Lho Kok Iso ! LP Dadi Nggon Bakulan Pil Asu

LP Kelas II A Kediri Dijadikan Tempat Peredaran Narkoba

Siapa bilang lembaga pemasyarakatan sebagai tempat orang taubat. Sebab banyak juga penghuninya yang ternyata masih belum jera dengan hukuman yang ia jalani, sebagai bukti banyak narapidana mengkonsumsi narkoba yang dipasok dari luar. Dan ini sebagai bukti keamanan LP dipertanyakan ?
Wajar jika kemudian polisi menaruh kecurigaan di lembaga yang ada dibawah Departemen Hukum dan HAM ini. Atas dasar kecurigaan itulah, Kamis sore ( 23/11) tim Buser Polwil Kediri melakukan pengendusan di sekitar LP Kelas II A Kediri Jl Jaksa Agung Suprapto hingga memperoleh hasil yang memuaskan yakni 25. 840 pil koplo jenis lexotan dan double L.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan Suprianto (23) warga Tulungrejo Pare yang ditangkap petugas di depan LP dalam keadaan kopler. Dari penggeledahan yang dilakukan terhadap tersangka petugas mengamankan pil jenis double L sebanyak 480 butir, uang tunai Rp250 ribu dan hand phone sony ericsson jenis K-300.
Pengakuan Suprianto pil – pil tersebut rencananya akan diberikan kepada adik Iparnya atas nama Sidiq yang kini ditahan di LP Kelas II A Kediri yang ditahan dalam kasus perampokan. Selain itu tersangka mengaku telah berulang kali berhasil menyelundupkan barang haram tersebut ke LP dengan cara dimasukkan ke dalam bungkus rokok.
Selain menemukan BB yang cukup bisa mencoreng LP. Polisi juga menemukan nomor HP yang disimpan di dompet Suprianto. Polisi menduga nomor HP tersebut adalah milik komplotan Suprianto.
Benar setelah ditunggu 30 menit setelah di hubungi Suprianto dengan pengawasan petugas, pemilik nomor HP tersebut datang di depan LP mendatangi Suprianto. Hingga akhirnya diketahui pemilik nomor HP tersebut adalah Ferry (24) warga Babakan Tugurejo Gampengrejo Kediri
Tanpa menunggu kesempatan petugas langsung mengamankan Ferry. Dari penggeledahan yang dilakukan petugas hanya menemukan kunci kamar yang disimpan di saku celanannya.
“Dari situlah awal mula kecurigaan kenapa dia membawa kunci kamar. Kamar kalau dikunci biasanya kan ada barang yang sifatnya rahasia. Dengan sedikit kita rayu akhirnya Ferry mau diajak ke rumahnya bersama Suprianto untuk barang yang rahasia itu,” kata Kompol Tulus Wahyu Widodo Kabag Bina Mitra Polwil Kediri pada RADAR Surabaya, Jumat (24/11).
Benar dugaan polisi ternyata setelah dibuka kamar Ferry petugas menemukan ribuan pil yang disimpan di bawah kolong tempat tidur Ferry. Pil tersebut terdiri dari 18.400 jenis lexotan dan 7000 jenis double L,” Saya yang selama ini memasok kebutuhan Suprianto ,” kata Ferry berterus terang.
Lalu dari mana Ferry mendapat pil kirik sebanyak itu ? Ternyata diketahui barang tersebut adalah warisan Hambar tersangka pil koplo dengan BB ribuan yang ditangkap Res Narkoba Polres Kediri beberapa waktu yang lalu. “Barang-barang tersebut adalah titipan Hambar sebelum ia ditangkap dan saya diserahi untuk memasarkan,” tukas Ferry.
Kedua tersangka kini diamankan di Mapolwil Kediri dan bersiap-siap tidur dalam jangka waktu yang lama dalam tahanan. Sedangkan polisi masih mempunyai PR yakni mengembangkan kasus tersebut di lembaga pemasyarakat kelas II A Kediri.
“ Pokoknya kita akan terus kembangkan kasus ini hingga kini menemukan titik terang komplotan ini. Selain itu kita akan mencoba masuk untuk mengadakan razia ke LP. Sebab selama ini LP kurang kooperatif dengan pemberantasan penyakit masyarakat yang merusak moral generasi bangsa ini. Kita berharap LP bersedia diajak kerjasama,” kata Tulus menambahkan.
Sementara Agus Joko Suhardono BcIp Kepala Lembaga Pemasyarakatan LP Kelas II A Kediri dikonfirmasi RADAR Surabaya membantah jika LP Kelas II A Kediri adalah tempat peredaran pil koplo.“Yang saya tahu LP yang saya pimpin sangat ketat, jadi tidak mungkin ada orang yang bisa memasukkan pil kedalam LP,” kata Agus.
Lalu bagaimana jika kenyataanya demikian ? Apakah pihak LP memperbolehkan polisi melakukan razia di LP,” Sebenarnya selama ini kami telah melakukan kerjasama dengan Bina Mitra Polresta Kediri terkait MoU antara Departemen Hukum dan HAM dan Polri terkait razia di LP, namun mereka tidak koopretif melaksanakan,” jelas Agus balik menyalahkan aparat kepolisian. (Imam Mubarok Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s