39 Guru Dilaporkan Polisi

BLITAR-RADAR- Dianggap melakukan pencemaran nama baik karena  menyebarkan selebaran kasus perselingkuhan, 39 guru di SMPN Nglegok Blitar dilaporkan ke polisi. Sang pelapor itu tidak lain adalah guru SMPN Nglegok sendiri yakni  Dra Suherlin alias Lilik (40).Terungkapya kasus ini bermula ketika salah satu guru menemukan adanya selebaran yang berisi penolakan keberadaan Suherlin sebagai guru Bimbingan Penyuluhan (BP) di sekolah itu, karena dituduh telah melakukan perbuatan selingkuh dengan mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Nglegok,Drs Heri Santoso yang kini sudah pindah ke salah satu sekolah di Kecamatan Kademangan. “Dalam selebaran yang ditandatangani 39 orang guru itu, meminta Suherlin dipindah dari sekolah,” ujar guru salah seorang guru yang tidak ikut tanda tangan dan minta namannya dirahasiakan, Rabu(20/6).

Karena tidak merasa melakukan perbuatan yang dituduhkan, Suherlin yang melihat selebaran tersebut merasa nama baiknya telah dicemarkan langsung melapor ke Polsek Nglegok Sabtu(16/6) lalu.

Dikonfirmasikan kepada pihak sekolah melalui Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Nglegok, Drs Setyo Winarno, pihaknya mengakui adanya laporan polisi tersebut, bahkan yang dilaporkan 39 orang guru yang ikut menandatangani surat. “Saya sebenarnya tidak mu memberikan keterangan, karena takut menganggu kegiatan belajar mengajar pada siswa,” jelas Setyo Winarno.Dijelaskan Setyo kalau persoalan tersebut akan diupayakan selesai melalui jalur damai secara kekeluargaan, supaya tidak menimbulkan masalah berkepanjangan. “Selain kami juga menyerahkan kepada dinas, juga berupaya ada jalan damai,” jelasnya.Jumlah guru di SMP Negeri 2 Nglegok sebanyak 40 orang PNS, 2 orang PTT dan 10 orang GBS. Sedangkan 39 orang guru yang dilaporkan karena ikut menandatangani surat tersebut umumnya guru PNS. Peristiwa dugaan perselingkuhan ini mencuat ketika sekitar akhir Mei 2007 lalu, Heri digerebek warga ketika bertamu ke rumah Suherlin. Padahal ketika digerebek, sedang berada d ruang tamu, bukan di kamar atau tertangkap basah berbuat mesum. Sementara Kanit Reskrim Polsek Nglegok, Aiptu Wijono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut, status 39 guru SMP Negeri 2 Nglegok tersebut masih terlapor dan belum diperiksa. “Tadi pihak kepala sekolah datang dan memberikan surat pernyataan, kalau antara 39 guru dan si pelapor sudah damai,” kata Wijono.Bahkan pihak sekolah juga meminta agar masalah ini dianggap selesai, namun pihak Polsek Nglegok tidak bisa memenuhinya sebelum ada keterangan dari pelapor. Sehingga pihak polsek akan terus memproses, dengan memanggil saksi-saksi termasuk 39 orang guru yang dilaporkan dugaan pencemaran nama baik atas diri Dra Suherlin. “Kami akan meneruskan, karena tidak ada keterangan dari pelapor terkait dengan adanya upaya penyelesaian secara damai ini,” tegasnya.Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar, Drs Rijanto ketika mengaku sudah menerima laporan tersebut dan saat ini masih mempelajari masalah tersebut, dia menyayangkan tindakan guru-guru yang membut selebaran dengan tuduhan yang belum jelas. “Ini yang perlu jadi pelajaan buat para guru, agar tidak gegabah dan emosional dalam mengambil tindakan. Yang jelas semua akan kita panggil nantinya. Dan untuk kasusnya kami serahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian,” kata Rijanto. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s