Desak Segera Dibentuk Departemen Pemuda dan Olah Raga

Solusi Liga 2008 Menpora Desak Segera Dibentuk Depora
*Untuk Klub Juga Disarankan Mengurangi Pemain Asingya

KEDIRI-RADAR Menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2008 mendatang yang sudah tidak menggunakan APBD untuk membiayai klub sepak bola di daerah. Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Adhyaksa Dault menyatakan segera menggelar pembicaraan dengan pihak KONI dan Mendagri.
Pembahasan itu penting dilakukan karena biar ada segera jalan keluar terkait permasalahan anggaran bagi klub sepak bola di daerah yang kini masih belum jelas solusinya. “Akan segera kita cari celah dari aturan tersebut, agar klub sepak bola tetap bisa berlaga tahun depan ,” ujar Adhyaksa pada RADAR Surabaya seusai menghadiri peresmian Padepokan Silat Sanggar Abdi Nusa di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Selasa(15/5) .
Diakuinya UU 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Permendagri No 13/2006 masih “bertentangan” jika masih mengggunaan APBD untuk membiayai klub sepak bola, namun demikian Adhyaksa mengaku sebagai bentuk “pembelaan” pihaknya sudah berupaya meminta kelonggaran sampai tahun anggaran 2007 .
“Kalau UU-nya tidak ada masalah tidak perlu dirubah, yang perlu justru dilakukan pembicaraan untuk mencari solusinya. Makannya dalam waktu dekat kita akan menggelar pembicaraan dengan KONI dan Mendagri,” tandas Adhyaksa yang kemarin sempat meninjau persiapan Pelatnas Tim Tenis Meja Indonesia menghadapi Sea Games di GOR Sanjaya Kediri.
Seperti diketahui Mendagri melalui surat No 903/187/SJ yang ditujukan kepada kepala daerah, gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia tertanggal 30 Januari 2007 menyampaikan klub sepak bola bukan merupakan satuan kerja perangkat daerah. Namun dikategorikan sebagai organisasi masyarakat, sehingga dukungan pendanaan yang bersumber dari APBD dapat diberikan dalam bentuk bantuan sosial atau hibah sepanjang tidak diberikan terus-menerus.
Hibah dan bantuan sosial digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan yang sifatnya tidak terus-menerus, tidak wajib, dan tidak mengikat. Dijelaskan pula daerah yang sudah merealisasikan bantuan sosial atau hibah untuk mendanai klub sepak bola pada tahun anggaran 2007 ini, tidak dapat lagi menganggarkan pada APBD tahun 2008 mendatang.
Ditanya apa saja wacana solusi yang akan dibahas dalam pertemuan nanti, Adhyaksa menuturkan beberapa hal diantaranya mengusulkan pembentukan Departemen Pemuda dan Olah Raga (Depora), sebab statusnya saat ini masih kementrian.
Sehingga dengan demikian daerah bisa membentuk dinas, yang akan mengelola anggaran klub sepak bola. “Menurut saya ini salah satu solusi yang pantas dibicarakan, agar pembentukan dinas di daerah bisa terwujud. Dan kita berharap Presiden meluluskan hal ini,” tegasnya.
Selain itu, Adhyaksa juga menegaskan perlunya pengurangan jumlah pemain asing yang saat ini bermain di klub-klub divisi utama Indonesia. Kalau saat ini jumlah pemain asing dibatasi 5 orang, bisa ditekan maksimal 3-4 orang saja. Sehingga anggaran untuk kontrak pemain asing bisa dikurangi, dampaknya kebutuhan anggaran klub juga bisa di tekan.
“Karena untuk kontrak pemain asing ini nilainya bisa mencapai miliaran rupiah, kalau dikurangi tentu kebutuhan biaya bisa berkurang,” imbuhnya.
Menanggapi pernyataan Menpora tersebut manajer Persik Kediri, Iwan Budianto menyambut baik rencana tersebut, dengan pembentukan Depora maka klub sepak bola bisa dikelola oleh manajemen yang sesuai aturan dalam birokrasi. “Pertanggungjawabannya juga jelas, apalagi kalau dalam regulasi yang baru nanti ada pengaturan besarnya bantuan dana APBD,” kata Iwan.
Ditambahkan Iwan pihaknya berharap meski ada pelarangan penggunaan APBD untuk tahun 2008 namun tidak diputus secara total,” Pemutusan anggaran kita berharapa dilakukan secara bertahap meski tidak sebantak tahun sebelumnya. Sebab, tidak akan bisa tim langsung mandiri tanpa dukungan dana APBD,” tambahnya
Sementara itu mengenai pengurangan jumlah pemain asing Iwan mengaku setuju dengan usul Adhyaksa,” Memang idealnya dalam suatu tim cukup 3 orang untuk mengisi lini depan, tengah dan belakang. Buktinya dalam laga Liga Champion Asia, kita hanya memasang 3 pemain dari 5 pemain asing yang kita miliki,” paparnya. (aro)

One thought on “Desak Segera Dibentuk Departemen Pemuda dan Olah Raga

  1. maaf Adhy,
    saya ini salah satu pemuda Indonesia yang latar belakang pendidikan saya sarjana ilmu olahraga non pendidikan.
    saya masih susah untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan yang saya miliki.
    karna ga mungkin kalo saya buat mengajar mnjadi guru olahrga karna saya tidak mempunyai AKTA 4.
    saya minta tolong informasinya jika ada lowongan di staf di departemen pemuda dan olahraga, berharap sekali. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s