Gadis-Gadis SMU di Kota Kediri Banyak yang Jual Diri

Jaringan Traficking Gadis Dibawah Umur Diamankan
* Dipasarkan Rp400 Untuk Short Time
* Tersangka Diamankan di Rumah Ketua Faksi PDIP Kota Kediri

KEDIRI-RADAR- Kabar gadis-gadis dibawah umur yang “ngobyek” sebagai jamu oleh lelaki hidung belang ternyata bukan hanya kabar angina belaka, tapi terbukti. Namun akhirnya Sat Reskrim Polresta Kediri akhirnya bisa mengungkap kasus traficking dengan mengamankan dua orang tersangka sekaligus 6 korbannya yang rata-rata berumur 16-17 tahun, Jumat (25/5).
Tersangka yang berhasil diamankan dan diancam pasal 297 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan jo pasal 506 ancaman 1 tahun penjara adalah Jali Bagio Sanyoto alia Yoyok (37) yang berlaku sebagai germo warga Jl Mayor Bismo Gang 6/6 Kota Kediri dan Suparmiati (29) warga Jagalan RT 01 RW 02.
Selain mengamankan tersangka polisi juga mengamankan para korban untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Keenam korban tersebut antara lain IN (17) (DN (17) RS (17), PT (17), BL (17) dan CC (17)
Para gadis yang rata-rata masih siswa SMU di Kota Kediri ini menurut pengakuan Yoyok dibandrol dengan harga pasaran harga Rp400 ribu (short time,red) . Dengan perincian Rp250 untuk si perempuan, Rp75 ribu hotel dan sisanya dibagi antara Yoyok dan Suparmiati.
“ Kami tidak bisa memberikan layanan long time, sebab mereka masih pelajar dan waktunya pendek. Jadi yang saya tawarkan adalah short time kepada setiap pelanggan yang perlu,” kata Yoyok yang mengaku masih satu bulan menjual gadis-gadis muda ini sebagai “jamu” para lelaki hidung belang.
Disoal bagaimana para ABG ini bisa kenal dan masuk jaringan anda ? Yoyok menjelaskan pertama kali dia memasang cewek yang khusus untuk menggaet daun muda ini selain dirinya juga mencari sendiri.
“ Rata-rata mereka ini adalah gadis-gadis yang selalu minta tuntutan lebih karena orang tuanya tidak bisa mencukupi. Karena ada tawaran seperti itu akhirnya mereka mau, meski ada beberapa yang tidak mau,” jelasnya.
Ditambahkan Yoyok jaringan yang ia bangun kemudian berkembang dan banyak diminati oleh para pelanggannya, dimana salah satu “penjualnya” atau bahasa lainya sebagai bagaian pemasaran adalah Suparmiati,” Dia yang mencari pelanggan saya yang menyediakan, saya masih satu bulan ini menjalankan bisnis ini” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Drs H Maki Ali dikonfirmasi RADAR Surabaya, Jumat petang (25/5) mengungkapkan pihaknya belum mendapat laporan terkait banyaknya siswa SMU di Kota Kediri yang menjadi korban traficking.
“ Saya baru mendengar ketika anda telpon, tapi dengan demikian bukan berarti kami diam. Kami akan menindaklanjuti dengan Polresta Kediri untuk mengetahui lebih lanjut jaringan mereka yang melibatkan pelajar,” katanya.
Disoal apakah akan memberikan sanksi kepada mereka ( para siswa yang nyambi,red) dikeluarkan dari sekolahan. Sebab secara tidak langsung mereka telah mencoreng dunia pendidikan di Kediri,” Kalau itu saya belum bisa memberikan penjelasan, sebab kami akan melakukan pembicaraan dengan semua pihak terkait permasalahan tersebut,” tambahnya. (aro)

2 thoughts on “Gadis-Gadis SMU di Kota Kediri Banyak yang Jual Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s