M Rahman Siap Kalahkan Florante Condes 16 Juni Mendatang

Terus Berlatih Untuk Mempertahankan Gelar Hadapi Florante Condes
* Genjot Fisik Lari Hingga ke Puncak Gunung Kelud 10 km Dengan 58 Menit

Siapa yang tidak tahu M Rahman petinju juara dunia kelas terbang mini (47,7kg) versi IBF yang pada 23 Desember 2006 lalu mengalahkan petinju Filipina, Benjie Sarolla dengan TKO di ronde ketujuh. Selain sebagai petinju M Rahman yang mempunyai rekor 61-5-5 dengan 31 rekor KO ternyata juga jagoan lari.
Buktinya dalam persiapan menghadapi mandatory fight, pertandingan wajibnya melawan Florante Condes petinju asal Filipina pada 16 Juni mendatang di tennis Indoor Senayan, Jakarta , Rahman betul-betul menggenjot fisiknya (mempertahankan gelar untuk keempat kalinya,red) . RADAR Surabaya melihat dan mengikuti latihan fisik Rahman di Gunung kelud Kabupaten Kediri pada Kamis pagi (17/5) sekitar pukul 05.00 betul-betul terkagum-kagum.
Dari pos I pintu masuk Gunung Kelud di daerah Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri hingga ke puncak Gunung Kelud (sekitar lokasi kawah) yang berjarak 10 kilometer dengan jalan menanjak dan penuh kelokan yakni dari 510 dpl (diatas permukaan laut,red) hingga 1150 dpl, Rahman hanya menyelasaikan dengan waktu tempuh 58,3 menit, padahal untuk jalan biasa hingga ke puncak kelud memakan waktu kurang lebih 4 jam.
“ Selain di jalan menuju kawah Gunung Kelud latihan fisik berat saya juga saya lakukan di daerah Tambak Pasir Blitar Selatan kurang lebih selama 1 bulan. Persiapan ini bukan berarti apa-apa, biar saat bertanding nanti saya biar benar-benar siap sebab ini membawa nama Negara dan bangsa, meski musuh saya nanti tidak begitu berat,’ kata lelaki kelahiran Merauke, 23 Desember 1971 ini selepas lari.
Keyakinan M Rahman petinju yang menyebut dirinya sebagai petinju tertua dikelasnya yang juara dunia untuk pertama kalinya (14/9/2004) dari tangan petinju Kolombia, Daniel Reyes di Jakarta ini, berkali-kali berkomentar lantang akan bisa mengalahkan Florante,” Saya sudah tahu permainan dia, sebab dirumah ada 8 video rekaman tandingnya, doa dari seluruh Rakyat Indonesia selalu kami harapkan,” kata ayah dari Rangga Ardian dan Puri Arastasia ini
Selain latihan fisik di pelataran kawah Gunung Kelud, M Rahman juga melakukan beberapa latihan teknik yang dipimpin langsung oleh dua pelatihnya dari Sasana Merah Putih yakni Teryjoe (Ambon) dan Agus Pande (Lampung). Sebab selain susananya mendukung, cuaca di gunung yang kini masih aktif tersebut memang benar-benar sejuk dengan suhu 22 derajad celcius.
Kepada RADAR Surabaya,Teryjoe pelatih M Rahman menyatakan bahwa Jumat hari ini (18/5) untuk persiapan tanding, Rahman akan melakukan pertandingan pemanasan melawan pitunju pra PON Jatim yakni Dimas, Manito Jati dan Peter Nesi di Sasana Piri Nginden Surabaya.
Disoal apakah latihan fisik berat (lari di tanjakan,red) akan dilakukan terus hingga pertandingan nanti, menurut Teryjoe latihan fisik berat akan disudahi,” Selanjutnya akan dilakukan di lapangan biasa dengan durasi waktu tiap harinya 40 menit dan dilanjutkan dengan latihan teknik di sasana,” tambahnya.
Satu hal yang perlu ditanyakan diusianya yang sudah tidak muda lagi namun memiliki fisik yang cukup prima,M Rahman ternyata mempunyai kebiasaan aneh yang tidak dilakukan manusia. Yakni suka minum katul beras yang biasa dimakan bebek. Sebab dirinya yakin bahwa pejantan bebek yang hanya seorang diri mampu “menggauli” dan menjadi pemimpin bagi ribuan bebek betina hanya dari makan katul,” Mengapa kita tidak mencobanya dan itu terbukti, disamping didukung latihan fisik,” tandasnya. (Imam Mubarok)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s