PNS Mantan Pemain Persik Terancam Dipecati

KEDIRI-RADAR Pemerintah Kota Kediri tidak akan memberikan toleransi kepada PNS yang mbalelo, meski pernah mengharumkan nama Kota Kediri. Salah satunya yang menjadi target sasaran adalah PNS yang juga manta pemain Persik Kediri.

Pemecatan itu dilakukan karena yang bersangkutan dianggap “disersi”, tidak pernah masuk kantor di mana dia bekerja sebagai PNS. Status PNS itu disandang para pemain Persik sebagai bonus dan kompensasi Persik merebut juara Liga Indonesia IX/2003 lalu . Saat itu semua pemain dan tim official diangkat secara otomatis menjadi PNS oleh Ketua Umum Persik yang juga Walikota Kediri, A Maschut sebagai bentuk penghargaan karena telah mengharukan nama Kota Kediri.“Kami sedang melakukan evaluasi total terhadap para mantan pemain Persik yang berstatus PNS. Mereka kini dikontrak tim lain di luar Kediri, sehingga tidak pernah absen di instansi tempat mereka bekerja,” kata Bambang Sumarjono, Kepala Badan Pengawas Pemerintah Kota Kediri pada RADAR Surabaya, Selasa (3/7).

Dari hasil evaluasi, saat ini tercatat seorang mantan pemain yang positif terancam dipecat, yaitu Aris Susanto. Selama sekitar setangah tahun (6 bulan), mantan libero Macan Putih yang terakhir merumput dan bermasalah  di Persela Lamongan itu  tidak pernah nongol di kantor Dispenda Kota Kediri tempat dimana ia ditempatkan.

“Kami sudah mengirimkan surat peringatan sebanyak 3 kali, tapi tidak digubris, kami juga mencari kerumahnya dan teman-temannya juga menghubungi namun hasilnya nihil. Untuk itu kami merekomendasikan kepada Walikota untuk melakukan pemecatan terhadap Aris Susanto,” jelas Bambang Sumarjono.

Menurut Bambang, sebenarnya pihak Pemkot Kediri telah memberi kelonggaran kepada para mantan pemain Persik yang berstatus PNS di Pemkot Kediri itu dengan membekali surat pengantar dari walikota ke pemerintah daerah di mana di sekarang merumput. Namun ternyata sebagian ada yang tidak melapor seperti Aris Susanto.

“Sebenarnya mudah saja. Dengan berbekal surat pengantar Walikota, mereka bisa bekerja di pemerintah daerah di mana di sekarang mereka bermain. Sehingga mereka tetap mempunyai kewajiban absen sebagai pegawai negeri di Pemda yang baru sebagai pengganti absensi di Pemkot Kediri,” kata Bambang. Sejumlah pemain yang mentaati aturan dengan membawa surat pengantar Walikota salah satunya  Jais yang tercatat sebagai pegawai Dinas Pendapatan Kota Kediri, kini bekerja sebagai pegawai di Dinas Pendapatan Manokwari. Selain itu Agung Sandiono dan Fatmawi tetap bekerja di Dispenda Kota Kediri karena tidak dikontrak oleh tim lain. (aro) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s