Trenggalek Kembali Banjir

Banjir Kembali Landa Trenggalek
* Ribuan Warga Empat Desa Mengungsi di Perbukitan, Dua Rumah Roboh Terkena Longsor

TRENGGALEK-RADAR-Ribuan rumah warga di empat desa (Wonocoyo, Nglegeng, Panggul dan Ngrencak) di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek Jumat dini hari (11/5) diterjang banjir bandang setinggi 1 meter. Meski tidak menelan korban jiwa namun banjir ini sempat membuat ribuan warga panik.
Selain banjir di empat desa di Kecamatan Panggul di Desa Barang Kecamatan Panggul juga terjadi longsor yang mengakibatkan dua rumah warga hancur yakni milik Takin (70) dan Katiyah (50) yang berada di lereng perbukitan yang gundul.
Beruntung lokasi banjir di empat desa berada di kawasan perbukitan sehingga air cepat surut. Meski sudah surut banjir ini sempat mengganggu aktifitas belajar di beberapa sekolahan dan pelayanan kesehatan
Banjiryang terjadi sekitar pukul 00:30 dan ketinggiannya mencapai 1 hingga 1,5 meter ini juga sempat membuat beberapa bangunan rusak. Salah satunya adalah tembok milik SMPN I Panggul. Tembok sekolah ini roboh karena tidak mampu menahan derasnya arus banjir.
Akibatnya air langsung masuk ke semua ruangan kelas. Bahkan Jumat pagi siswa yang sedang mengikuti ujian akhir semester terpaksa jadual ujian
mundur sampai dua jam karena pihak sekolah masih melakukan pembersihan,” Dengan sangat terpaksa jadual ujian kita undurkan karena kita masih melakukan pembersihan pasca banjir,” kata Ali Banowo Kepala SMPN I Panggul pada RADAR Surabaya.
Selain merusak bangunan sekolah dan rumah banjir ini
juga membuat 13 pasien yang dirawat inap di Puskesmas Panggul terpaksa dievakuasi ke Puskesmas Bodak yang lokasinya lebih tinggi dari Kecamatan Panggul” Air menggenangi puskesmas sehingga pasien yang rawat inap terpaksa kita ungsikan,” kata Suhartono Kepala Puskesmas Panggul.
Banjir ini sendiri terjadi setelah kawasan Kecamatan Panggul dilanda hujan selama hampir lima jam sejak pukul 20.00 hingga pukul 00.30. Akibatnya air memenuhi dua sungai yakni Sungai Tengah dan Sungai Gedangan hingga akhirnya meluber ke perkampungan penduduk yang saat itu sedang asik-asiknya tidur.
Mendapati rumahnya kemasukan air ratusan warga yang tidur pun
panik dan bangun mencari selamat sendiri-sendiri dengan berlarian ke perbukitan yang lebih tinggi“ Air datang dengan begitu cepatnya, padahal waktu itu kami belum ada persiapan apa-apa,” kata Woto warga Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul
Banjir mulai surut sekitar pukul 04.00 dan membuat warga yang mengungsi di perbukitan memberanikan diri pulang ke rumahnya masing-masing.
Sementara itu Soeharto Bupati Trenggalek yang mengunjungi lokasi banjir pada Jumat pagi, mengakui jika banjir bandang di Panggul disebabkan gundulnya ribuan hektar hutan di perbukitan. Pihaknya menyesalkan tindakan para perambah hutan yang tidak pernah takut dan terus melakukan penebangan liar.
“Meski Trenggalek pernah di landa banjir besar-besaran dan menelan 16 korban jiwa pada April tahun 2006 lalu yang akibat gundulnya hutan. Namun hingga kini nampakanya tidak ada tindakan serius dari aparat
penegak hukum untuk menindak tegas pada pelaku pembalakan.Hal ini terbukti hampir semua hutan di perbukitan di Kabupaten Trenggalek tidak terlihat pohon-pohon besar.Justru semua perbukitan terlihat gundul,” kata Soeharto.
Ditambahkan Soeharto dari 62.528,30 hektar luas hutan di
Kabupaten Trenggalek 14.178 hektar gundul akibat pembalakan liar. Kerusakan tersebar di Balai Konservasi dan Pemangkuan Hutan (BPKPH) Kampak selaus 1.590,30 hektar.BPKPH Karangan seluar 3.989,01 hektar, BPKPH Kota Trenggalek seluar 3.620,60 hektar, BPKPH Dongko serta Panggul seluas 4.141,09 hektardan BPKPH Bandung seluar 5379,50 hektar. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s