Akhirnya Dicopot !

Kapolsek Tarokan Akhirnya Dicopot

* Diduga Terima Uang Rp5 Juta

KEDIRI-RADAR – Setelah menjalani sidang disiplin kode etik kepolisian di Polres Kediri, Kapolsek Tarokan AKP Soedarsono akhirnya dicopot dari jabatannya. Langkah itu diambil Kapolwil Kediri, Kombes Pol Tjuk Basuki, setelah menerima hasil sidang disiplin yang digelar di Polres Kediri, Kamis (11/1). “Ya kalau tidak manut sama saya, ya sanksinya seperti itu (dicopot). Sebenarnya saya tidak terlalu mengekang pada anggota. Kalau diberi yang tidak apa-apa, tapi pada kasus ini dia meminta uang,” ungkap Kapolwil Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki dihubungi melalui telepon kepada RADAR Surabaya kemarin. Kendati sudah menyatakan hal itu, Kapolwil belum mengatakan, AKP Soedarsono akan ditaruh dimana. Kemungkinan besar AKP Sudarsono akan “dikotak” di Mapolwil Kediri sebagai Perwira Menengah. “Ya itulah sanksinya,” tukas perwira asli Kediri itu. Seperti diberitakan RADAR Surabaya, Polres Kediri Kamis (11/1) menggelar sidang disiplin kode etik kepolisian. Bertindak sebagai pesakitan adalah Kapolsek Tarokan AKP Soedarsono. Ia diduga menerima suap Rp5 juta dari pengusaha rokok ilegal. Dalam sidang yang dipimpin Waka Polres Kompol Alber T Sianipar, AKP Soedarsono dianggap telah melanggar kode etik kepolisian. Karena itu, kepadanya dijatuhkan teguran keras agar tidak mengulangi perbuatannya. Persoalan dicopot atau tidak, semuanya diserahkan kepada Kapolwil Kediri, sebagai atasan yang berhak menghukum (ankum). Dihubungi terpisah, Kapolsek Tarokan AKP Soedarsono, secara arif menerima sanksi bila harus dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Tarokan. “Saya menerima kalau harus dicopot, tetapi ini semua fitnah kepada saya,” kata Soedarsono. Ia menjelaskan, kasus yang berbuntut sidang kode etik kepolisian itu, berawal dari surat kaleng yang dilayangkan ke Kapolwil Kediri. Pada intinya, surat kaleng tersebut menyebutkan saya meminta-minta sejumlah uang kepada pengusaha rokok ilegal. “Rupanya kasus itu ditindaklanjuti hingga saya menjalani sidang disiplin di Polres Kediri,” tukasnya. Soedarsono menambahkan, sebelum ada surat kaleng, Unit Reskrim Polsek Tarokan memang menangkap dua pengusaha rokok ilegal dengan jumlah barang bukti 5 slop rokok. Seharusnya, sesuai UU Bea Cukai, kasus ini yang menangani adalah bea cukai. Karena tidak memenuhi unsur, maka dua pengusaha diarahkan agar membayar cukai sehingga ada pemasukan terhadap negara. “Soal uang Rp5 juta, itu hanya uang terima kasih karena kasusnya tidak ditindaklanjuti sebenarnya,” belanya.(aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s