Diknas Larang Nglencer

Dinas Pendidikan Keluarkan Larangan Study Tour Luar Kota

*Dampak Cuaca Buruk dan Banyaknya Musibah yang Terjadi

KEDIRI-RADAR- Banyaknya bencana yang terjadi akhir-akhir ini membuat Dinas Pendidikan baik kota maupun kabupaten  Kediri mengeluarkan “Travel Warning” bagi sekolahan yang berencana mengadakan study tour.

            Travel Warning ini juga dalam rangka menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan,” Cuaca dan kondisi alam saat ini sedang tidak bersahabat, banyak musibah terjadi dimana-mana. Oleh karena itu kami memberikan himbaun yang bersifat pelarangan untuk melakukan study tour ke luar kota,” kata Drs H Maki Ali Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri pada RADAR Surabaya, Rabu (10/1).

            Meski bukan melarang penuh, namun Maki Ali meminta agar sekolahan yang hendak melakukan study tour selektif memilih lokasi wisata yang akan dijadikan tujuan,” Pantai berbahaya, gunung berbahaya makanya silahkan pilih tempat yang berbahaya. Sebab kita tidak ingin tujuan dari study tour yakni bersenang-senang berakhir menjadi cerita duka,” tambah Maki Ali.

            Hal senada juga disampaikan Sujud Winarko Kasubdin TK/SD\n  Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Menurutnya lebih baik sekolah-sekolah yang mau melakukan study tour membatalkan niatnya tersebut," Kami telah mensosialisasikan hal ini kepada sekolahan-sekolahan agar membatalkan, sebab resikonya sangat besar, semua tidak bersahabat, kami harapkan apa yang telah terjadi menjadi pelajaran," katanya. (aro) \n

\n

 

\n

 

\n

Cuaca Buruk Rugikan Petani Kediri Ratusan Juta Rupiah

\n

 

\n

KEDIRI-RADAR- Akibat buruknya cuaca dalam seminggu terakhir mengakibatkan petani hortikultura di Kabupaten Kediri mengalami kerugian hingga ratusan juta. Hal ini diakibatkan pesawat dan kapal laut tidak berani mengangkut hasil pertanian\n

\n

            Hal ini dijelaskan Mujiyo, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada RADAR \nSurabaya, Rabu (10/1)," Dalam seminggu terakhir ini kami akibat cuaca buruk produk pertanian di Kediri terpaksa tidak bisa dikirim ke Kalimantan. Hal ini terbukti kita sudah berusaha mengirim berkali-kali tapi selalu ditolak," katannya.\n

\n

            Mujiyo mencontohkan akibat ditolak dan dikembalikan mutunya menjadi merosot," Misal cabe, harga per kilonya \nRp12.000, namun karena dikembalikan maka harganya tinggal Rp9.000. Apalagi biasanya kami mengirim ke Kalimantan mencapai 10 ton per hari. Maka dapat dipastikan sehari akibat tidak bisa dikirim tersebut kita mengalami kerugian hingga Rp30 juta per hari," jelasnya.\n”,1] ); //–>            Hal senada juga disampaikan Sujud Winarko Kasubdin TK/SD   Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Menurutnya lebih baik sekolah-sekolah yang mau melakukan study tour membatalkan niatnya tersebut,” Kami telah mensosialisasikan hal ini kepada sekolahan-sekolahan agar membatalkan, sebab resikonya sangat besar, semua tidak bersahabat, kami harapkan apa yang telah terjadi menjadi pelajaran,” katanya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s