Adipura Masih Jadi Bayang-Bayang

Penilaian Adipura Kota Kediri “Jeblok”
* Kurang Dukungan Dari Dinas-Dinas

KEDIRI-RADAR- Setelah gagal pada tahun 2005- 2006 dalam ajang bergengsi bidang kebersihan kota atau yang dikenal dengan dengan Piala Adipura. Pemkot Kediri dalam tahun 2006-2007 ini juga terancam gagal lagi meraih Piala Adipura. Gagalnya Kota Kediri dalam penilaian awal ini diakibatkan kurang adannya kerjasama antara dinas yang ada dengan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup DKLH.
Padahal gagalnya Kota Kediri pada penilaian Piala Adipura tahun 2005-2006 sempat membuat Wali Kota Kediri Drs HA Maschut marah saat itu. Dari penilaian awal yang dilakukan oleh tim Adipura Pemprov Jatim dalam paparan di Ruang Joyoboyo Pemkot Kediri. Kota Kediri hanya memperoleh nilai 63,02 dari total angka tertinggi 90.
Jebloknya angka ini salah satunya penilaian yang jelek terhadap Dinas Pasar dan RSUD Gambiran yang dianggap kurang bisa menjaga kebersihan. Hal ini juga diperparah dengan mbangkangnya Kepala Dinas Pasar Drs Nugroho dan Kepala RSUD Gambiran dr Endang Wahyu L MARS saat dilakukan paparan keduanya tidak ikut serta.
Kabar mbangkangnya Kadis Pasar dan Kepala RSUD Gambiran ini kabarnya membuat marah Wakil Wal Kota Kediri HB Edianto, sebab keduanya terbukti tiodak melakukan dukungan terhadap program tersebut.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kabag Humas Pemkot Kediri Ir Haris Candra Purnama pada RADAR Surabaya, Jumat (9/2),” Memang Pak Edianto marah dengan ketidakmunculan kedaunya disamping Dinas Pasar dan RSUD Gambiran belum bisa menjaga kebersihan dilingkunganya,” kata Haris.
Meski mendapat nilai kurang dari yang diharapkan namun Drs Rahno Irianto Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) yang juga sebagai leading sector “Piala Adipura” untuk Kota Kediri ini mengaku akan memasang target hingga Kota Kediri mendapatkan piala tersebut.
“Penilian akhir terakhir bulan Juni mendatang, oleh karena itu untuk hal-hal yang kurang akan kita genjot. Antara lain soal kebersihan, keteduhan dan pelestarian lingkungan hidup,” katanya.
Untuk keteduhan saat ini pihak DKLH mengaku mengalami banyak kendala antara lain banyak pohon yang dibabati oleh pencari pakan ternak. Kegiatan ini terutama dilakukan pada dini hari. Selain itu juga banyak pohon yang dijadikan tempat pemasangan iklan media kiminal terutama memasang “headline” berita yang akan terbit.
“Semua akan kita tertibkan, sebab sudah ada SK Walikota yang mengatur itu berikut sanksinya. Pokoknya kita tidak akan segan – segan menindak para pelanggar ini,” tambah Rahno. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s