Pelaku dan Korban Adalah Korban

Irfan Nakal Sejak Kelas Satu dan Maniak Nonton Smackdown

Tidak ada turunan pembunuh, lahir dari seorang ibu bernama Supraptini (41) yang keseharian ahli dalam membuat sate dan ayah yang bernama Ahmad Yani (38) bekerja sebagai makelar. Irfan Efendi (12) pembunuh berdarah dingin yang tega menghabisi Fisal Amanullah (4) tetangga sendiri ternyata korban tontonan smackdown di salah salah satu TV swasta yang saat ini menui kritik.
Setidaknya itulah pengakuan Supraptini sang ibu yang melahirkan Irfan yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatnya itu diusia menginjak remaja.
“Kami tidak memiliki televisi, sebab uang baru saja untuk membeli rumah yang baru kita tempati tiga bulan ini. Untuk mencari hiburan Irfan biasa menonton televisi di rumah para tetangga sejak acara itu mulai ditayangkan di televise. Namun setelah mendengar banyak korban yang terluka karena ditirukan anak-anak dia mulai saya batasi melihat acara smackdown,” kata Supraptini pada RADAR Surabaya.
Larangan dari ibunya untuk menonton smackdown teryata bukan sesuatu yang harus dipatuhi oleh Irfan. Sebab ternyata ia berulang kali lewat jalan belakang untuk kembali menonton.
“ Padahal ketika saya panggil pulang saya selalu membawa sapu dan saya hajar agar tidak menonton tayangan yang membahayakan itu. Namun ia tetap saja bandel meski saya hajar habis-habisan,” jelasnya.
Apakah Supraptini juga sering melakukan kekerasan pada kedua anaknya yakni Irfan Efendi (12) dan Hafid Pranari (11) diluar kesalahan anak-anaknya menonton smackdown,”Dia sering saya hajar kalau bertengkar dengan adiknya atau sebaliknya adiknya saya hajar jika mengajak bertengkar dengan kakaknya. Kadang saya gebuk dengan sapu, saya cubit,” aku Supraptini.
Lalu apakah itu membuat jera mereka,” Tidak dia malah menjadi jadi biasanya,” tukasnya. Lalu bagaimana akibat dampak dari itu semua akhirnya melahirkan anak yang bandel dan suka kekerasan dengan bukti tega membunuh Fisal anak usia empat tahun ?
“ Saya belum yakin dan tidak akan percaya jika Irfan anak saya melakukan pembunuhan sekeji itu. Pokoknya apapun kenyataanya saya tidak akan percaya, karena saya tidak mendidik seperti itu,” ujar Suppartini berkali-kali membantah perbuatan anaknya itu.
Keterangan beberapa tetangga tersangka termasuk salah satunya Ketua RT 03 RW 03 Suprayitno Prihadi, Irfan nakal akibat pergaulan yang tidak jelas,” Orang tuanya rumahnya selalu berpindah-pindah dan kurang mendapat perhatian karena orang tuanya sibuk sendiri-sendiri sehingga karakternya terbuktur dari lingkungan yang berbeda-beda,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Sukirno Kepala Sekolah SDN Sidomulyo Kecamatan Semen pada RADAR Surabaya, Rabu (6/12),” Sebenarnya anak itu sudah ada perbaikan berkaitan dengan tingkah lakunya. Memang dulunya dia sangat nakal sekali khususnya mulai kelas satu, bentuk kenakalan itu antara lain suka mengajak berkelai dengan temannya dan kadang suka berani kepada bapak ibu gurunya, selain itu dia juga kurang pandai dibandingkan teman-temannya yang lain” kata Sukirno.
Dirinya mengaku kaget ketika mendengar kabar bahwa anak didiknya tersebut kini harus menjadi tersangka pembunuhan,” Saya sebenarnya tidak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Tapi apalah daya kami sebab ketika pulang dan tidak sekolah kami juga tidak bisa memantau anak tersebut,” tambah Sukirno.
Bagaimana dengan tanggapan teman-temannya seperti diungkapkan Sukirno Kepala Sekolah SDN Sidomulyo Kecamatan Semen ?,” Iya mas dia suka main smackdown. Pernah suatu ketika saya di smackdown hingga mata saya bengkak. Ulah itu tidak hanya dilakukan kepada adik-adik kelasnya tapi juga sesama teman sekelasnya,” kata Riyo siswa kelas V yang pernah menjadi korban Irfan.
Hafid Pranari adik Irfan yang juga siswa kelas V SDN Sidomulyo Semen ditemui RADAR Surabaya juga terkesan bandel. Saat ditemui ia sedang menawar-nawar gambar tokoh-tokoh smackdown yang masih dijual bebas di sekolah tersebut meski kepala sekolah telah membuat larangan agar para pedagang tidak menjual,” Saya ndak mau ikut-ikut mas Irfan dan saya tidak tahu apa yang dilakukan mas Irfan kemarin karena saya waktu itu sedang mengaji,” sambut Hafid sebelum RADAR Surabaya melayangkan pertanyaan padanya.
Sementara itu psykiater RS Bhayangkara Kediri Kompol dr Rony Subagio SpKjSmackdown menyatakan bahwa kenekatan yang dilakukan Irfan itu adalah akibat IQ nya yang rendah. Dimana cirri-ciri IQ rendah adalah kejiwaanya labil, cepat marah atau tersinggung dan juga gampang meniru
” Tayangan smackdown ini adalah dampak, dimana karekter pelaku ini terbentuk karena kecerdasan yang rendah dan anak yang kecerdasanya rendah karakternya biasanya gampang emosi. Makanya perlu pemeriksaan lebih lanjut terhadap Irfan sendiri, dan kami siap menunggu kapan polisi membawa ke rumah sakit. Selain itu kami himbau kepada orang tua agar melarang tayangan-tayangan di televis yang bersifat kekerasan salah satunya smackdown ini,” katanya
Sedikit diketahui smackdown adalah sebuah program hiburan wrestling yang merupakan bagian dari World Wrestling Entertainment (WWE). Di Amerika Serikat, Smackdown! lazim dikenal dengan nama WWE Friday Night SmackDown.
Smackdown kini tidak hanya ditayangkan di AS, tapi juga berbagai negara lainnya seperti Kanada, Australia, Britania Raya, dan Indonesia. Smackdown seringkali disebut sebagai “B shownya” WWE (Monday Night RAW lebih sering dirujuk sebagai “A shownya” WWE).
Di AS, Smackdown biasanya direkam pada hari Selasa setiap pekan dan ditayangkan hari Jumat malam pada pekan yang sama. Smackdown ditayangkan pertama kali pada tahun 1999. Smackdown ditayangkan di Indonesia sejak tahun 2000; pada waktu itu ditayangkan di RCTI, dan sejak saat itu Smackdown kerapkali berpindah stasiun TV, antara lain TPI dan terakhir di Lativi. Namun karena banyak memakan korban khususnya anak banyak pihak banyak yang menuntut agar tayangan tersebut dihentikan karena tidak mendidik. (Imam Mubarok Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s