IDI Temukan Pelanggaran

KEDIRI-RADAR-Dugaan tindakan malapraktek yang dilakukan dr Ahmad Affandi SpOG dokter RSUD Gambiran terhadap Sunarsih (29) warga Desa Purwotengah RT 02 RW 055 Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, mulai ditindaklanjuti oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kediri.dr Samsul Ashar SpPD  Ketua IDI Kota Kediri menyampaikan  setelah mendapat informasi mengenai kejadian yang menimpa pasien  Sunarsih, pihaknya langsung  mempelajari kasus tersebut. “Secara umum belum bisa dikatakan malapraktek, karena dokter yang menangani sudah mendapat kuasa meskipun bukan spesialis kandungan dan kebidanan,” kata Samsul pada wartawan, Selasa(19/6).

Ditambahkan Samsul jika prosesurnya seperti itu maka hal tersebut diperbolehkan, menurutnya kategori malapraktek jika dokter yang menangani bukan bidangnya. Seperti dokter gigi melakukan persalinan, sedangkan kasus Ny Sunarsih termasuk kelalaian. “Diakibatkan oleh siapa, perlu ada pemeriksaan dan uji patology terhadap jaringan yang katanya tertinggal dalam perut,” tambahnya.

Menurut Samsul jaringan yang tertinggal dalam rahim tersebut bisa plasenta, tapi juga bisa lapisan Edometrium (rahim,red). Namun ketika pasien berobat ke RS Bhayangkara kemudian ditangani dr Yusiana, seharusnya ada surat kepada dokter yang menangani sebelumnya. “Ini termasuk pelanggaran etika profesi, nanti akan kita tindaklanjuti setelah ada laporan masuk dari korban,” tandasnya.Seperti diberitakan RADAR Surabaya sebelumnya, Sunarsih (29) yang melahirkan di RSUD Gambiran 13 April 2007 lalu, mengalami pendarahan hingga 3 kali setelah melahirkan. Hingga akhirnya dilarikan ke RS Bhayangkara, diketahui adanya plasenta yang tertinggal kemudian dioperasi dan kini sudah sembuh.Akibat kejadian ini, Ny Sunarsih melaporkan dr Ahmad Affandi SpOG ke Polresta Kediri karena dugaan malapraktek.Sementara itu Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, dr Hj Endang W Laksmiwati MARS ketika ditemui mengatakan pihaknya sudah memanggil dan meminta keterangan dari dr Ahmad Affandi . “Ternyata semua tindakan yang dilakukannya sudah sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran,” kata Endang.Kondisi pasien baru melahirkan seperti Ny Sunarsih yang mengalami pendarahan, merupakan kondisi yang dipengaruhi beberapa hal. Seperti kondisi rahim pasca melahirkan, kemudian kembali mengecil bisa saja mengakibatkan pendarahan. “Karena persalinannya normal bukan operasi, apalagi, menurut keterangan pasien ada sejarahnya telah dipijat pasca melahirkan,” ungkapnya.Ditegaskan Endang kalau sampai saat ini pihaknya menyatakan tidak ada tindakan malapraktik, untuk membuktikan yang tertinggal itu plasenta atau bukan perlu uji patology klinis. Apakah benar plasenta, atau jaringan lainnya. “Kami juga sudah menyiapkan pengacara, jika sewaktu-waktu ada panggilan dari polisi. Meskipun yang dilaporkan dr Ahmad Affandi pribadi, tetap melekat secara institusi sebagai dokter RSUD Gambiran,” tegas Endang. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s