Dokter Gambiran Dilaporkan Malpraktek

KEDIRI-RADAR- Sunarsih (29) warga RT 02 RW 05 Desa Purwotengah Kecamatan Papar Kabupaten Kediri  melaporkan dr Ahmad Afandi SpOG dokter RSUD Gambiran Kota Kediri ke Mapolresta Kediri. Laporan Sunarsih diakibatkan ia menjadi korban malpraktek saat proses persalinan di RSUD Gambiran.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Purdianto,SH kepada RADAR Surabaya dalam dugaan malpraktek tersebut korban melaporkan oknum dokternya bukan rumah sakit tempat dimana ia pernah dirawat. “Kejadiannya kurang lebih pertengahan April lalu, saat itu korban melahirkan di RSUD Gambiran. Namun pasca melahirkan terjadi pendarahan hebat. Setelah kembali ke RSUD Gambiran di akhir April ternyata dia disuruh operasi, namun korban tidak mau. Selanjutnya korban pindah periksa ke RS Bhayangkara ternyata didalam perutnya setelah melahirkan anak perempuanya plasentanya masih dalam kandungan,” kata Purdianto.

Ditemui wartawan dirumahnya Sunarsih didampingi Lasmudji membenarkan semua apa yang disampaikan polisi sebelumnya,” Saya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Gambiran, makannya saya laporkan biar menjadi pelajaran bagi dokter dan ibu-ibu yang lain yang ingin melahirkan ke RSUD Gambiran,” kata Sunarsih.Dijelaskan Sunarsih dirinya melahirkan anak keduanya perempuan di RSUD Gambiran pada 13 April 2007, setelah empat hari mendapat perawatan ia diperbolehkan pulang. Namun pada 26 April terjadi pendarahan hebat dan akhirnya kembali ke RSUD Gambiran.“Saya di Gambiran mendapat perawatan dan dianjurkan untuk operasi kiret, namun hingga tanggal 1 Mei tak kunjung dilakukan. Hingga akhirnya saya dan suami memutuskan pulang dan pada tanggal 4 Mei saya putuskan masuk ke RS Bhayangkara Kediri. Di rumah sakit itulah diketahui bahwa pendarahan yang timbul diakibatkan plasenta masih tertinggal dalam kandungan, setelah diangkat dan mendapat perawatan hingga beberapa hari, tanggal 8 Mei saya pulang dan sehat hingg sekarang,” tambahnya.

Meski jelas-jelas melakukan malpraktek namun polisi belum menetapkan tersangka terhadap dokter yang bersangkutan. Hingga polisi masih memintai keterangan saksi-saksi,” Kami masih mempelajari apakah ini termasuk malpraktek atau bukan. Kalau nantinya memang malpraktek tentu akan kita tindak lanjuti. Tapi yang jelas harus menunggu sebab saksi-saksi masih kita minta keterangan,” kata Purdianto

Semenyara itu dikonfirmasi terpisah dr Ahmad Affandi SpOG melalui Direktur RSUD Gambiran dr Endang Wahyu Laksmiwati MARS menyatakan belum menerima laporan terkait pengaduan ke polisi terhadap anak buahnya tersebut,” Kami belum menerima laporan terkait masalah tersebut dan saya belum bisa memberikan keterangan secara detail sebab saya belum membaca rekam medisnya,” kata Endang (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s