Koalisi PDIP-Golkar Untuk Tangkal Kebangkitan Partai Islam

BLITAR-RADAR- Manuver politik yang dilakukan  PDI Perjuangan dengan Partai Golkar di Medan beberapa waktu lalu yang menyiratkan adanya koalisi untuk Pilpres 2009, tidak mudah terwujud karena terganjal sejarah politik masa lalu.

Koalisi itu salah satunya hanya untuk menangkal kebangkitan partai Islam.Demikian diungkapkan Pramono Anung saat mendampingi  Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua DPP PDIP yang menolak memberikan keterangan pers usai melakukan ziarah ke makam ayahdanya Bung Karno di Kelurahan Bendo Gerit Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar,Jumat (29/6) sekitar pukul 15.30.Menurut Anung, pihaknya mengakui adanya keinginan kedua partai besar membentuk kebersamaan dalam membangun rasa kebangsaan. “Karena ditengarai mulai adanya politik bersifat keagamaan, bangsa ini tetap kuat dengan kemajemukannya kalau partai-partai besar yang mengusung kebangsaan bisa menyamakan persepsi,” tutur Pramono.

Dalam operasionalnya silaturahmi antar partai besar ini dilaksanakan dalam implementasinya seperti Pilkada di DKI, Banten dan kemungkinan Jawa Barat dilakukan secara praktis. “Tidak ada kaitannya dengan persiapan 2009, bagaimanapun PDIP dengan Golkar tetap akan bersaing dalam pemilu legislatif,” tandasnya.

Pernyataan Anung juga ditambahkan Ketua Bidang Otonomi Daerah DPP PDIP, Ir Sutjipto usai mendampingi mantan Presiden RI  Megawati Soekarnoputri di Blitar, Jumat(29/6) sore .

“Langkah yang dilakukan di Medan sebenarnya bukan koalisi, tapi hanya silaturahmi dengan partai yang punya kesamaan pandangan menyangkut kebangsaan,” jelas Sutjipto.

Dijelaskannya  langkah politik dua partai besar tersebut sebenarnya bersifat praktis dan strategis yakni setelah melihat tantangan kedepan yang  dihadapi. Seperti i terkait masalah amandemen UUD 1945 yang perlu dihimpun dan dikokohkan komitmen kebersamaan terhadap Pancasila dan UUD 1945. “Salah satu langkahnya seperti di Medan, karena adanya kesamaan pandang menyangkut kebangsaan,” jelasnya.

Pertemuan antara dua partai besar berlambang kepala banteng dan pohon beringin ini ditegaskan Pak Tjip merupakan ide dari PPDIP yang juga keputusan resmi dari internal partai “Belum ada keputusan resmi baik dari internal PDIP maupun Partai Golkar, apalagi membicarakan capres atau cawapres,” tegasnya.

Disinggung mengenai Pilpres 2009 mendatang, mengenai pencalonan kembali Megawati sebagai calon presiden (capres) dari PDIP diungkapkan Pak Tjip belum ada jawaban dari Megawati mengenai hal ini. “Namun satu-satunya figur tetap Mbak Mega yang layak maju menjadi capres 2009 mendatang,” imbuhnya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s