Sidang Perdana Irfan

Sidang Perdana Irfan, Memilih Didampingi Pengacara Perempuan
*Didakwa Pasal Pembunuhan Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara
Mungkin belum terhapus dari ingatan kita semua tentang kesadisan siswa kelas VI SDN Sidomulyo Semen, Irfan Efendi (12) yang tega membunuh Fisal Amanullah (4) tetangganya sendiri pada 5 Desember 2006 lalu. Dan pada Selasa (16/1) kemarin adalah sidang kali pertama bagi Irfan di PN Kabupaten Kediri, bagaimana Irfan menghadapi persidangan yang selama ini belum pernah ia jalani ?
Ketegaran dan rasa percaya diri dan sedikit grogi adalah gambaran wajah Irfan ketika turun dari mobil Isuzu Panther plat merah milik Kejaksaan Negeri Kediri nopol AG 301 AP sekitar pukul 11.00. Setelah datang di Pengadilan Negeri Kediri di Katang Kecamatan Gampengrejo Irfan langsung menunggu di ruang tunggu dengan didampingi oleh ibunya tercinta Supraptini (41)
Dengan menggunakan kopyah warna hitam dan setelan baju lengan panjang putih dipadu soft jean warna biru muda Irfan terlihat sering berbisik-bisik dengan ibunya saat menunggu dimulainya persidangan. Namun sayang ia tidak banyak berkomentar terkait sidang perdanannya itu, begitu juga ibunya.
Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, Eri Mustianto SH M Hum hakim ketua didampingi dua hakim anggota Irfan SH M Hum dan Frenklin B SH M Hum mempersilahkan Irfan dan ibunya masuk ruang sidang.
” Maaf sidang ini tertutup, jadi saya mohon teman-teman watawan menunggu diluar, “ begitu sapa Eri yang pada sidang kemarin tidak menggunakan toga dan hanya menggunakan pakaian lengan panjang dan berdasi, begitu juga dua hakim lainya.
Suasana nampak sunyi, setelah Irfan masuk terlihat beberapa orang mulai juga ikut masuk antara lain Dwiyanto SH Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa dan beberapa orang dari Badan Penelitian Masyarakat (BAPAS) yang wajib dihadirkan dalam penanganan kasus anak.
Setelah menunggu kurang lebih 1 jam lebih yakni pada pukul 12.33, pintu ruang sidang terbuka dan oleh petugas kejaksaan Irfan segera dilarikan ke mobil yang ia tumpangi semula. Baik Irfan maupun ibunya tetap tidak berkomentar kitika sejumlah wartawan menanyakan tentang hasil persidangan.
Ditemui di ruang sidang Hakim Ketua yang juga menjadi juru bicara PN Kabupaten Kediri dalam persidangan kasus Irfan menjelaskan, bahwa ada tiga agenda dalam persidangan kali pertama bagi terdakwa Irfan.
“ Pertama pembacaan dakwaan terhadap terdakwa, kedua mendengarkan laporan dari BAPAS dan ketiga adalah penunjukkan penasehat hukum,” kata Eri.
Untuk dakwaan dijelaskan Eri, pihaknya mendakwa dengan dakwaan primer pasal 338 KUHP, pasal 334 dan pasal 335 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” Namun kami jelaskan hukuman 15 tahun penjara itu bagi orang dewasa dan bagi anak-anak diberlakukan separohnya,” tambah Eri
Namun, dakwaan yang disampaikanya tersebut menurut Eri disanggah oleh BAPAS,” Bapak meminta terdakwa tidak dikenai pasal KUHP melainkan terdakwa dijadikan anak negera,” katanya.
Widyawati SH mewakili BAPAS menjelaskan keberatannya atas dakwaan hakim dan JPU tersebut,” Sebab terdakwa ini masih dibawah umur, oleh karena itu kami meminta agar terdakwa dijadikan anak Negara hingga ia berumur 18 tahun setelah itu bebas. Arti anak Negara ini adalah ia dibina dan dididik hingga dewasa atau berumur 18 tahun dalam rumah tahanan anak,” katanya.
Lalu bagimana dengan satu agenda lainya yang masuk dalam materi sidang terdakwa yakni penasehat hukum. Dijelaskan Eri Mustianto Hakim Ketua saat ditawari penasehat hukum, Irfan mengaku lebih memilih dan sreg didampingi panesehat perempuan. Sebab sebelumnya saat dalam proses penyidikan di tingkat kepolisian Irfan didampingi penesehat hukum laki-laki.
“ Ia memilih PH perempuan, maka kami menunjuk saudari Emi Puasa Handayani SH dan Rini Puspitasari SH sebagai penasehat hukum terdakwa. Kadi pada sidang Kamis mendatang (18/1) terdakwa sudah didampingi penasehat hukum,” jelas Eri.
Dihubungi terpisah Emi Puasa Handayani mengaku dirinya telah dihubungi oleh PN untuk ditunjuk sebagai penasehat hukum terdakwa bersama Rini Puspitasari,” Kata hakim dia (irfan,red) pengen didampingi penasehat hukum perempuan daripada laki-laki,” kata Emi pada RADAR Surabaya.
Disoal target akhir untuk kliennya tersebut, Emi menjelaskan ia akan berusaha mendampingi terdakwa sebaik mungkin,” Yang terpenting hak-hak terdakwa sebagai anak dibawah umur harus terpenuhi dan target kita adalah seperti yang disampaikan BAPAS,” tambahnya. (Imam Mubarok Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s