Dikianati, Bantai Kekasih dan PIL nya

Cemburu Diduakan, Pemuda Blitar Nekat Bantai Kekasih dan PIL-nya

BLITAR-RADAR- Akibat cemburu seperti yang terjadi di Medan gara-gara kekasihnya menikah dengan orang lain seorang polisi nekat menembak sang mantan kekasih dan suaminya hingga akhirnya ia memilih bunuh diri dengan cara menembak kepalannya juga terjadi di Blitar. Rohadi (22) warga Desa Krisik Kecamatan Gandusari nekat menghabisi pacarnya Poniyah alias Mia (23) dan pacarnya yang baru Heru Purwadi (35) Benowo Surabaya, Kamis malam (25/1)
Tersangka yang dihinggapi api cemburu nekat membantai keduanya dengan menggunakan senjata tajam hingga tewas seketika dengan luka bacok di sekujur tubuhnya.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP I Putu Yuni Setiawan kejadian itu berawal saat tersangka mendengar kabar kalau Poniyah telah memiliki pria idaman lain (PIL).
Ditambahkan Putu kejadian pembantaian ini bermula ketika Poniyah pulang kampung setelah sebulan bekerja di Surabaya di kawasan Moro Seneng Benowo.
Kepulanganya tersebut hanya untuk menjenguk keluarganya hingga ia tidak mengabari Rohadi pacar yang telah ia “campakkan:. Namun akhirnya kepulangan Poniyah didengar oleh tersangka berikut kabar Poniyah membawa kekasih barunya dari Surabaya.
Mendengar kabar tersebut, tersangka yang dibakar api cemburu langsung bergegas menuju rumah Poniyah di Desa Kedungrejo Kecamatan Binangun pada Kamis (26/1) sekitar pukul 20.00 untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut.
Ternyata kecurigaan tersangka dan kabar pacarnya punya pria idaman lain lain benar. “Saat tiba di rumah Poniyah, dia melihat kekasihnya sedang berduaan dengan pria lain di ruang tamu rumahnya,” ungkap Putu.
Tanpa berkata-kata dan berpikir panjang, tersangka langsung mengamuk mengeluarkan celurit yang sudah dibawanya dari rumah. Membacokanya ke tubuh kedua insan yang sedang di mabuk cinta tersebut, mendapat serangan secara mendadak kedua korban langsung terkapar bersimbah darah tidak berdaya di ruang tamu.
Usai menghabisi nyawa kedua korban, tersangka langsung melarikan diri.
Sementara itu keluarga korban yang sempat mendengar suara gaduh di ruang tamu, berusaha mengeceknya ternyata Poniyah dan Heru sekarat bersimbah darah dan langsung di larikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Sementara tetangga lainnya yang mendengar kejadian ini langsung melapor ke Polsek Binangun.
Hanya sekitar satu jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap polisi di jalan raya dekat Jembatan Ngembul Kecamatan Binangun. Tersangka langsung digelandang ke Polres Blitar, kepada polisi tersangka mengakui semua perbuatanya. “Perbuatan nekad itu saya lakukan karena saya merasa jengkel dengan Poniyah yang telah mengkianati saya dengan menjalin asmara dengan laki-laki lain,” katanya.
Padahal menurut tersangka Rohadi hubungan asmaranya dengan Poniyah sudah terjalin lebih dua tahun. Akibat perbuatannya tersangka diancam pasal 340 subsider 353 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara.
Sementara itu dari hasil visum di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, kondisi tubuh kedua korban sangat mengenaskan. Leher Poniyah nyaris putus karena bacokan celurit, sedangkan wajah Heru sulit dikenali lagi setelah bertubi-tubi terkena sabetan celurit.
Tidak hanya itu, perut kedua korban serta anggota tubuh lainnya juga penuh luka bacok. Paman Poniyah, Mukidi (45) mengaku sangat terpukul dengan kepergian keponakanya. Dirinya tidak menyangka kalau hubunganya dengan tersangka bakal berakhir dengan tragis. “Selama ini Poniyah, tidak pernah bercerita tentang kelanjutan hubunganya dengan Rohadi,” ungkap Mukidi dan berharap tersangka dihukum setimpal dengan perbuatanya.(aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s