Curi Bensin, Karyawan Pertamina Diamankan

Curi Bensin 6,9 Ton, Lima Karyawan Depo Pertamina Kediri Diamankan

KEDIRI-RADAR- Lima karyawan Sub Divre V Depo Pertamina Kediri ditangkap polisi setelah berusaha mencuri 6,9 ton liter BBM jenis premium, Senin dini hari (14/5). Akibatnya pencurian yang dilakukan sejak 6 bulan lalu itu, Pertamina mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Penangkapan terhadap lima karyawan Pertamina ini berawal dari laporan masyarakat tentang kabar penjualan BBM jenis premium n dengan harga murah yakni antara Rp3000-3.500 per liternya. Ironisnya, penjualan tersebut dilaporkan justru dari kalangan internal Depo Pertamina Kediri sendiri.
Atas dasar itulah Kasubag Reskrim Polwil Kediri, Kompol Gigih Swasana memerintahkan 6 anggotanya melakukan penyelidikan. Setelah cukup lama mengawasi jalur distribusi puluhan truk tangki yang keluar masuk Depo Pertamina Kediri, petugas berhasil memergoki aksi pencurian bensin yang dilakukan lima karyawan Pertamina bagian bongkar.
Mereka adalah Nurhadi (49)warga Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sukirno (51) warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Syamsudin, (33) warga Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Mujianto (33) tahun, warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dan Suhanip (33) tahun warga Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.
“Cukup lama untuk melacak aksi pencurian ini. Kami harus memasang anggota selama 24 jam untuk mengawasi jalur distribusi dan bongkar BBM,” kata Gigih Swasana kepada RADAR Surabaya di Mapolwil Kediri, Senin (14/5)
Menurut Gigih, aksi pencurian ini melibatkan sejumlah karyawan Pertamina dari berbagai posisi. Untuk membawa masuk dan keluar truk tangki dengan kapasitas 23,7 ton bensin ini, komplotan ini mempercayakan kepada Nurhadi. Setelah truk yang membawa 23,7 ton bensin dari Depo Pertamina Surabaya ini masuk ke Depo Pertamina Kediri, tiga petugas bongkar, yakni Syamsudin, Mujianto, dan Sunahif langsung menjalankan aksinya.
Dari kapasitas 23,7 ton yang berada di dalam truk, mereka hanya menurunkan 16,8 ton saja. Sedangkan sisanya sebesar 6,9 ton dibiarkan di dalam tangki truk. Rencananya, bensin tersebut akan dijual kepada tengkulak seharga Rp 3.000-3.500 per liter. Untuk mengamankan aksinya, empat komplotan ini juga menggandeng Sukirno, petugas pengawas bongkar Depo Pertamina Kediri.
Pasalnya, setiap aktivitas bongkar BBM dari truk, harus sepengetahuan dan persetujuan petugas pengawas. Selanjutnya, Sukirno yang menerima imbalan dengan cara bagi hasil tersebut tetap mencantumkan nilai bongkar sesuai DO dalam laporannya.
Selain itu, untuk menghindari kecurigaan rekan-rekannya, komplotan ini memilih waktu malam dan dini hari dalam menjalankan operasinya. Pasalnya, pada jam-jam tersebut hanya terdapat beberapa petugas jaga yang masih bekerja. Itupuan dengan tingkat kewaspadaan yang rendah karena kantuk.
“Setelah modusnya berhasil diketahui, truk itu kami tangkap di Jl Yos Sudarso Kediri pukul 03.30 dini hari tadi (Senin, 14/5). Melihat operasinya yang sudah berjalan 6 bulan, kerugian bisa mencapai Miliaran rupiah,” jelas Gigih.
Hingga saat ini kelima karyawan Depo Pertamina Kediri tersebut masih diamankan di Mapolwil Kediri beserta truk tangki Nopol L 8091 FA milik Pertamina. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s