Diikuti Juga Peserta Non Muslim

Lomba Mewarnai dan Lukis Raja-Raja Denmark dan Babi Digelar 5 Nopember
* Peserta Non Muslim Juga Banyak yang Ikut Mendaftar

KEDIRI-RADAR- Setelah persiapan panjang yang dilakukan panitia dan negoisasi kepada beberapa pihak yang mengkuatirkan acara tersebut diselenggarakan akhirnya lomba mewarnai dan melukis dengan tema “Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” dipastikan digelar pada Minggu 5 Nopember lusa
Antusias masyarakat terhadap pelaksanaan lomba mewarnai dan lukis yang diselenggarakan Radio Komunitas Radikal (Radio Pendidikan Keluarga) FM ternyata tidak hanya umat Islam saja, namun juga dari umat non muslim
Hal ini terbukti ketika pendaftaran dibuka pada sejak Senin(17/10) hingga Jumat kemarin (3/11) di kantor Radikal FM Jl Mayor Bismo 23 Kediri sudah ratusan pendaftar yang menyatakan ikut serta.
“ Alhamdulillah acara ini akhirnya terselenggara setelah sebelumnya ada beberapa proses negoisasi. Karena ada beberapa pihak yang tidak saya sebutkan mengkuatirkan acara ini terselenggara. Setelah saya jelaskan dengan rinci runtutanya akhirnya mereka paham dan mengijinkan acara ini terselenggara,” kata Imam Mubarok Ketua Panitia acara, Jumat (3/11).
Acara yang dibawah tanggungjawab budayawan Agus Sunyoto sekaligus penanggungjawab Yayasaan Lembaga Pemberdayaan Umat Ansorullah (YLPUA) Lembaga itulah yang menaungi Radio Radikal FM mengaku bangga dengan banyaknya pendaftar yang tidak hanya dari kalangan umat Islam saja.
“Saya mengucapkan terima kasih ternyata yang mendukung acara ini tidak hanya dari umat Islam tetapi juga agam lain. Lomba lukis ini merupakan alternatif peperangan dengan nagara barat. Dengan seringnya negara barat menjelek-jelakkan Nabi Muhammad, ini sudah merupakan babak baru dalam peperangan dengan kaum kafir dan kita tidak bisa tinggal diam,” kata Agus Sunyoto .
Menurut Agus umat Islam tidak perlu terpancing menjadi anarkis atas pelecehan itu. Namun harus ada gerakan sistematis untuk melawan pelecehan-pelecahan itu dengan mengedepankan intelektualitas dan kecerdasan.
“Kita ingin tahu, apakah publik di Denmark bisa menerima kartun yang kita buat tentang raja mereka. Jika ternyata mereka marah dan emosional atas kartun yang kita buat, mengapa mereka selalu menjelak-jelakkan Nabi Muhammad SAW,” tambah Agus Sunyoto.
Dengan memahami legenda dan mitos yang dipercaya oleh bangsa Denmark, umat Islam di seluruh dunia khususnya di Indonesia diharapkan dapat memahami sikap benci orang-orang Denmark kepada agama Islam dan terutama kepada Nabi Muhammad SAW selaku penyiarnya.
Dimana ajaran Islam yang menempatkan binatang babi sebagai hewan paling najis, sangat menyinggung perasaan bangsa Denmark yang menurut legendanya raja-raja mereka adalah keturunan babi.
“ Jadi kalau mereka kemudian marah dan menista Nabi Muhammad SAW harus difahami sebagai ungkapan alam bawah sadar suatu komunitas keturunan babi. Hal serupa, telah terbukti pula saat bangsa Denmark mendukung gerakan Nazi dalam ethnic-cleansing membantai etnis Yahudi di era Perang Dunia II, karena Agama Yahudi juga mengajarkan bahwa babi adalah hewan najis Dan satu lagi legenda itu sudah tertulis dalam buku yang ditulis orang Denmark yakni H.R Elis Davidson dengan judul “ Goods and Myths Of Northern Europe “,” pungkas Agus. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s