Lomba Lukis Raja Denmark dan Babi Dibanjiri Pendaftar

Pendaftar Lomba Lukis Legenda Raja Denmark dan Babi Membludak

KEDIRI-RADAR- Antusias masyarakat terhadap pelaksanaan lomba lukis dengan tema “ Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” yang diselenggarakan Radio Komunitas Radikal (Radio Pendidikan Keluarga) FM ternyata tidak hanya diminati anak-anak, tetapi sejumlah mahasiswa juga ikut mendaftar.
Hal ini terbukti ketika pendaftaran dibuka pada Selasa (17/10) di kantor Radikal FM Jl Mayor Bismo 23 Kediri kurang lebih 100 pendaftar ikut antri mendaftar. Antusiasme para pendaftar ini dikarenakan Nabi Muhammad dilecehkan oleh warga Denmark, meski pelaksanaan lomba baru akan dilaksanakan pada 5 Nopember mendatang.
“ Saya sangat senang dengan diadakan lomba lukis ini , sebab dengan begitu saya dapat membela Nabi Muhammad, nabi yang sangat saya hormati. Selain itu hadiahnya juga besar yakni Rp5 juta” kata Made (8) salah satu pendaftar yang ikut antri di pembukaan hari pertama tersebut .
Tidak hanya Made, Agnes (18) mahasiswi Universitas Islam Kediri (Uniska) mengaku dirinya terpanggil untuk ikut lomba lantara pelecehan yang dilakukan warga Denmark terhadap Nabi Muhammad sudah sangat keterlaluan.
Penyelenggaraan lomba lukis “ Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” itu dibawah tanggungjawab budayawan Agus Sunyoto sekaligus penanggungjawab Yayasaan Lembaga Pemberdayaan Umat Ansorullah (YLPUA) Lembaga itulah yang menaungi Radio Radikal FM mengaku bangga dengan banyaknya pendaftar.
“Lomba lukis ini merupakan alternatif peperangan dengan nagara barat. Dengan seringnya negara barat menjelek-jelakkan Nabi Muhammad, ini sudah merupakan babak baru dalam peperangan dengan kaum kafir dan kita tidak bisa tinggal diam,” kata Agus Sunyoto pada RADAR Surabaya, Selasa (17/10).
Menurut Agus umat Islam tidak perlu terpancing menjadi anarkis atas pelecehan itu. Namun harus ada gerakan sistematis untuk melawan pelecehan-pelecahan itu dengan mengedepankan intelektualitas dan kecerdasan.
“Kita ingin tahu, apakah publik di Denmark bisa menerima kartun yang kita buat tentang raja mereka. Jika ternyata mereka marah dan emosional atas kartun yang kita buat, mengapa mereka selalu menjelak-jelakkan Nabi Muhammad SAW,” tambah Agus Sunyoto.
Dengan memahami legenda dan mitos yang dipercaya oleh bangsa Denmark, umat Islam di seluruh dunia khususnya di Indonesia diharapkan dapat memahami sikap benci orang-orang Denmark kepada agama Islam dan terutama kepada Nabi Muhammad SAW selaku penyiarnya.
Dimana ajaran Islam yang menempatkan binatang babi sebagai hewan paling najis, sangat menyinggung perasaan bangsa Denmark yang menurut legendanya raja-raja mereka adalah keturunan babi.
“ Jadi kalau mereka kemudian marah dan menista Nabi Muhammad SAW harus difahami sebagai ungkapan alam bawah sadar suatu komunitas keturunan babi. Hal serupa, telah terbukti pula saat bangsa Denmark mendukung gerakan Nazi dalam ethnic-cleansing membantai etnis Yahudi di era Perang Dunia II, karena Agama Yahudi juga mengajarkan bahwa babi adalah hewan najis,” pungkas Agus. (aro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s