Pembunuh Mahasiswi Divonis 10 Tahun

Pembunuh Mahasiwi Divonis 10 Tahun

KEDIRI-RADAR- Agung Suyono (17) alias Dio terdakwa pembunuh Mahasiswi Pertanian Universitas Brawijaya, Desvita Setya Permatasari warga Desa Nambakan Kecamatan Gampengrejo Kediri pada 30 Desember 2006 lalu akhirnya divonis sepuluh tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kediri, Rabu (14/3). (dok/ist)
Pemuda pengangguran jebolan SMP ini terbukti bersalah telah sengaja merencanakan pembunuhan sadis terhadap Desvita yang juga anak anggota Polres Kediri hanya karena mengincar HP dan sepeda motor milik korban.
Dalam sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ery Musrianto SH, terdakwa tidak mendapatkan keringanan sama sekali. Kesadisan dan raja tega pembunuh mahasiswi yang juga anak polisi ini mengalahkan hal-hal yang bisa meringankan Yono.
Terdakwa yang juga tetangga korban warga Desa Nambaan, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaen Kediri ini, dijerat dengan pasal 340 KUHP, yakni telah merencanakan pembunuhan hingga menyebabkan hilangnya nyawa Desvita. “Tidak ada yang meringankan karena perbuatannya sangat kejam, meski terdakwa masih tergolong anak,” kata Ery usai sidang.
Putusan tersebut sama persis dengan tuntutan yang sebelumnya disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Suparyanto SH. Mendengar putusan majelis hakim itu, Yono yang terus didampingi ibu dan kakak perempuannya, Ida, hanya bisa merunduk.
Isakan tangis Ibu Yono dan Ida pecah setelah Yono bangkit menyalami majelis hakim, JPU Bambang Suparyanto, dan pengacaranya, M Ridwan. Yono dengan langkah gontai sambil digandeng ibu dan kakaknya keluar dari ruang sidang. Isak tangis semakin menjadi saat didekati untuk diminai komentar. “Tidak, tidak usah Mas,” elak Ida.
Yono tega menghabisi nyawa Desvita dengan cara mengaku mahasiswa dari Jakarta asli Kediri. Setelah beberapa kali SMS lewat HP, mereka janjian bertemu di gubuk lahan tebu dekat rumah korban akhir Desember 2006 lalu. Yono langsung membunuh Desvita dengan cara memukul dengan tongkat bagian kepala dan menjerat leher korban dengan tali. Korban langsung diseret di dalam lahan tebu Desa Nambaan 15 meter dari lokasi pembunuhan dan baru ditemukan tiga hari kemudian. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s