Selamat Jalan Pak Ud

Pak Ud Dimakamkan Secara Militer

 JOMBANG- RADAR- KH Yusuf Hasyim atau yang lebih dikenal Pak Ud yang juga putra bungsu pendiri NU Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, Senin pukul 10.22 dimakamkan secara militer di sisi barat dari kompleks pemakaman Pesantren Tebuireng, Jombang, . Pemakaman secara militer almarhum, diawali dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada petinggi militer setempat. Pengasuh utama Pesantren Tebuireng Ir KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mewakili keluarga yang menyerahkan jenazah kepada Dandim 0814 Jombang Letkol Inf Yoga S Utomo. “Beliau dimakamkan secara militer, karena beliau merupakan anggota LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) Jawa Timur dengan pangkat terakhir Lettu (Letnan Satu),” ujar ketua LVRI Jatim H Ghufron Na’am pada wartawan, Senin (15/1) Dalam sambutannya, Ghudran menjelaskan, Pak Ud pernah menjadi komandan Hizbulloh-Sabilillah dan berjasa besar dalam penumpasan PKI. Dalam acara pemakaman tersebut turut hadir pula puluhan ulama , diantaranya KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban) yang menjadi imam sholat jenazah ke-42 di Masjid Pesantren Tebuireng, Jombang. Ulama lain yang datang bertakziah antara lain KH Nurul Huda Djazuli (Kediri) dan KH Ali Masyhuri (Gus Ali) dari Tulangan, Sidoarjo, dan Ketua Umum PBNU DR HC KHA Hasyim Muzadi yang sudah datang sejak semalam. Dari Jakarta terlihat hadir dr Umar Wahid (adik Gus Sholah), Zannubah Arifah Chafsoh mewakili ayahnya yang tidak bisa hadir, Prof Dr KH Saif Agil Siradj (ketua PBNU), sedangkan dari kalangan pejabat antara lain Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja. Sejumlah karangan bunga juga berdatangan, diantaranya dari mantan Presiden HM Soeharto (Pak Harto) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Seperti diketahui Pak Ud yang juga mantan pengasuh Pesantren Tebuireng mulai 1983 hingga 13 April 2006 itu, meninggal dunia pada Minggu (14/1) malam sekitar pukul 18.45 di RSUD dr Soetomo Surabaya akibat penyakit radang paru-paru. KH Yusuf Hasyim dilahirkan di Jombang pada 3 Agustus 1929 itu masuk ke Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya sejak 2 Januari 2007 setelah terjatuh di rumahnya di Cukir, Jombang pada 30 Desember 2006, dan sempat dibawa ke RSUD Jombang tiga hari. Pak ud yang pernah menjadi anggota DPR dan Wakil Ketua MPP PPP serta Ketum Partai Kebangkitan Umat (PKU) ini, meninggalkan seorang istri, Hj Bariyah dan lima orang anak, Mutia Farida, Riza Yusuf, Nurul Hayati, Irvan Yusuf dan Nuraini. (aro)

Gus Dur Tidak Hadir Karena Cuci Darah

SEMENTARA ITU mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tidak bisa hadir dalam prosesi pemakaman pamannya KH Yusuf Hasyim di Ponpes Tebuireng, Jombang karena sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. “Bapak sudah mewakilkan kepada saya karena sedang cuci darah di RSCM,” kata Zannubah Arifah Chafshoh, usai mengikuti prosesi pemakaman Pak Ud. Menurutnya tidak ada pesan khusus dari Gus Dur untuk keluarga almarhum karena dia hanya diperintahkan untuk menghadiri acara pemakaman di Tebuireng bersama Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Yenny juga menampik jika ketidakhadiran Gus Dur itu dikaitkan dengan sikap politik yang berseberangan dengan pamannya sendiri. “Justru antara Gus Dur dengan Pak Ud sering terjadi komunikasi secara intensif seperti bapak dan anak. Bahkan kalau senggang Gus Dur sering menemui Pak Ud di Tebuireng,” ungkapnya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s