Polisi Ambil Alih

Polisi Akhirnya Ambil Alih Kendali

* Atasi Keterlambatan BBM, Truk Pengangkut Dikawal Petugas Bersenjata Lengkap

KEDIRI-RADAR- Untuk mengatasi distribusi BBM khususnya jenis premium dan solar ke-108 SPBU yang ada di wilayah eks-Karesidenan Kediri pasca mogok missal akibat PHK. Polisi terpaksa melakukan pengawalan dengan ikut serta dalam pengiriman BBM untuk menghindari sabotase. Setiap truk pengangkut SPBU dikawal seorang aparat kepolisian dengan bersenjata lengkap,” Ini adalah antisipasi demi keamanan distribusi BBM di wilayah eks-Karesidenan Kediri . Sebab jika mengalami keterlambatan ini sangat berbahaya dan menimbulkan dampak yang kurang baik,” kata AKP Isbari Kasat Reskrim Polresta Kediri pada RADAR Surabaya , Kamis (4/1). Ditambahkan Isbari proses pengawalan setelah sebelumnya pihak kepolisian Polresta Kediri melakukan pembicaraan dengan pihak Unit Pemasaran V Depot Pertamina Kediri. “ Setelah ada kesepakatan maka hal ini kita lakukan untuk menghindari sabotase sewaktu-waktu dijalan. Sebab ada ratusan sopir yang terpaksa tidak bisa bekerja kembali setelah pihak Pertamina melakukan perampingan mobil pengangkut BBM dari 60 menjadi 19 armada,” tambahnya. Ditambahkan Isbari pihaknya tidak akan mentoleransi jika ada pihak-pihak tertentu yang melakukan sabotase akan ditindak dengan tegas,” Sebab yang dilayani adalah masyarakat dan mereka (sopir yang di PHK,red) adalah sebagaian kecil dari masyarakat. Apalagi mereka ini keliru melakukan tuntutan, sebab seharusnya ke perusahaan yang memperkerjakan mereka tetapi malah ke Pertamina,” katanya. Seperti diberitakan RADAR Surabaya sebelumnya, akibat perampingan armada pengangkut BBM di Unit Pemasaran V Depot Pertamina Kediri , ratusan sopir dan kernet mogok mengirim BBM. Akibatnya 108 SPBU yang ada di eks karesidenan Kediri telat mendapat kiriman BBM khususnya untuk jenis solar dan premium, Rabu (3/1). Aksi berlangsung sejak pukul 08.00, para sopir dan kernet memilih duduk-duduk di depan Depot Pertamina. Mereka menuntut dari 41 armada yang diputus oleh Unit Pemasaran V Depot Pertamina Kediri diaktifkan kembali, sebab dengan pemutusan tersebut dapat dipastikan mereka akan kehilangan pekerjaan. Penerapan perampingan ini sudah berlangsung sekitar dua hari lalu, alas annya masih simpang siur mulai merugi hingga melaksanakan kebijakan pusat. Seperti diketahui dalam beberapa tahun terakhir ini Unit Pemasaran V Depot Pertamina Kediri melakukan kerjasama dengan beberapa PT untuk jasa pengangkutan BBM ke wilyah eks -Karesidenan Kediri. Beberapa PT yang diajak kerjasama tersebut antara lain PT Bina Syarekah, PT Cipta Pari Panca Makmur, PT Galih Indah Sentosa, PT Pandu Anugerah Lestari dan PT Cahaya Binghar Sentausa. “Dari 60 armada yang biasanya melakukan pengangkutan BBM ke 108 SPBU itu hanya diambil 19 armada. Itu setelah ada pembicaraan antara Unit Pemasaran V Depot Pertamina Kediri dengan lima PT yang sebelumnya menjalin kerjasama. Sementara 41 lainya tidak digunakan lagi dan sudah pasti mereka kena PHK secara tidak langsung dalam hal pengangkutan BBM di Pertamina, tetapi tidak di perusahaanya ” kata Niam sopir dari PT Bina Syarekah salah satu sopir yang tetap dipilih oleh Unit Pemasaran V Depot Pertamina Kediri untuk memasarkan BBM ke sujumlah SPBU di eks- Karesidenan Kediri pada RADAR Surabaya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s