OP Kurang Maksimal

Kurang Maksimal, Operasi Pasar Beras Murah Diprotes Warga

KEDIRI-RADAR- Operasi Pasar (OP) beras Bulog yang dilakukan di tiga titik di Kota Kediri yakni Pasar Setonobetek, Pasar Banjaran dan Pasar Bandar banyak menuai protes warga. Pasalnya warga Kota Kediri sendiri banyak yang tidak kebagian lantaran diserbu oleh orang luar dearah.
Akibatnya mereka yang datang terlambat di tempat penjualan beras hanya bisa menggerutu karena tidak kebagian beras, Selasa (13/2) sekitar pukul 08.30. Menurut mereka Pemkot Kediri kurang mensosialisasikan operasi pasar tersebut kepada masyarakat.
“ Masak justru yang membeli beras orang luar daerah, sementara orang Kediri sendiri hanya mendapat jawaban dari petugas kalau berasnya sudah habis dan disuruh sabar pada operasi pasar berikutnya,” kata Katini (60) warga Jagalan Kota Kediri yang tidak kebagian beras dan terpaksa memunguti ceceran beras yang jatuh di lokasi pembagian.
Beberapa orang yang ditemui RADAR Surabaya yang sudah mendapatkan jatah beras mengaku mereka bukan warga Kota Kediri melainkan warga Prambon Nganjuk. Mereka mengaku mendapatkan informasi penjualan beras murah dari beberapa pedagang yang mangkal di Pasar Setonobetek yang berasal dari wilayah Nganjuk,” Lumayan mas IR 64 hanya dijual Rp3.700 sebab harga dipasaran saat ini mencapai Rp6.000, apalagi kita bisa mendapatkan 5 kg beras,” kata Imam yang diamini oleh teman-temannya.
Dikonfirmasi terpisah Kabag Perekonomian Pemkot Kediri, Dra Endang Ssos MM menyatakan banyaknya warga yang tidak kebagian beras tersebut bukan berarti pembagian tidak merata. Sebab operasi pasar yang dilakukan adalah baru hari pertama dari jadwal yang ditentukan di tiga tempat dengan jatah masing-masing 5 ton beras.
“ Masih banyak operasi pasar yang lain yang akan dilakukan jadi masyarakat tidak perlu kuatir. Selain itu kita juga akan melakukan kerjasama dengan toko-toko penjual beras yang ada tanda khusus dengan harga yang kita patok sama yakni Rp3.700 per kg. Tapi tidak boleh di jual kepada sesama pedagang beras, harus langsung kepada masyarakat oleh karena masyarakat kita harapkan juga turut mengawasi,” kata Endang pada RADAR Surabaya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s