Situs Tondowongso Dibiarkan Mangkrak 1 Tahun

KEDIRI-RADAR- Penemuan benda cagar budaya (BCB) oleh para penggali lahan urug di Dusun Tondowongso Desa Gayam Kecamatan Gurah Kediri pada 13 Januari lalu  yang diyakini peninggalan Majapahit dipastikan akan dibiarkan mangkrak hingga setahun mendatang.‘Ditelantarkannya’ penemuan yang lebih dikenal dengan situs Tondowongso tersebut lantaran hingga kini Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan belum ada dana untuk mengungkap misteri penemuan tersebut.

“Yang jelas kami belum bisa meneruskan penggalian untuk mengungkap lebih jauh apa saja yang tersimpan di situs ini. Karena belum ada  dana. Karena kemungkinan anggaran masih akan cair tahun depan Karena anggaran yang ada proyeksinya memang untuk tahun 2007 saja, Situs Tondowongso kan temuan baru,” kata Danang  arkeolog dari BP3 yang menangani Situs Tondowongso pada RADAR Surabaya, Selasa (19/6).

Meski akan dibiarkan kurang lebih selama satu tahun, namun Situs Tondowongso tetap dalam pengawasan dari BP3 Jatim. Namun untuk juru pelihara (Jupel,red) situs belum ada kebijakan dari pimpinan,” Sementara ya giliran untuk pengawasan,” tambah Danang.Disoal berapa biaya yang dibutuhkan untuk bisa mengungkap keseluruhan di situs yang kini ramai dan menjadi obyek wisata dadakan, Danang tidak bisa memastikan,’ Kalau dikatakan besar ya pasti butuh anggaran besar, tapi kalau sedikit ya akan kita pas-paskan,” jelasnya.Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkab Kediri Drs Sigit Rahardjo dikonfirmasi terkait peran sertanya terhadap penanganan situs tersebut menyatakan Pemkab Kediri tetap akan menyediakan anggaran.“Yang jelas Situs Tondowongso menjadi target kita untuk menjadi obyek andalan wisata Kabupaten Kediri, meski di tahun 2007 ini belum bisa kita tuntaskan karena minimnya dana yang ada. Dan itu baru kita anggarkan di tahun 2008 mendatang,’ kata Sigit pada RADAR Surabaya, Selasa (19/6).Ditambahkanya, untuk mencapai target tersebut pihak Pemkab Kediri telah melakukan berbagai upaya antara lain mensurvei terkait luasan yang dibutuhkan dan membicarakannya  dengan BP3 Trowulan.“ Terrmasuk antisipasi penataan PKL, karena kalau idak ditata sekarang pasti akan menjadi kendala di tahun berikutnya,” tambah Sigit.Disoal apakah ada kendala terkait upaya awal Pemkab Kediri khususnya terkait pembebasan lahan, karena lokasi situs berada di lahan milik warga,” Ini masalahnya warga sudah menaikkan harga jual tanahnya.Karena mereka paham lokasi tersebut nantinya akan ramai dan banyak dikunjungi wiasatawan. Namun kita berharap warga bisa memahami kemampuan Pemkab Kediri sehingga semuanya cepat terselesaikan seperti yang kita harapkan,” tandasnya.       Seperti dalam catatan RADAR Surabaya, penemuan Situs Tondowongso ini sekaligus menambah catatan peninggalan kerajaan Majapahit di Kediri yang dimiliki sebelumnya antara lain Candi Surowono yang merupakan tempat penyucian Raja Wengker yaitu salah seorang Raja Bawahan pada masa Pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit  dan Candi Tegowangi serta Arca Totok Kerot peninggalalan Raja Kerajaan Dhaha Prabu Jayabaya. Terungkapnya situs ini bermula ketika beberapa buruh penggalian lahan urug di Dusun Tondowongso Desa Gayam Kecamatan Gurah Kediri pada 13 Januari lalu menemukan patung Dewa Brahma di lokasi penggalian. Penemuan itu disusul dengan penemuan Dewi Durga pada 18 Januari tak jauh dari lokasi penemuan awal. Disusul kemudian ditemukan patung Arca Nandi atau Lembu Andini pada 19 Januari dan Lingga Yoni pada 26 Januari. Dan yang terakhir kembali ditemukan dua patung pada tanggal 12 Pebruari dan 13 Pebruari, namun kedua patung tersebut belum dikatahui nama patung tersebut.Dan penemuan yang terakhir pada awal Maret kemarin adalah penemuan sumber air dan gapura serta tangga dari batu-bata yang menuju sumber air tersebut            Dua hari setelah penemuan sumber air dalam sebuah gapura itu tepatnya pada 3 Maret lalu ditemykan kembali  enam arca yang berada di lahan milik Kiran (47) warga Adan Adan Gurah Kediri yang belum diketahui namannya kecuali  satu arca yakni Arca Nandi atau biasa dikenal Lembu Andini, lima arca yang lain yang belum terdeteksi namannya tersebut salah satunya ada yang terpotong kepalannya yakni seperti seorang raja dengan mahkota di kepalannya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s