Profilku

Penulis (Imam Mubarok Muslim ) adalah wartawan Harian Pagi RADAR Surabaya Jawa Pos Grup sejak tahun 2002 yang memulai kariernya sebagai jurnalis pada tahun 1997 -1998 di tabloid Skandal milik Harian Pagi Memorandum. Hingga akhirnya pada tahun 1999 ditarik ke Harian Pagi Memorandum dan dipercaya oleh perusahaan untuk mindirikan Harian Pagi Memorandum Kediri. Jenuh di dunia “kriminal” pada tahun 2002 akhirnya mengundurkan diri di media yang telah dirintis dan membesarkan namannya tersebut.
Setelah sempat istirahat tiga bulan semenjak keluar dari Harian Pagi Memorandum Kediri, akhirnya ia kembali kancah tulis menulis dengan bergabung di Harian Pagi Metro milik Jawa Pos. Sayang, karena dianggap kurang menguntungkan akhirnya koran tersebut ditutup, hingga akhirnya bergabung di Harian Pagi RADAR Surabaya (berdiri 24 Pebruari 2001,red) yang sebelumnya bernama SUARA INDONESIA .
Selain menekuni dunianya, penulis adalah koordinator sekaligus penggagas berdirinya wadah wartawan di Kediri sebelum lahirnya PWI dan AJI dengan bendera Insan Pers Kediri (IPK) yang anggotanya dari media cetak dan elektronik dari seluruh wartawan yang ada di Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Nganjuk . Dari sinilah tonggak sejarah itu dimulai, pada tahun 2006 IPK membidani lahirnya dua organisasi wartawan (AJI dan PWI) di Kediri, karena keinginan memiliki organisasi wartawan yang jelas dan bukan sekedar tempat nimbrung tanpa program yang jelas . (Sekedar diketahui PWI di Kediri sempat berdiri namun mati suri hingga akhirnya kembali berkibar kembali). Penulis sendiri saat ini bergabung di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri sebagai Koordinator Devisi Serikat Pekerja dan juga merangkap menjadi media officer tim kesebelasan Persik Kediri dan membantu menjadi dosen di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Ponpes Lirboyo Kediri mengajar di Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.