Dobok Kowe…! Berujung Maut

Dibilangi Goblok, Bocah 9 Tahun Bunuh Teman

KEDIRI-RADAR- Hanya karena sering diejek dan diolok-olok goblok, Irfan Efendi (12) siswa kelas VI SDN Sidomulyo Semen, tega membunuh Mohammad Fisal Amanullah (4) tetangganya warga Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kediri, Selasa (5/12).
Saat ditemukan kali pertama oleh Suhadi (70) di bagasi mobil VW Combi di bengkel mobil milik Suwardi (45) tetangganya ,tubuh korban yang juga cucu Suhadi sudah dalam kondisi tidak bernyawa . Putra pasangan Joni Suprayitno dan Dewi Ratnasari itu itu mengalami luka jeratan pada leher, bekas pukulan benda tumpul pada paha, dan goresan silet pada tangan.
“ Kami sudah mengamankan Irfan. Dia diduga membunuh Fisal, karena diejek korban,” ungkap Kapolres Kediri AKBP Aris Wahyu S, dihubungi melalui telepon, Selasa (5/12)
Sementara itu, menurut Suwardi, penemuan jenazah berawal ketika dia hendak menutup bengkel sekitar pukul 16.00. Setelah selesai menutup bengkel tiba-tiba muncul Suhadi, kakek Fisal dari kejauhan,” Ia mengaku kehilangan cucunya. Kemudian bertanya kepada saya tetapi saya jawab tidak tahu,” ungkapnya.
Suhadi tak putus asa. Selanjutnya, ia berusaha mencari cucu kesayangannya di sekitar bengkel. Pada saat melintas mobil VW Combi di depan bengkel, Suhadi melihat ceceran darah. Ia kemudian meminta bantuan Suwardi untuk membuka begasi mobil.
Di dalamnya, mayat Fisal ditemukan dalam kondisi luka parah. Melihat cucunya mati mengenaskan Suhadi tak kuat melihat kenyataan itu, Suwardipun langsung mencari pertolongan, termasuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Mojo.
Selisih 30 menit kemudian polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil sementara, korban meninggal akibat pukulan benda tumpul, dan goresan senjata tajam. Pada leher korban ditemukan jeratan tali rafia.
Sedangkan pada paha terdapat luka pukulan benda tumpul. Sementara pada pergelangan tangan terdapat goresan silet. Pembunuhan sadis itu menggemparkan desa berpenduduk sekitar 500 kepala keluarga (KK) itu. Dewi, ibu korban, berteriak histeris melihat putra pertamanya terkapar.
Polisi sempat kebingungan mencari pelaku pembunuhan. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan saat di TKP. Salah satunya, irfan, teman korban. Saat itu, ia mengatakan, sempat bermain dengan Fisal. Ketika itu ada dua orang mengendarai motor.Satu mengenakan helm teropong, dan seorang lagi mengenakan masker.,” Seorang diantaranya mengasihkan uang Rp2 ribu kepada Faisal. Setelah diberi uang itu, Faisal hilang,” tutur irfan sebelum akhirnya diamankan.
Ternyata pengakuan Irfan kepada polisi dan sejumlah wartawan hanya untuk mengelabuhi. Setelah didesak petugas kepolisian, akhirnya Irfan mengakui kalau hal itu perbuatannya. Bahkan Irfan berdasarkan keterangan polisi, sempat berangkat mengaji.
”Kita langsung mengamankan tersangka untuk dimintai keterangan,” kata Kapolres AKBP Aris Wahyu S setelah mengamankan tersangka sekitar pukul 21.30 . Sebelumnya, sekitar pukul 19.30 , jenazah korban dibawa ke RSUD Gambiran untuk dilakukan otopsi. Menurut rencana jenazah akan dimakamkan hari ini Rabu (6/12) sekitar pukul 09.00 (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s