Oh Brantasku Bagian I

Sungai Brantas Jernih dan Sehat Tinggal Kenangan (Bagian Pertama)
*Sumber Brantas Terancam

Jika kita melihat Arboretum Sumber Brantas atau cikal bakal Sungai Brantas yang terletak lebih kurang 18 km sebelah utara kota Batu tepatnya di Dukuh Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Malang. Maka yang ada dalam bayangan kita air Sungai Brantas yang menurut sejarahnya dibuat oleh Empu Baradah atas perintah Prabu Airlangga untuk memecah Kerajaan Kadiri menjadi dua bagian yakni Jenggala dan Panjalu adalah airnya jernih, sehat dan dapat diminum.
Namun sayang, bayangan itu hilang ketika RADAR Surabaya menjadi peserta Workshop dan Field Trip Peliputan Sumber Daya Air yang diadakan AJI Malang dan Perum Jasa Tirta I dengan menyusuri sungai yang mengalir melalui kota Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, Surabaya dan bermuara di selat Madura sejauh 420 km.
Air Sungai Brantas khusunya di Kali Surabaya sudah berubah warna dan rasanya. Dan semua itu dikarenakan akibat pencemaran yang merajelela, dimana hampir 60 persen diakibatkan limbah domestik dan 40 persen lainya oleh limbah industri.
Atas kenyataan itu berbagai prediksi bermunculan, salah satunya hasil Simposium Lingkungan pada 13 September 2006 lalu di Jakarta. Bahwa pada tahun 2015 Pulau Jawa akan mengalami krisis air yang sangat serius. Dimana ketersediaan air hanya 30,569 juta m3 per tahun, jauh di bawah kebutuhan air penduduk yang jumlahnya 164,672 juta m3 per tahun.
Krisis air ini terjadi juga sebagai akibat hilangnya “habitat air” dimana sebenarnya air memiliki tempat hidup dan habitat. Air hidup di akar – akar pohon, di danau-danau, di situ-situ, di alur-alur sungai. Dan sekarang habitat air itu di rusak, situ-situ diuruk menjadi industri, mal-mal dan pemukiman mewah.
Kenyataan pahit itu setidaknya tidak hanya terjadi di sepanjang aliran Sungai Brantas yang kemudian dicemari oleh penduduk yang bertempat tinggal di sempadan sungai dan industri-industri yang ada di sekitarnya. Tetapi juga di Arboretum Sumber Brantas atau cikal bakal Sungai Brantas yang terletak di sebelah timur kaki Gunung Anjasmoro Kota Batu Malang.
Penebangan hutan liar dan diubah menjadi lahan-lahan pertanian semakin merajelela. Dan saat ini yang bisa dilihat hanyalah pemandangan gunung gundul yang tanahnya berjenis andosol dengan tekstur debu dan strukturnya remah, solum tebal, siap merenggut nyawa warga sekitar jika terjadi longsor akibat hujan .
Akibat penebangan liar itu air di Sumber Brantas yang berada pada 1580 diatas permukaan air laut itu yang dulunya mampu menghasilkan 12 liter per detik kini hanya 2,5 liter per detik. Tidak hanya itu suhu udara yang sebelumnya 10,22 derajad celcius kini tidak dingin lagi sebab suhu udaranya hampir mencapai 28 derajad celcius
“ Sebenarnya kita sudah memberikan penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya melestarikan lingkungan demi anak cucu nantinya. Gerakan penghijauan juga sering kita lakukan, namun ketika tanaman sudah mulai besar dan menutupi lahan tanaman pertanian khususnya tanaman keras oleh pemilik lahan malah ditebang, ini yang menjadi problem serius kita,” kata Samsul Hidayat Kasub Devisi Jasa Air ASA 1/1 Arbeterum Tugurejo Bumiaji Kota Batu Malang pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Samsul, untuk mengatasi masalah-masalah tersebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Antara lain rehabilitasi mata air Sumber Brantas yang dimulai tahun 1982. Pembebasan lahan seluas : ± 11 Ha pada tahun 1983 melalui ganti rugi oleh Proyek Brantas dan pada tahun 1995 ada tambahan lahan seluas ± 1 ha melalui ganti rugi oleh Perum Jasa Tirta.
Penanaman pohon penghijauan mulai dilaksanakan secara simbolik pada tahun 1983 berupa 22 ( dua puluh dua) jenis tanaman kayu dan 1 (satu) jenis tanaman buah, kemudian tahun 1985 penanaman pohon dilanjutkan secara bertahap sampai dengan saat ini.
Pelaksanaan penanamam pohon dilakukan oleh tamu-tamu dinas yang berkunjung ke Arboretum Sumber Brantas, dan nama penanam diabadikan untuk melengkapi data nama pohon yang ditanam dimana di lahan 12 hektar tersebut diharapkan mampu menampung 10.000 pohon.
Jumlah pohon yang telah ditanam di Arboretum sampai dengan saat ini telah mencapai lebih kurang 3.200 pohon, dengan jenis-jenis tanaman sebagai berikut Kaju manis (Cinnanonum burmani) , Kayu Putih (Eucalyptussp) , Gagar (Fraxinusgriffiti),Cemara duri (Araucariasp), Cemara gunung (Casuarinajunghuhniana),Cemara pine trees , Kina ( Chinchona sp ) ,Cempaka/Locari (Michelia champaka) Senaon (Albizziafalcata).
Pinus (Pinus merkusii) Waker Kaspanye Elo (Ficus glomerata), Klampok (Eugenia Sp ) , Pule (Alstoniasp) , Beringin (Ficus benjamina) Dadap Duri (Erythrina sp ) , Bendo (Entada phaseoloides) ,Dadap minyak (Erythrina Sp) Klerek(CurciligoSp) ,Mahoni (Swietenia mahagoni) , Mindi (Meliaazedarach).
Oliander Salam (Eugeniapolyantha) , Tarena (Tarenna laxiflora) , Wadang (Pterospermumjavanicum) , Damar (Agathis alba) , Kemi (Aleurites moluccana) , Bottle brush (Callistemon sp) , Cannon ball (Couroupitageuanensis) , Kakrok (Curciligo archioides ) Kesek tanjang (Dodoneae angustifolia) Juwet (Eugenia cumini) , Ketapang (Ficus pandurata)
Tanjung (Mimusop elengi) Apokat (Persea americana) Puspa (Schima norohnae) , Suren (Toonasureni)
”Namun inipun belum mencukupi, karena terbatasnya dana jika ingin daerah disekitar Sumber Brantas hijau kembali, karena ganti rugi yang diminta warga sangat tinggi. Namun kita tetap akan berusaha agar bagaimana air di Sumber Brantas ini tetap mengalir demi anak cucu kita nanti,” tambahnya.
Sebagaimana disinggung di atas salah satu habitat air bagi kita adalah sungai, sungai merupakan sumber daya alam air permukaan yang menyediakan air cukup besar dan memiliki ciri yang khas, yakni mengalir tanpa batas –batas wilayah administrasi.
Dengan melihat potensinya yang cukup besar, sungai sangat memiliki arti penting bagi manusia dan makhluk hidup lainya karena merupakan sumber daya alam yang bepotensi ekonomi dan ekologis yang dapat menunjang kesejahteraan maupun keberlangsungan hidup dirinya dan makhluk hidup lainya. Pertanyaan besarnya adalah, apakah kita akan mewarisi kepada anak cucu kita i dengan air limbah akibat keserakahan kita ? (Imam Mubarok Muslim/Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s