatkan intuisi/ wangsit. Mbah Ronggo orang yang dianggap sebagai Juru Kunci Gunung Kelud sejak awal menyatakan bahwa Gunung Kelud belum saatnya meletus dan tidak percaya dengan kecanggihan teknologi yang dimiliki PVMBG. Meski secara keilmuan PVMBG yang telah mengamati 129 gunung api di Indonesia memiliki pengalaman yang setidaknya bisa menjadi patokan. 

Masing-masing punya dasar berdasarkan keilmuan yang mereka miliki. Atau boleh dikata jika mengacu pada ucapan Mbah Ronggo saat ditemui RADAR Surabaya pada 1 Oktober lalu atau dua hari setelah penetapan Status Siaga Kelud, dia sementara menang 1 : 0 dengan Mbah Rono (Dr Surono Kepala PVMBG, Bandung) yang beberapa kali memprediksi Gunung Kelud akan segera meletus. 

Sebagai bukti pada 19 Oktober lalu, ketika terjadi gempa tremor selama 55 menit dan diprediksi Gunung Kelud akan meletus pada pukul 15.15, ternyata Surono yang mengusir wartawan agar segera lari dari Pusat Pemantauan Gunung Api (PPGA) Kelud, yang saat itu sedang melakukan liputan, akhirnya juga meleset. 

Ada pernyataan menggelitik, yang disampaikan Bambang spritual mudayang juga anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kediri warga Jagul Kecamatan  Ngancar pada RADAR Surabaya saat bertemu secara tidak sengaja pada Minggu sore (28/10).

Dia menyatakan sebagai orang yang beriman tentu percaya sama hal yang Ghoib. Dan Gunung Kelud oleh siapapun banyak dipercaya banyak hal-hal yang berbau Ghoib/kasat mata. “Siapa yang bisa mengira kalau mereka ( makhluk ghoib,red) ini mempermainkan peralatan PVMBG, dan mereka (tim PVMBG) dibuat kebingungan. Jangan-jangan ketika rencana PVMBG akan menurunkan Status Kelud justru Gunung Kelud meletus. Makannya ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri keduanya harus berjalan beriringan dan tidak boleh saling sombong,” ungkapnya yang dianggap masuk akal juga. 

Berkaca dari perjalanan Gunung Kelud yang panjang tersebut tentu mereka akan mentok pada ucapan Gunung Kelud memang misteri dan masih bersandiwara. Dr Surono Kepala  PVMBG ketika ‘dipermainkan’ Gunung Kelud di akhir wawancarannya selalu menyatakan bahwa “ Gunung Kelud masih bersandiwara  dan kami tidak akan lengah”.  

Bahkan saat paparan kepada Presiden SBY di Lapangan Pluncing  Desa Siman Kecamatan Kepung Kediri, Kamis pagi (25/10). Surono menyatakan jika tidak kenaikan yang signifikan dalam 3-4 hari lagi status Gunung Kelud akan diturunkan. Beberapa jam kemudain ketika jumpa pers dengan wartawan di Balai Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar, PVMBG menyatakan bahwa aktivitas Gunung Kelud masih membahayakan dengan banyaknya muncul Gempa Vukanik Dalam yang menjadi parameter penting dalam pengawasan Gunung Kelud. 

Jika memang sandiwara, memang sudah sepatutnya kita juga ikut menjadi pemainya, karena ini sebenarnya bukan sandiwara Gunung Kelud, karena Kelud adalah Ciptaan Allah, maka ini adalah Sandiwara Allah kepada Makhluknya.  Untuk sebauah sandiwara besar ini maka Allah melibatkan banyak pemain, mulai dari ribuan warga yang diungsikan, petugas keamanan, wartawan, juru masak, tim medis, presiden, menteri, gubernur, bupati atau bahkan mereka yang sekedar mencari repot atas permainan alam ini.

Dan ini sah-sah saja bagi Penguasa Alama Semesta, Allah SWT. Dia akhir catatan hingga detik ini para spiritual (berbagai agama dan juga tokoh yang berbau klenik) hingga catatan ini akan selesai ditulis berkeyakinan bahwa Gunung Kelud belum saatnya meletus.  

Sementara Ir Hendrasto Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung PVMBG Bandung  mulai Sabtu (28/10) hingga Minggu hari ini (29/10) masih akan melakukan pengamatan untuk menurunkan atau mempertahankan Status Gunung Kelud dari Awas ke Siaga yang ini menandakan kalau status diturunkan Gunung Kelud tidak jadi meletus. Kapan Kelud meletus hanya Allah yang Yang Maha Tahu, dan Sesungguhnya masih sangat sedikit Imu yang diberikan Allah pada kita untuk bisa mengetahui Alam seisinya ini. (***)   

4 thoughts on “MBAH RONGGO 1 : MBAH RONO 0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s