Warga Kota Kediri Diserang Chikungunya

KEDIRI-RADAR- Sedikitnya 17  warga RT 01 RW 02 Keluruhan Rejomulyo Kecamatan Kota Kediri mengeluhkan seperti halnya cirri-ciri orang terkena penyakit chikungunya. Yakni mengalami demam, tidak bisa jalan akibat nyeri di persendian kakinya, Selasa (12/6)

Karena dianggap meresahkan oleh Elis, Ketua Gerakan Terpadu Sehat Sejati (Gerdu Sehati) Keluruhan Rejomulyo kejadian ini kemudian dilaporkan ke Puskesmas setempat dan pada hari yang sama tim dari Puskesmas Ngronggo melakukan visite (kunjungan,red) yakni  dari Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) untuk melakukan observasi.

Beberapa warga yang terkena chikungungya ini antara lain Widayati (35) dan dua anaknya yakni Arbi Min Ummah (4) Elok (12).  Darno (62) dan istrinya Anik sunarno (50) serta dua cucunya  Galuh (3) dan  Rehan (4). Margiono (54) Sri Mujiati (52) istrinya dan  Doni (27)  anak. Dan juga beberapa tetangganya antara lain Muntini (50) dan Istianah (40)           

“Sudah satu minggu ini mas badan rasannya sakit semua, pusing, kaki tidak bisa buat jalan. Setelah saya periksakan ke Puskesmas Ngronggo ternyata dinyatakan kami kena chikungunya. Ternyata tidak hanya keluarga saya, tetangga yang lain juga banyak yang kena,” kata Widayati  pada RADAR Surabaya, Selasa (12/6).

Sedikit mengingatkan penyakit chikungunya berasal dari daratan Afrika ini mulai ditemukan di Indonesia tahun 1973. Demam Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda, kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain.

Chikungunya sendiri berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia).

Dari pantauan RADAR Surabaya di lokasi, kesehatan lingkungan warga yang terkena chikungunya memang sangat tidak mendukung. Salah satunya keluarga Widayati, dalam kamar ukuran 3 X 3 meter ditinggali seluruh keluarganya ( istri, suami dan tiga anaknya). Hal ini masih diperparah dengan kondisi ventilasi yang kurang sehat, dan juga banyak ditemukan jentik di kamar mandinya.           

“ Hampir semua keluarga yang terkena chikungunya, kamar mandinya ditemukan jentik dan kesehatan lingkungan yang kurang mendukung. Hal ini disebabkan mereka tinggal di kawasan perumahan padat. Sebenarnya kami tidak henti-hentinya memberikan penerangan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, namun kuran diperhatikan,’ kata Elis Ketua Gerakan Terpadu Sehat Sejati (GERDUSEHATI)

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Gatot Widiantoro menjelaskan bahwa virus chikungunya menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis,” Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari.  Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam,” katanya.

Ditambahkanya,  pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila  berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. 

Dijelaskan Gatot bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian. Dengan istirahat cukup, obat demam, kompres, serta antisipasi terhadap kejang demam, penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari.,

” Melihat kenyataan ini berarti gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Rejomulyo gagal. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan kita gerakkan lagi dan kita adakan fogging missal agar penyebarannya tidak merata,” jelas Gatot. (aro) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s