Kembali Ditemukan Peninggalan Majapahit

Kembali Warga Temukan Patung di Gurah
* Patung Dewi Durga dan Lembu Andini

KEDIRI-RADAR- Setelah pada Minggu (14/1) ditemukan benda cagar budaya (BCB) berbentuk patung Dewa Syiwa di ladang Dusun Tondowongso Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri oleh Suwono alias Bagong. Kembali pada Kamis sore (18/1) i ditemukan patung berbentuk Dewi Durga dan Lembu Andini di sekitar lokasi penemuan yang pertama.
Penemuan patung Dewi Durga dan Lembu Andini hanya berjarak beberapa meter. Penemu patung Dewi Durga itu adalah Mohammad Sodiq (38) warga Desa Tengger Kidul yang juga menantu Suyono (50) pemborong lahan urug. Sodiq menemukan patung itu saat memimpin penggalian lahan di Dusun Tondowongso di lahan milik Kiran (47) warga Adan Adan Gurah Kediri.
“ Saya tidak punya firasat apa-apa saat menemukan patung itu yakni ketika memimpin penggalian lahan untuk kebutuhan pengurugan. Tiba-tiba ada benda yang mencurigakan kemudian saya gali ternyata ada patung itu. Perkiraan saya di sekitar lokasi itu memang banyak patungnya terbukti Bagong beberapa waktu lalu juga menemukan patung tak jauh dari tempat saya menemukan patung,” kata Sodiq pada wartawan, Jumat (19/1).
Setelah Sodiq menemukan patung perempuan dengan tangan berjumlah delapan atau biasa dikenal dengan patung Dewi Durga, Mujiono (42) warga Desa Sentul Kecamatan Gurah di tempat tak jauh dari Sodiq menemukan patung ia juga menemukan patung sapi atau yang lebih dikenal dengan Lembu Andini,” Saya menemukan patung sapi ini tidak jauh dari dari penemuan patung oleh Pak Sodiq dan Pak Bagong,” katanya
Pengamat budaya Kediri Drs Koesharsono menyatakan bahwa sangat dimungkinkan patung-patung tersebut adalah peninggalan kerajaan Hindu khususnya jaman Majapahit sekitar abad ke-15.
” Ada Betara Brahma, ada Dewi Durga dan ada Lembu Andini, tapi ada yang aneh yakni patung Betara Brahma seharusnya dia berwajah tiga atau biasa yang disebut Tri Murti, lha ini wajahnya empat maka ini perlu diteliti lebih mendalam,” katanya
Ditambahkan Koesharsono mengisahkan tentang Dewi Durga dan Lembu Andini dalam cerita Hindu ada sangkut pautnya. “ Dalam cerita pewayangan yang terkenal Batara Guru dan istrinya, Dewi Uma terbang menjelajah dunia dengan mengendarai Lembu Andini, dalam perjalanannya karena terlena maka Batara Guru bersenggama dengan istrinya di atas kendaraan suci Lembu Andini,” kata Koesharsono
Atas kejadian ditambahkan Koesharsono Dewi Uma akhirnya hamil. Dan ketika pulang dan sampai di kahyangan Batara Guru kaget dan tersadar atas tindakannya melanggar larangan itu.” Seketika itu Batara Guru marah pada dirinya dan Dewi Uma, dia menyumpah-nyumpah bahwa tindakan yang dilakukannya seperti perbuatan “Buto” (bangsa raksasa). Karena semua perkataannya mandi( cepat menjadi kenyataan,red) maka seketika itu juga Dewi Uma yang sedang mengandung menjadi raksasa. Batara Guru kemudian mengusirnya dari kahyangan Jonggringsalaka dan menempati kawasan kahyangan baru yang disebut Gondomayit,” tambahnya
Hingga pada akhirnya Dewi Uma yang berubah raksasa itu terkenal dengan sebutan Batari Durga. Setelah itu ia melahirkan anaknya, yang ternyata juga berwujud raksasa dan diberi nama Kala. Namun pada perkembangan selanjutnya Batara Kala justru menjadi suami Batari Durga, karena memang di dunia raksasa tidak mengenal norma-norma perkawinan.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Kantor Pariwisata dan Seni Budaya (Parsenibud) Kabupaten Kediri Mudjianto melalui Kasi Seni dan Budaya Suradi menjelaskan bahwa peninggalan yang ada di Tondowongso itu adalah benda purbaka atau benda cagar budaya (BCB). Kepastian ini didapat setelah dua staf ahli dari Balai Penyelamatan Peninggalan Purbakala (BP-3) Trowulan, Mojokerto terjun ke lokasi, Senin lalu. Mereka melakukan penelitian selama 4,5 jam.
“ Kalau berdasarkan keterangan BP-3 maka patung-patung yang ada di lokasi penemuan yang pertama itu adalah benda purbakala. Oleh karena itu untuk kepentingan penelitian situs ini mendapat pengawasan dari pemerintah desa setempat. Kami juga terus memantaunya,” kata Suradi. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s