Kejar Pelanggar Lalu Lintas Hingga Tewas

Dikejar Polisi Warga Semen Tewas Tabrak Bantalan Rel Kereta Api

KEDIRI-RADAR- Gara-gara dikejar dua anggota polisi lalu lintas Anam (27) warga Tanggul Sanan RT 01 RW 02 Kecamatan Semen Kabupaten Kediri harus tewas gara-gara sepeda motor Yamaha F-1 R Nopol AG 2903 JJ menabrak tumpukan bantalan rel kereta api di lintasan kereta api Ngronggo yang sedang dalam perbaikan, Sabtu malam (28/4) sekitar pukul 20.00
Meski tidak tewas langsung di TKP namun batok kepala korban bagian atas harus terlepas akibat kejadian tersebut. Anehnya dua anggota polisi yang mengejar anam bukan malah menolongnya tapi malah melarikan diri.
“ Saat dikejar petugas korban dari barat ke timur , saat mendekati lokasi perbaikan bantal rel kereta api di lintasan kereta Ngronggo korban tidak mengindahkan rambu yang telah kami pasang. Korban langsung menerjang dan menabrak bantalan rel kereta api hingga terlempar 7 meter, yang mengerikan batok kepalanya terlepas,” kata Angga saksi mata yang juga pegawai perbaikan bantalan rel kereta api pada RADAR Surabaya
Ditambahkan Angga melihat kejadian tersebut ia bersama teman-temannya langsung membawa Anam ke RSUD Gambiran Kediri, sebab polisi yang mengejarnya malah balik kanan ketika korban diketahui menabrak bantalan rel kereta api. Namun takdir berkata lain satu jam setelah kejadian batok kepala korban yang hendak disambungkan oleh petugas medis korban malah tewas.“Dua polisi yang mengejar itu jelas-jelas tidak bertanggungjawab dan tidak pantas ditiru,” ujar Farid teman Angga.
Dikonfirmasi terpisah Kanit Laka Polresta Kediri Iptu Surono membantah bahwa korban saat itu tidak dikejar oleh polisi. Namun menurutnya ketakutan saat melihat petugas lalu lintas yang sedang siaga di Pos Jetis Ngronggo.
“Korban dicurigai sedang mabuk, mungkin ketakutan ada polisi korban langsung mengencangkan kendaraanya tanpa melihat situasi, apalagi di wilayah itu tidak ada penerangan jalan. Hingga akhirnya korban menabrak bantalan rel kereta api. Kecurigaan petugas bahwa yang bersangkutan mabuk juga dibenarkan oleh petugas medis RSUD Gambiran,” kata Surono pada RADAR Surabaya , Minggu (29/4). (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s