Polresta Kediri Amankan Rp598 Juta Upal

Polresta Kediri Amankan Upal Rp 0,5 Miliar Lebih
* Dua Tersangka Terpaksa Didor Kakinya

KEDIRI-RADAR- Sendikat pembuat uang palsu (upal) di Jawa Timur berhasil diungkap tim Resmob Polresta Kediri dalam operasi pengembangan kasus sehari sebelumnya, Rabu (18/10). Dari tangan para tersangka petugas berhasil mengamankan uang senilai Rp598 juta berikut alat untuk mencetak uang.
Pengungkapan kasus terbesar sepanjang sejarah kepolisian di Jatim layak mendapat acungan jempol. Sebab sehari sebelumnya anggota lantas Polresta Kediri berhasil menangkap dua pelaku pengedar upal yang dibekuk di sekitar alun alun Kota Kediri dengan BB Rp25,5 juta.
“Dari penangkapan awal itulah akhirnya kami perintahkan kepada anggota untuk terus mengungkap kasus ini, dan Alhamdulillah mendapatkan hasil,” kata Kapolresta Kediri AKBP Drs Adnas Msi pada RADAR Surabaya, Rabu (18/10).
Keberhasil pengungkapan ini juga berkat keterangan dua tersangka sebelumnya yang telah ditangkap yakni Sholikin (54) warga Sumobito Jombang dan Qusairi (22) warga Dusun Sumbersari Desa Ceweng RT 04 RW 05 Kecamatan Diwek Jombang yang memberikan keterangan darimana uang tersebut didapat.
Atas dasar keterangan para tersangka inilah akhirnya polisi langsung menuju sarang komplotan yang ditunjukkan yakni Perum Gading Fajar Sidoarjo. Saat digrebek komplotan ini sedang melakukan aktivitas mencetak uang pecahan Rp100 ribu.
Saat digrebek beberapa orang yang didalam rumah langsung menyerahkan diri saat moncong senjata petugas mengarah ke mereka. Mereka yang menyerahkan diri tersebut antara lain, Sunardi (41) warga Dusun Tejo Desa/Kecamatan Mojoagung, Ashari (27) warga Dusun Kademangan Desa/Kecamatan Gudo Jombang dan Sumo Kamim (52) warga Dusun Sambisari Kecamatan Diwek Jombang.
Sementara dua tersangka lainnya Suyanto (35) dan Sulhan Amri (38) yang saat digrebek mencoba melarikan terpaksa dilumpuhkan kaki kanannya dengan timas panas petugas karena berusaha kabur saat petugas menggrebek tempat mereka mencetak uang palsu.
Dari keteragan para tersangka ini, akhirnya diketahui Suyanto dan Sulhan Amri lah otak pemalsuan uang untuk wilayah Jawa Timur, Bali hingga NTT. Keduanya ini adalah mahasiswa lulusan desain grafis salah satu perguruan seni terkenal di Yogjakarta.
Selain melumpuhkan para tersangka petugas juga berhasil mengamankan uang siap edar pecahan Rp50 ribu senilai Rp 90 juta dan juga lembaran uang Rp100 ribuan edisi terbaru yang belum dipotong senilai Rp508 juta. Tidak hanya uang yang diamankan petugas , tetapi juga peralatan sablon hingga mesin – mesin khusus untuk mencetak uang palsu.
“Rencanannya uang yang Rp90 juta pecahan Rp50 ribu itu akan diedarkan di Kediri. Tapi sebelum dilempar ke pasaran berhasil kita sikat. Dalam menjual uang mereka mengguanakan patokan 1 : 3. Yakni setiap kita membeli Rp1 juta maka kita mendapatkan 3 juta uang palsu,” tambah Adnas
Adnas mengaku tidak puas dengan komplotan ini, ia mengaku akan mengembangkan kasus ini dan mengejar palaku lainya yang masuk komplotan ini, khususnya sel-sel yang ada ditingkat daerah. Sebab, komlotan ini mengaku telah setahun lebih beroperasi.
Seperti diberitakan RADAR Surabaya sebelumnya, pengedar uang palsu berhasil berhasil diamankan jajaran Polresta Kediri Selasa (17/10). Sholikin (48) dan Moh Qusairi (23) keduanya warga Jombang ditangkap saat diadakan operasi Ketupat Semeru di depan alun alun Kota Kediri. Dari kedua tersangka polisi berhasil mengamankan BB berupa uang pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu senilai Rp25,5 juta.
Meski sudah diamankan dan kedua tersangka telah dimintai keterangan di Mapolresta Kediri, namun petugas belum berani mengekspos kasus ini karena memburu otak pencetak uang palsu .
Sumber RADAR Surabaya di menerangkan penangkapan terhadap kedua tersangka ini saat keduanya melintas di alun alun Kota Kediri. Karena mencurigakan oleh petugas akhirnya mobil Isuzu Panther Nopol W 475 NE warna hitam dihentikan.
“Saat digeledah ternyata kedua orang ini menyimpan uang palsu yang telah dibungkus tas di bawah jok mobil. Didalamnya berisi uang pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp19 juta dan pecahan Rp50 ribu sebanyak Rp6,5 juta. Karena terbukti keduanya langsung diserahkan peugas ke Reskrim Polresta Kediri,” kata sumber RADAR Surabaya yang enggan disebutkan namannya.
Sebelumnya pada awal Juni lalu Sat Reskrim Polresta Kediri berhasil mengamankan komplotan Mujianto (42) warga Gang Carik, Desa Kwadungan, Gampengrejo, Kediri otak peredaran uang palsu di Kediri yang beroperasi sejak 2001 lalu .
Pelaku tertangkap basah menggunakan uang palsu saat membayar angusaran kredit sepeda motor OTO Finance dengan 4 lembar pecahan RP 100 ribu palsu.
Dari penangkapan Mujianto petugas akhirnya kembali membekuk 5 orang komplotan Mujianto termasuk salah satunya seorang dosen, Selasa (6/6) dengan BB uang pecahan Rp100 senilai Rp13 juta.
Kelima kompolotan yang diamankan dimana salah satunya perempuan tersebut adalah DE (41) , AR (42) keduanya warga Kelurahan Ngadiredjo Kota Kediri, AP (52) oknum PNS warga Semampir Kota Kediri, EB (47) seorang dosen warga Wilis Mukti Kota Kediri dan ZA ( 43) warga Sarugunan Sragen Jawa Tengah.
“ Pengembangan kelima tersangka ini setelah sebelumnya kita mengamankan tersangka utama saat melakukan pembayaran kredit motor di OTO Finance dengan menggunakan uang palsu,” kata AKBP Adnas MSi Kapolresta Kediri pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Adnas setelah memintai keterangan pada Mujianto yang ternyata beroperasi di Kota Kediri sejak 2001 lalu, polisi akhirnya melakukan penangkapan kepada para tersangka lainya
” Empat orang dari Kediri dan satu orang dari Sragen Jawa Tengah. Dan kini kita masih mengembangkan kasus ini hingga ke Bekasi, karena memang pusat uang palsu seperti keterangan tersangka dari daerah Bekasi,” tambahnya. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s