Pembangunan GOR Rp48 Miliar Berbau KKN

Proyek GOR Rp48 Miliar Berbau KKN
* Dewan Terjunkan Tim Investigasi

KEDIRI-RADAR Tender proyek pembangunan GOR Kota Kediri yang menelan anggaran total Rp 48 miliar terindikasi berbau KKN, karena pemenang tender GOR yang dibangun di atas lahan seluas 19,7 hektare di Kelurahan Banjar Mlati dan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto adalah kontraktor PT BS dari Jakarta yang tidak lain milik kakak kandung Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri, Heru Anshori.
”Pemenang tender pembangunan GOR memang kakak saya, tapi perusahaan kakak saya melalui prosedur resmi. Sehingga sah-sah saja, kalau dia memenangkan tender pembangunan GOR di Banjar Mlati,” ujar Heru, Jumat(16/3).
Heru menolak kalau dikatakan tender tersebut di katakana KKN, sebab perusahaan kakaknya mengikuti tender sesuai prosedur dan tetap profesional tandasnya.
Sementara itu Asisten II Bidang Pembangunan Kota Kediri, Syaiful Muslimin ketika dikonfirmasi mengatakan tidak tahu kalau perusahaan tersebut merupakan milik kakak kandung salah satu anggota dewan. ”Saya tidak tahu PT BS tersebut milik siapa, tapi yang jelas pemenang tender pembangunan proyek adalah PT BS dari Jakarta dan PT Triple S dari Kediri. Dimana PT BS membangun GOR, sedangkan PT Triple S mendapat proyek pembangunan infrastruktur,” jelas Syaiful.
Sesuai rencana Pemkot Kediri akan mendirikan GOR dan Kesenian dengan biaya total Rp 48 miliar. Dalam PAK APBD 2006 dianggarkan Rp 19 miliar, kemudian dalam APBD 2007 Rp 29 miliar. Total lahan yang diperlukan untuk gelanggang ini seluas 19,7 hektare, terdiri atas 18 hektare tanah kas desa atau bengkok dan sisanya adalah tanah warga.
Rincian dana Rp19 miliar, Rp8 miliar diantaranya untuk kompensasi tanah kas desa seluas sekitar 18 hektare di Kelurahan Banjar Melati dan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto. Sedangkan sisa dana Rp11 miliar digunakan untuk pembangunan GOR dan fasilitas pendukungnya.
Sedangkan sisa kebutuhan dana, akan di tambah pada PAK 2007 ini. ”Saat ini sudah dalam tahap pengukuran tanah, sedangkan masalah kompensasi tanah bengkok tinggal menunggu proses administrasi,” ungkapnya.
Ditanya mengenai proses tender, termasuk soal pengumuman lelang Syaiful menyatakan yang melaksanakan lelang bagian pembangunan. Dia tidak tahu persis, yang jelas tender sudah dilakukan pada pertengahan awal Februari 2007 lalu dan pemenangnya adalah PT BS dan PT Triple S.
Secara terpisah Ketua DPRD Kota Kediri, Bambang Haryanto ketika di tanya mengenai indikasi KKN dalam tender proyek GOR ini mengatakan pihaknya tidak akan fokus pada masalah tender, karena pemenangnya sudah di putuskan. “Tapi kita tetap akan melakukan pengawasan dan investigasi, mulai proses pembebasan lahan sampai pelaksanaan proyeknya,” kata Bambang.
Namun sebagai tindak lanjut dari adanya informasi dugaan KKN, dewan akan membentuk tim investigasi yang beranggotakan anggota Komisi C dan B DPRD Kota Kediri. Guna melakukan pengawasan secara intensif, seluruh proses mulai dari persiapan pelaksanaan termasuk pembebasahan lahan.
“Karena informasinya sampai sekarang Surat Perintah Kerja (SPK) juga belum turun, jadi belum terlambat kalau kita membentuk tim,”tukasnya. Sementara itu Kepala Dinas PU Widodo dikonfirmasi terkait belum turunya SPK menjelaskan bahwa hal tersebut masih menunggu perintah walikota,’ Kalau pak wali memerintahkan hari ini maka SPK akan diterbitkan. Dan silahkan dewan melakukan pengawasan karena itu tugasnya,” ungkap Widodo. (aro)

2 thoughts on “Pembangunan GOR Rp48 Miliar Berbau KKN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s