Hebat Juga Kaum Perempuan

Dari 189 Desa di Tulungagung 19 Desa Dipimpin Kades Perempuan
* Hasil Akhir Pilkades Massal

TULUNGAGUNG-RADAR- Kodrat perempuan sebagai “konco wingking” ternyata tidak semua benar. Sebab dalam hasil akhir Pilkades yang dilakukan secara serentak di 189 Desa di Kabupaten Tulungagung pada Minggu (28/1) ternyata di 19 desa dimenangkan oleh kaum perempuan, sementara sisanya 169 dimenangkan oleh kaum laki-laki. Kemenangan ini setidaknya menjadi cita-cita RA Kartini sang pejuang emansipasi wanita yang berkeinginan perempuan sejajar dengan kaum laki-laki.
Meski boleh dibilang yang kali pertama bahkan di dunia, Pilkades rame-rame se Kabupaten ini juga ada cacatnya tepatnya di Desa Sedayu Gunung Kecamatan Besuki, yakni harus dilakukan pemilihan ulang. Sebab, Samsuri, calon kades tunggal, kalah melawan bumbung kosong (kotak suara kosong,red).
”Hasil evaluasi penghitungan masih ada 1 desa yakni Sedayu Gunung, yang harus melakukan pemilihan ulang. Calon tunggal di desa itu, kalah dengan kotak suara kosong. Sedangkan dari 76 calon perempuan, hanya berhasil 19 orang. Mudah-mudahan pada periode mendatang kesempatan perempuan makin terbuka,” Kata Kabag Pemerintahan, Pemkab Tulungagung, HS Hery Setiawan pada wartawan, Senin (29/1).
Pilkades yang digelar serentak di 189 desa, baru tuntas pada Senin (29/1) sekitar pukul 04.14 dini hari dan tercatat dalam Musium Rekor Indonesia. Ditambahkan Hery rencananya 189 kades yang terpilih akan dilantik pada 20 Februari 2007.
Sedangkan bagi Desa Sedayu Gunung yang gagal memilih kades, akan diberi kesempatan menggelar pemilihan ulang. ”Panitia kami beri batas waktu sebelum pelantikan. Sehingga jika sudah terpilih maka roda pemerintahan desa segera bergulir kembali,” tukasnya.
Selain itu dalam Pilkades masal ini Pemkab Tulungagung memberikan kesempatan dua hari bagi calon kades yang tidak puas dengan hasil pemilihani, yakni pada Senin (29/1) hingga Selasa (30/1).
“ Jika selama dua hari tidak ada yang protes, maka semuanya dianggap berjalan sesuai Perda No 2 Tahun 2006 Tentang tata cara pemilihan kepala desa. Bila protes dilakukan di luar batas waktu yang telah ditetapkan, maka tidak akan ditanggapi. Dan Alhamdulillah sampai sekarang belum ada protes,” ungkapnya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s