Kencing Manis…

Orang Indonesia Usia 40 Tahun ke Atas Rawan Diabetes

KEDIRI- Awas ! Masyarakat Indonesia yang berusia 40 tahun ke atas atau usia produktif beresiko tinggi terkena penyakit kencing manis (diabetes mellitus/DM).
Penjelasan tersebut disampaikan pakar diabetes RS Santo Vincentius A Paulo Surabaya dr Dany Irawan Sp.PD di Kediri, Selasa (14/11) mengungkapkan, hal itu disebabkan perubahan pola hidup sebagai dampak dari modernisasi.
“Orang Indonesia itu cenderung ingin enak terus. Naik gedung bertingkat harus menggunakan lift, terima telepon menggunakan wireless sehingga tidak perlu jalan. Justru pola hidup yang tidak banyak menggunakan tenaga fisik seperti ini mengakibatkan penyakit DM semakin merajalela. Berbeda dengan di negara-negara maju penyakit ini cenderung menyerang pada orang berusia di atas 60 tahun,” ujarnya saat ditemui usai menjadi pembicara dalam Talk Show “Let’s Talk About Diabetes” itu.
Berdasarkan data Persatuan Indo Krinologi Indonesia dari tahun ke tahun jumlah penderita DM di Indonesia terus bertambah, pada tahun 2005 jumlahnya telah mencapai delapan juta kasus atau sekitar 4 persen dari seluruh jumlah penduduk.
“Pada tahun ini diperkirakan jumlahnya bisa mencapai sembilan juta lebih seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk, usia harapan hidup semakin tinggi, dan derasnya arus urbanisasi,” ujarnya.
Jumlah penderita DM di Indonesia menduduki rangking keempat dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Ia menjelaskan, DM sendiri adalah suatu penyakit yang disebabkan peningkatan kadar gula dala darah akibat kekurangan hormon insulin dengan gejala-gejala seperti kencing berlebihan, rasa haus berlebihan, kelemahan fisik akibat tidak adanya glukosa dalam otot, penurunan berat badan, mata kabur akibat adanya gula darah tinggi membuat lensa mata menjadi bengkak, dan gatal di sekitar kemaluan.
Kegemukan atau obesitas merupakan salah satu faktor penyebab penyakit DM dan dalam pengobatannya selain obat-obatan anti diabetes perlu ditunjang dengan terapi diet untuk menurunkan kadar gula darah.
Penderita DM ini, lanjut Dany, sangat mungkin terkena komplikasi yang dapat mengakibatkan strok, jantung koroner, gagal ginjal, kebutaan, hingga menyebabkan kematian.
“Penyakit DM adalah penyakit dengan biaya tinggi, tapi bisa dicegah dengan biaya yang sangat murah, yaitu melakukan modifikasi gaya hidup dengan cara olahraga secara teratur dan mengubah pola makan tergantung kebutuhan kadar kalori,” katanya menambahkan.
Menurut dia, untuk mengetahui seseorang menderita DM atau tidak yaitu
dengan cara memeriksakan kadar gula darah. Kadar gula darah normal pada saat puasa 80 sampai 110 mg/dl dan`setelah makan 110 sampai 160 mg/dl.
Dany menambahkan, penyakit DM tidak dapat disembuhkan, tapi dengan kemauan keras penyakit ini dapat dikendalikan dan dengan berbekal pengetahuan yang cukup dan keinginan yang kuat, maka penyakit ini bukan penyakit yang menakutkan. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s