Gelombang Hancurkan Pantai Selatan

Gelombang Pasang Terjang Pesisir Selatan
* Puluhan Rumah dan Kios Serta Ratusan Perahu Karam

TRENGGALEK-RADAR – Gelombang pasang di pantai selatan setinggi sampai 3 meter menghantam kawasan Pantai Konang, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat (18/5) sekitar pukul 08.00 – 09.00.Selain itu, gelombang pasang juga terjadi di pesisir Tulungagung dan Blitar pada Jumat dini hari. Akibat kejadian ini puluhan rumah, kios yang ada di pinggir pantai hancur, sementara ratusan perahu dikabarkan karam.
Keterangan sementara yang diperoleh dari pihak berwenang, gelombang besar air laut disebabkan gravitasi bulan purnama. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dari data yang kami peroleh, hanya 2 kios dan puluhan perahu yang karam,” kata Sunani Camat Panggul.
Informasi yang berhasil diperoleh RADAR Surabaya, gelombang setinggi 5 meter tiba-tiba datang ke pantai dengan kecepatan tinggi. Air laut kemudian naik ke daratan hingga berjarak sekitar 50 meter. Akibatnya, belasan kios yang berada di tepi Pantai Konang tersapu gelombang. Menurut sejumlah saksi mata, gelombang terjadi 3 kali. Gelombang pertama air hanya mencapai 5 meter daratan.
Setelah itu, disusul gelombang kedua dan ketiga. Praktis, para nelayan yang sibuk di pinggir laut kelabakan. Tak hanya itu, pemilik warung di lokasi wisata juga berlarian menyelamatkan dagangannya. Setelah itu, air laut berangsur-angsur surut. Sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas. ”Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkap Sunani.
Di tempat berbeda, tepatnya di Pantai Sine, Tulungagung, pada Jumat dini hari ratusan rumah diterjang gelombang. Akibatnya, ratusan rumah warga tergenang air laut setinggi setengah meter. Selain menggenangi ratusan rumah, ombak besar juga membuat warga ketakutan hingga membuat ratusan nelayan di Pantai Sine dan Popoh panik dan tidak berani melaut.
Suyono salah satu nelayan Pantai Sine mengungkapkan, gelombang besar terjadi sekitar pukul 02:00 dini hari. Saat itu ia berada di tengah laut sedang mencari ikan. Tiba-tiba gelombang semakin besar datang beruntun. ”Setelah berhasil menepi dengan bersusah payah .Kami kemudian bersama keluarga yang tak jauh dari bibir pantai menyelamatkan diri ke atas bukit sebab kami berfikir itu adalah tsunami,” katanya.
Kejadian serupa dialami warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, dan warga Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Di Pantai Serang sebanyak 31 kepala keluarga diungsikan ke atas bukit. Sementara 3 rumah dilaporkan dalam kondisi rusak berat karena diterjang gelombang. Sedangkan di Pantai Tambakrejo, tercatat 7 bangunan warung di tepi pantai roboh..
Pemkab Blitar sudah mengerahkan personel Satgana untuk mengantisipasi bencana susulan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana susulan satu regu Satgana PMI dan Pemkab Blitar sudah membuat posko di Pantai Tambakrejo. Diperoleh informasi, tim Satgana juga dikerahkan di Pantai Serang untuk mengevakuasi warga yang terancam gelombang pasang.
Kepala Bagian Kesbang Linmas Kab. Blitar, Palal Ali Santoso, mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk mendata kerugian akibat gelombang pasang air laut. Untuk nelayan di Kab. Blitar, diimbau agar tidak melaut hingga 3 hari ini. Sebab, dari informasi BMG, gelombang pasang akan terjadi selama 3 hari ini. (aro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s