Kapolresta di Pra Peradilankan…

Kapolresta Kediri di Pra Peradilankan
* Terkait Penangkapan dan Tingkah Laku Polisi yang Dianggap Tidak Prosedural

KEDIRI-RADAR- Pasca penangkapan Hari Subagio (45) alias Hari Baung (HB) orang yang mengaku mantan bandar judi toto gelap (togel) terbesar di Karesidenan Kediri akhirnya berujung di pra peradilankannya Kapolresta Kediri AKBP Putu Jaya Danuputra MSI .
Melalui pengacaranya HR Djoko Waloejo SH warga Jl Patimura Gang Pagora No 99 Kelurahan Setono Pande, Kecamatan Kota Kediri itu mengaku didholimi oleh polisi yang telah menjebaknya.
“ Klien saya itu telah berhenti dari dunia judi sejak tahun 2002 lalu tepatnya setelah ia berhaji bersama saya. Namun penangkapan yang dilakukan oleh polisi kepada HB adalah tetap hal yang salah karena dia telah berhenti,” kata Joko pada RADAR Surabaya di Polresta Kediri, Jumat (13/4).
Ditambahkan Djoko atas laporan yang belum jelas pada 10 April malam puluhan anggota Sat Reskrim Polresta Kediri melakukan penangkapan kepada Hari Subagio dirumahnya,” Anehnya penangkapan itu tanpa disertai surat perintah penangkapan dan penggeledahan, makanya wajar jika kemudian klien kami meneriaki maling pada petugas,” ujar Djoko.
Sebelum menangkap HB dirumahnya polisi sempat melakukan penggeledahan juga di rumah milik Sri Utami kakak Hari Baung di Setonopande Gang Pagora 58 Kota Kediri.
” Dirumah kakak Hari Subagio itu petugas ada yang kencing di dalam rumah saat melakukan penggeledahan padahal tidak ada surat penggeledahan saat melakukan penggeledahan di rumah Ny Sri Utami. Selain itu polisi juga merampas HP Sony Ericson J220i milik Sri Sulasmi pembantu Ny Sri Utami tanpa prosedur yang jelas dan hingga kini belum dikembalikan,” katanya.
Atas tindakan yang salah itulah, sebagai pengacara Hari Subagio dirinya akan mempra peradilankan Kapolresta Kediri AKBP AKBP Putu Jaya Danuputra MSI, sebab sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas apa yang dilakukan anggota Polresta kepada klienya.
“ Laporan tidak akan kami sampaikan ke Polresta atau Polwil Kediri tetapi langsung ke Polda Jatim, tindakan mereka yang tidak prosedural yang kami permasalahkan. Sedangkan kasus hukum Hariu Subagio biar berjalan apa adanya,” jelasnya.
Seperti diketahui diseretnya raja judi Hari Baung yang kini mengaku bertaubat berawal dari dibekuknya pengecer togel bernama Rajimin (32) warga Desa Keden, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, pada Kamis (5/4).
Anak buah Hari Baung ini juga sudah lama diincar polisi tapi selalu lolos. Dari pengakuan pengecer Rajimin, setoran judi togel diserahkan kepada Supriyanto (30) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Gampengrejo yang bertindak sebagai pengepulnya yang akhirnya juga berhasil diringkus.
Selanjutnya dari tangan Supriyanto setoran togel diserahkan kepada Hari Baung. Dimana setelah dikonfrontir dengan petugas setoran uang disampaikan Supriyanto tersebut diakui Baung sebagai uang pengembalian cicilan hutang Suprianto pada tahun 2002 lalu untuk bisnis bawang merah senilai Rp25 juta.
Meskipun Hari Baung tidak mengakui perbuatannya, polisi tetap akan memproses dan menjeratnya dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun dan denda Rp 10 juta.”Dengan bukti kuat keterangan tersangka Supriyanto, sudah cukup untuk menyeretnya Hari Baung ke meja hijau,” kata AKP Isbari Kasat Reskrim Polresta Kediri .
Sementara soal akan di pra peradilankannya Kapolresta Kediri, Isbari mengaku akan siap menghadapi,” Semua yang dituduhkan itu kan masih katanya jadi saya kira tidak masalah jika mereka melapor ke Polda,” kata Isbari pada RADAR Surabaya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s