Pengungsi Korban Longsor Trenggalek Terus Bertambah

Korban Pengungsi Longsor Terus Bertambah
* Kondisinya Semakin Memprihatinkan

TRENGGALEK-RADAR- Takut kembali terjadi longsor, membuat membuat
penghuni pengungsian korban longsor di Desa Depok Kecamatan Bendungan Trenggalek terus bertambah. Hingga selasa pagi (22/5) jumlahnya mencapai hampir 100 kepala keluarga berdatangan, bahkan karena minimnya lokasi pengungsian sebagaian warga ada yang terpaksa menyerobot lahan milik Perhutani.
Informasi yang diperoleh RADAR Surabaya, pasca terjadinya longsor beberapa waktu lalu kondisi para pengungsi ini semakin memprihatinkan. Selain tidak mendapatkan bantuan para pengungsi ini pun rela membeli tenda sendiri untuk membuat tenda pengungsian.
“ Beginilah mas suasana pengungsian korban longsor, warga terus berdatangan karena takut kembali terjadi longsor . Mereka yang baru datang dengan dibantu warga yang telah memiliki tenda saling bantu meratakan gundukan tanah untuk membuat lahan tenda darurat pengungsian meski harus ada yang menyerobot lahan milik Perhutani,” kata Sugeng Asmoro Kepala Desa Depok, Selasa (22/5)
Menurut Sugeng warga terpaksa membuat tenda pengungsian dengan
biaya sendiri karena sudah tidak ada pilihan lain. Sebab jika tidak cepat mengungsi dari rumahnya maka bila hujan tiba nyawa mereka sewaktu-waktu bisa terancam.
Selain itu dari beberapa keluhan yang disampaikan kepadanya warga berharap agar Pemkab Trenggalek segera merelokasi rumah mereka dan membuatkan tenda pengungsian
” Apa yang kita harapkan itu hingga kinipun tak kunjung tiba, kami mengungsi ini karena kondisi tanah diatas rumah seudah retak-retak, kalau tidak segera pindah terjadi apa-apa siapa yang akan disalahkan” kata Paidi salah seorang pengungsi yang bersusah payah pindah dan terpaksa mencari hutangan pada tetangganya Rp300 ribu hanya sekedar untuk membeli terpal untuk tenda.
Data yang diperoleh RADAR Surabaya dari Sugeng Asmoro Kepala Desa Depok Kecamatan Bendungan jumlah pengungsi saat ini termasuk pengungsi yang baru datang kurang lebih ada 456 jiwa terdiri dari balita hingga manula
“Meningkatkan jumlah pengungsi ini disebabkan rumah warga mayoritas berada dalam kondisi bahaya longsor. Sehingga para pengungsi terus
bertambah, sedangkan tenda yang disediakan Satkorlak Trenggalek terbatas. Ini juga membawa damapk kesehatan terutama balita banyak yang sakit karena cuaca yang tidak bersahabat,” tambahnya.
Namun demikian meski banyak warga yang mengungsi, namun ada juga sebagian warga tetap memilih berada di rumah karena tidak ingin harta bendanya hilang saat ditinggal mengungsi. Alasan lain karena di pengungsian tidak mendapatkan bantuan dan harus membuat tenda pengungsian sendiri. (aro)

One thought on “Pengungsi Korban Longsor Trenggalek Terus Bertambah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s