Tiga Pembunuh Syaifudin Ditangkap, Tiga Lainnya Kabur

Akhirnya 3 dari 6 Tersangka Pembunuh Syaifudin Berhasil Diamankan
* Jengkel Karena Korban Salahi Aturan Main Minum

KEDIRI-RADAR-Akhirnya polisi Polres Kediri berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Syaifudin (25) pemuda warga Dusun Kromasan Desa Bendosari Kecamatan Kras Kabupaten Kediri yang ditemukan Kamis siang (3/5) kurang dari 24 jam. Tiga dari 6 tersangka berhasil diamankan setelah sebelumnya bersembunyi di kuburan desa setempat, Jumat (4/5).
Tiga dari 6 tersangka yang berhasil diamankan tersebut adalah, Marjoko alias Kendil (24), Endro Baskoro (26) dan Habibi Rohman (25) ketiganya warga Dusun Kromasan Desa Bendosari Kras. Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Agus, Saiku (keduanya warga Bendosari) dan Yunus warga Sri Katon Kras masih dalam pengejaran dan didugha ketiganya lari ke Surabaya.
Menurut AKP Didit Prihantoro Kasat Reskrim Polres Kediri terungkapnya kasus ini bermula keterangan Musimin yang dimintai keterangan petugas yang mengaku pada Selasa malam (1/5) saudaranya yang bernama Endro meminjam cangkul padannya.
“ Dari situlah mulai kita kembangkan kasus tersebut, siapa Endro dan ada hubungan apa dia dengan Syaifudin. Ternyata dia merupakan satu komplotan dengan Syaifudin dalam satu genk di Desa Bendosari. Termasuk kita juga mendapatkan keterangan anggota genk mereka yang semunya ternyata menjadi pelaku pembunuhan terhadap Syaifudin,” kata Didit pada wartawan, Jumat (4/5).
Setelah mendapatkan identitas komplotan Syaifudin akhirnya polisi mencari keberadaan mereka dengan melibatkan Polsek Rayon Ngadiluwih yang meliputi, Polsek Ngadiluwih, Kandat, Ringinrejo, Ngancar, Wates dan Kras sendiri,” Dan ternyata benar tiga dari 6 tersangka ternyata sembunyi di dalam kuburan desa setempat dan berhasil kita amankan,” ujar Didit.
Setelah tertangkap ketiganya langsung dibawa ke Mapolsek Kras. Keterangan dari Endro Baskoro salah satu tersangka memang dirinya dan kawan-kawannya yang membunuh Syaifudin meski Syaifudin ketua genknya.
“Kami 6 orang ditambah Syaifudin yang menjadi ketua genk kami pada Selasa malam (1/5) melakukan pesta miras di lapangan Bendosari. Minum kan ada aturanya yakni per orang satu sloki dan digilir. Namun malam itu Syaifudin malah langsung menenggak minuman sampai habis, saat kami ingatkan dia malah marah dan memukuli kami ber enam,” kata Endro yang bercerita mengungkap awal pembunuhan terhadap Syaifuddin.
Ditambahkan Endro, meresa dihinakan meski dia bersama kawan-kawannya juga takut kepada Syaifudin karena Sunardi kakaknya juga menjadi tetua genk di desannya akhirnya memberanikan diri melawan Syaifudin.
“ Dia kami lawan, awalnya dia kami pukul dengan menggunakan helm, setelah itu kita keroyok ramai-ramai hingga dia pingsan. Setelah itu ia kita seret ke kebun tebu dan setelah tia ditempat yang kami kira cocok untuk menguburnya ia ditunggui oleh Agus, Saiku dan Yunus. Sementara saya bersama Marjoko dan Habibi pinjam cangkul ke saudara saya untuk mengubur hidup-hidup dia karena kami jengkel,” tambahnya.
Namun skenario Endro untuk mengubur hidup-hidup Syaifuddin menjadi lain ceritanya. Saat ditinggal pinjam cangkul, Agus, Saiku dan Yunus ternyata kembali menghajar korban dengan menggunakan kayu yang ditemukan di pinggiran kebun tebu hingga korban meninggal.
“ Karena terlanjur meninggal akhirnya ia kita kubur, dan tidak tahu apakah cangkul yang kami gunakan mengubur mengenai lehernya hingga nyaris putus yang jelas kami tidak melakukan itu, keterangan teman-teman mereka hanya menghajarnya saja hingga tewas,” Ungkap Habibi tersangka yang lain.
Ternyata benar kata pepatah, tidak ada kejahatan yang sempurna, selang sehari setelah kejadian Rukani pemilik lahan tebu menemukan jasad Syaifudin saat ia memeriksa tanaman tebunya. Sebab saat dikubur tangan dan sebagian rambutnya masih menyembul ke luar. Sebab korban hanya dikubur dengan kedalaman 50 cm. Hingga akhirnya penemuan itu dilaporkan ke Mapolsek Kras.
“Saat ini kami masih mengejar tiga pelaku lainya, dan untuk proses hukum ketiganya telah kita mintai keterangan. Ketiganya kita kenai pasal berlapis yakni 353 KUHP dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Didit Prihantoro.
Selain menetapkan tiga tersangka sebagai pembunuh Syaiufudin.Polisi juga menetapkan tersangka terhadap Ambar mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Islam Kadiri yang juga pacar tersangka Endro. Penetapan tersangka terhadap Ambar dikarenakan dirinya melindungi Endro saat Ambar dimintai keterangan menjadi saksi di Mapolsek Kras,” Dia juga kita tetapkan menjadi tersangka karena melindungi pelaku kejahatan dan kita kenakan pasal 221 KUHP,” jelasnya. (aro)

One thought on “Tiga Pembunuh Syaifudin Ditangkap, Tiga Lainnya Kabur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s