Sia-Sia Operasi Pasar Murah !!!

Habiskan 360 Ton, Operasi Pasar di Kota Kediri Gagal
* Harga Beras Kembali Naik, Beras OPM Dijadikan Bahan Campuran Pedagang

KEDIRI-RADAR- Meski Operasi Pasar Murah (OPM) di Kota Kediri hingga Selasa (6/3) telah menghabiskan kurang lebih 360 ton beras , namun ternyata harga di pasaran beras justru naik. Naiknya harga beras ini dituding oleh Bagian Perekonomian Pemkot Kediri sebagai bentuk ketidakseriusan tim pengawas OPM.
Tudingan itu didasarkan pada banyaknya temuan bahwa para pedagang ternyata banyak yang membeli beras OPM yang kemudian dijadikan bahan campuran dengan beras yang lain dan kemudian menjualnya dengan harga mahal.
“ Karena gagal maka kita akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kita. Sebab pada kenyataanya beras di pasaran bukan malah turun tetapi naik, meski awalnya setalah diadakan operasi pasar harga di pasaran sempat turun,” kata Dra Endang Sutji Trisnani Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Kediri pada RADAR Surabaya, Selasa (6/3).
Ditambahkan Endang pihaknya telah melakukan investigasi setelah mendapatkan laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang menyebutkan harga beras kembali naik,” Dari hasil investigasi yang kami lakukan banyak ditemukan rekanan bulog yang ikut dalam program OPM ini menjual ke pedagang lainya dan tidak pada target sasaran kita. Beras yang dijual tersebut oleh pedagang yang laiun dijadikan bahan campuran,” jelasnya.
Menurut Endang kejadian ini tidak lepas dari kurang keseriusan dari tim pengawas yang selama ini ternyata hanya mengawasi OPM saat jam kerja saja,” Padahal pelaksanaan OPM dilakukan hampir 24 jam di beberapa tempat. Akibat kurang pengawasan lagi-lagi OPM dijadikan mainan oleh para pedagang nakal,” imbuhnya.
Oleh karena itu setelah melakukan evaluasi, menurut Endang pihak Bulog dan Pemkot Kediri bakal membuat stand besar yang dipusatkan di tiga tempat yakni di Pasar Setono Betek, Pasar Bandar dan Pasar Pahing,” Ini semata-mata untuk memutus mata rantai dari pedagang nakal, intinya kita akan menjual sendiri beras-beras tersebut bersama Bulog,” katanya.
Meski dicap sebagai pedagang “nakal” namun mereka oleh Pemkot Kediri tidak tidak akan dihukum, kecuali hanya diberikan peringatan saja,
Seperti diketahui berdasarkan data dari Disperindagkop harga beras di Kota Kediri hingga beberapa terakhir ini kembali mengalami kenaikan. Misal IR 64 dari harga Rp4.750 per kg menjadi Rp5.000 per kg. Beras Bengawan dari Rp5.100 per kg menjadi Rp5.500 per kg dan untuk beras mentik dari harga Rp5.200 per kg menjadi Rp5.500 per kg,” Pokoknya sesuai kesepakatan dengan bulog kita akan tetap melakukan operasi pasar hingga beras normal kembali menjadi Rp4000 per kg,” ujarnya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s