Awas ! Chikungunya Serang Kediri

Puluhan Warga Kabupaten Kediri Diserang Chikungunya

KEDIRI-RADAR- 23 Orang warga Dusun Kutukan dan Branggahan Desa Kunjang Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri mengeluhkan seperti halnya cirri-ciri orang terkena penyakit chikungunya. Yakni mengalami demam, tidak bisa jalan akibat nyeri di persendian kakinya, Jumat (9/2)
Karena dianggap meresahkan oleh pamong setempat kejadian ini kemudian dilaporkan ke Puskesmas setempat dan pada hari yang sama tim dari Puskesmas Ngancar melakukan visite (kunjungan,red) untuk melakukan observasi.
Agar penyeberannya tidak meluas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri hal ini langsung ditindaklanjuti dengan melakukan fogging (pengasapan,red) di 77 rumah yang ada di Dusun Kutukan dan Branggahan Desa Kunjang Kecamatan Ngancar.
Sedikit mengingatkan penyakit chikungunya berasal dari daratan Afrika ini mulai ditemukan di Indonesia tahun 1973. Demam Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda, kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain.
Chikungunya sendiri berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia).
Dr Agung Laksono Kasubdin Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dikonfirmasi RADAR Surabaya menjelaskan saat ini dari seluruh penderita telah ditangani,” Tidak hanya yang sakit saja yang kami tangani namun mereka yang dikuatirkan akan tertulari juga diobati sebagai bentuk langkah antisipasi sekaligus kita berikan pengarahan,” katanya.
Ditambahkan Agung virus chikungunya dapat berpindah dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti. Virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia.
“ Virus menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam,” tambahnya.
Sedangkan pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah.
Dijelaskan Agung bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian. Dengan istirahat cukup, obat demam, kompres, serta antisipasi terhadap kejang demam, penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s