Edian Jumlah PSK dan Mucukari Terus Meningkat

KEDIRI-RADAR- Subhanallah !!! Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri mencatat bahwa setiap tahun tahunnya jumlah PSK dan mucikari di Kabupaten Kediri terus mengalami peningkatan. Data yang masuk jumlah PSK saat ini mencapai  392 orang yang dinaungi oleh 129 mucikari yang  tersebar hampir  di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kediri.Para PSK tersebut rata-rata berdomisili dan bekerja di lokalisasi besar. Diantaranya Kecamatan Ngadiluwih dengan 9 mucikari dan 25 PSK, Kecamatan Kras 10 mucikari dan 25 PSK, Wates 34 mucikari dan 120 PSK, Gurah 17 mucikari dan 50 PSK, Kandangan 9 mucikari dan 25 PSK, Pare 32 mucikari dan 95 PSK, Gampengrejo 9 mucikari dan 27 PSK, serta Grogol 9 mucikari dan 25 PSK.Jumlah tersebut jauh di atas dua tahun sebelumnya yang hanya 120 mucikari dan 367 PSK. Hal ini tentunya mengundang terjadinya persoalan masyarakat di Kabupaten
Kediri.
Menanggapi hal itu, Kasubdin Rehabilitasi Sosial Dinas Kesejahteraan dan Sosial Kabupaten Kediri, Subagyo mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia membantah jika jumlah yang ada tersebut semuanya warga warga
Kediri.”Kebanyakan mereka adalah pendatang dari berbagai
kota. Ini yang menyulitkan kami dalam pemantauannya,” ujarnya kepada wartawan Selasa (29/5)
Menurutnya upaya yang selama ini dilakukan untuk mengurangi jumlah PSK adalah memulangkan mereka ke daerah asal jika terpergok razia . Hal itu sudah menjadi MoU dengan pemprov Jatim terkait penanganan PSK dan anjal antar daerah.   Subagyo juga mengeluhkan terkait penanganan untuk mengatasi membludaknya penyakit masyarakat tersebut khususnya masalah pendanaan,Dia mencontohkan beberapa masalah yang kini dihadpi antara lain seperti anak jalanan, gepeng, PSK, penjualan anak dan narkoba, Dinkesos Kabupaten Kediri hanya menerima anggaran sebesar Rp 160 juta setahun. Cukup atau tidak, Dinkesos harus mampu mengatur anggaran itu untuk menyelesaikan persoalan sosial yang ada. “Jelas ini tidak masuk akal, masak dengan dana Rp 160 juta kami diminta menyelesaikan persoalan narkoba hingga PSK,” keluh Subagyo. Ia menjelaskan, dengan dana tersebut, instansinya dipaksa menyelesaikan 27 program kerja, diantaranya memberantas anak jalanan, gelandangan dan pengemis, fakir miskin, penjualan anak, KDRT, dan narkoba.  Karena itu, ia tidak bisa memungkiri jika sampai saat ini Kabupaten Kediri belum bisa bersih dari persoalan masyarakat. Bahkan proses rehabilitasi PSK yang dibangun Pemprov Jatim di Jl Semeru Desa Tamanan Kecamatan Mojoroto Kota
Kediri juga tidak berjalan efektif.”Mereka banyak yang kembali menjadi PSK setelah menjalani rehabilitasi di
sana. Ini memang memprihatinkan,” ujarnya. (aro)
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s