GPI Tuntut Mafia Peradilan Dihukum

BLITAR-RADAR Ratusan warga Blitar yang tergabung dalam Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) berunjukrasa ke Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri setempat, Senin (11/6). Mereka menuntut dihancurkannya mafia peradilan yang ada di semua lembaga peradilan, baik kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

“Banyak kasus tindak pidana korupsi berupa jual beli putusan yang dilakukan petugas di Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Blitar. Kami minta Polda Jawa Timur mengusut kasus ini,” kata Joko Prasetyo, juru bicaraGPI saat melakukan aksi unjukrasa di kantor Kejaksaan Negeri Blitar, Senin (11/6).Berdasarkan data yang dikumpulkan GPI, sedikitnya ada 17 terdakwa yang diperas oknum jaksa dan hakim. Mereka saat ini menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakat Blitar berkisar antara 3 bulan hingga 9,5 tahun. Mereka divonis bersalah karena terlibat dalam berbagai tindak pidana, mulai perjudian, pemalsuan uang, curanmor, peredaran sabu-sabu hingga perkosaan.“Para terdakwa sudah mendapatkan vonis sesuai hukumannya namun masih diperas lagi dengan uang senilai Rp 4 juta hingga Rp 50 juta. Kami minta Polda Jawa Timur segera turun ke Blitar untuk mengusut berbagai kasus pemerasan di lembag peradilan,” ujar Joko.Dalam tuntutan tertulis yang dilampiri daftar nama terdakwa dilengkapi dengan vonis masa penahanan dan nilai uang yang diperas, GPI menuntut hakim dan jaksa mengembalikan uang yang diterima dari para terdakwa. Hakim dan jaksa yang memeras harus dicopot dari jabatannya.“Selain itu Ketua Pengadilan Negeri dan Kepala Kejaksaan Negeri Blitar harus dicopot dari jabatannya. Selanjutnya Polres dan Polresta Blitar harus menerima semua pengaduan masyarakat terkait pemerasan terhadap para terdakwa,” kata Joko .Saat para pengunjukrasa datang ke kantor Kejaksaan Negeri Blitar, Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, Puji Harjono langsung menyambut para demonstran dan menerim surat yang disampaikan GPI. “Kami akan melaporkan aspirasi saudara-saudara kepada pimpinan kami,” janji Pudji.Usai memberikan surat tuntutan massa selanjutnya membubarkan diri. Meski mendapat pengawalan ketat polisi, aksi ini juga sempat memacetkan jalan utama di Blitar. (aro)  

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s