Bupati Buyarkan Ketenangan Warga

Obsesi Bupati Sutrisno Sengsarakan Warga
* Puluhan Rumah di Lereng Wilis Menunggu Waktu Terkena Longsoran

KEDIRI-RADAR- Dampak pembangunan jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Kediri – Kabupaten Ponorogo lewat Telaga Ngebel yang sudah mulai dikerjakan berdampak bagi keselamatan puluhan kepala keluarga di Lereng Gunungg Wilis. Puluhan rumah tinggal menunggu waktu jika plengsengan setinggi hamper 7 meter di daerah Dusun Badut Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri akhirnya mengenai rumah warga.
“Rasa was-was dan cemas saat ini benar-benar menghantui para warga disini. Bagaimana tidak pembangunan jalan dengan cara memangkas gunung ini jelas sangat membahayakan kami. Apalagi rumah kami sudah berada di tepi jurang yang sewaktu-waktu gunung yang dipangkas tersebut longsor pasti akan mengenai rumah kami,” kata Doto salah seorang warga Dusun Badut RT 06 RW 03 pada RADAR Surabaya, Selasa (6/2).
Dari pantuan RADAR Surabaya daerah yang berjarak kurang lebih 35 km dari Kota Kediri atau 850 meter dari permukaan air laut itu kondisinya memang sangat membayakan. Disepanjang jalan banyak ditemui longsoran tanah yang menutupi jalan.
“ Kondisi ini mulai sejak dua hari lalu kami para warga sangat mengkuatirkan terhadap kondisi ini. Beruntung kontraktor yang membuat jalan segera membersihkan bekas longsoran di jalan, kalau tidak kami para warga pasti akan terisolir. Namun jika kejadian ini terus-terusan kami tidak tahu lagi harus bagaimana, sebab hingga sekarang belum ada pejabat Pemkab Kediri yang mendatangi kami. Kalau Pemkab Kediri mau merelokasi kami, kami semua pasti mau ” tambah Doto.
Berdasarkan data yang diperoleh RADAR Surabaya kawasan di daerah yang lebih dikenal Besuki tersebut ada dua obyek wisata yang saat ini menjadi andalan Pemkab Kediri. Yakni air terjun Dolo dan Irenggolo. Untuk menarik wisatawan yang nantinya tidak hanya dari warga Kediri, Pemkab Kediri membuat jalan tembus hingga wilayah Kabupaten Ponorogo tepatnya hingga ke daerah Telaga Ngebel kerjasama dengan Pemkab Ponorogo.
Sementara itu Bupati Kediri Ir H Sutrisno dikonfirmasi RADAR Surabaya melalui Kabag Humas Pemkab Kediri Drs Sigit Rahardjo menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui adanya longsor di daerah Badut tersebut.
“ Kami malah belum tahu, terima kasih diberitahu dan kami akan melakukan pengecekan ke lapangan. Jika memang kondisi disana membahayakan kami akan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman,” kata Sigit pada RADAR Surabaya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s