Pembunuh Balita Divonis 6 Tahun Penjara

Bocah Pembunuh Balita Akhirnya Divonis 6 Tahun Penjara
*Orang Tuanya Mengaku Pasrah

KEDIRI-RADAR- Irfan Efendi (12) siswa kelas VI SDN SDN Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yang juga pelaku pembunuhan Fisal Amanullah (4) tetangganya sendiri warga Desa Petok Kecamatan Mojo Kediri pada 5 Desember 2006 lalu akhirnya divonis 6 tahun penjara di PN Kabupaten Kediri, Kamis (15/2).
Vonis majelis hakim kepada terdakwa Irfan ini lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwijanto SH yang menuntut hukuman penjara 7 tahun terhadapnya. Atas putusan hakim tersebut Irfan menyatakan pikir-pikir selama satu minggu.
Irfan sendiri yang pada persidangan kemarin didampingi ibunya Supraptini dan ayahnya Ahmad Yani nampak tegar mendengar pembacaan putusan oleh Hakim Ketua Eri Mustianto SH M Hum didampingi dua hakim anggota Irfan SH M Hum dan Frenklin B SH M Hum, meski ia sendiri tampak capek dan ngantuk.
Sebab sidang baru dimulai pada pukul 14.00, sementara ia datang di Pengadilan Negeri pada pukul 10.30,” Atas konsultasi saya dengan penasehat hukum saya saya nyatakan pikir-pikir,” kata Irfan usai mengikuti sidang pembacaan vonis dirinya.
Yang menarik dalam persidangan kemarin tidak seperti persidangan sebelumnya-sebelumnya yang selalu tertutup. Menanggapi sidang terbuka untuk umum ini Eri Mustianto Hakim Hakim Ketua yang memimpin persidangan Irfan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan tersebut sesuai undang-undang.
“Sesuai pasal 59 ayat 3 UU 3/1997 tentang peradilan anak dijelaskan bahwa pembacaan putusan wajib dilakukan secara terbuka. Oleh karena wajib maka kami mengikuti aturan undang-undang, sebab kalau tidak kita lakukan maka hal ini menyalahi aturan,” katanya.
Sedangkan tentang vonis penjara 6 tahun terhadap Irfan menurutnya hal tersebut sudah pas,” Sebab tuntutan pasal 338 KUHP dalam kasus pembunuhan terdakwanya dituntut hukuman 15 tahun penjara, karena terdakwanya anak-anak maka kita berikan separuhnya dikurangi satu tahun dan ini juga mempertimbangkan tentang masa depannya juga,” tambah Eri.
Atas putusan hakim menghukum 6 tahun penjara terhadap Irfan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kediri Dwijanto SH menyatakan juga ikut pikir-pikir,” Sebab terdakwa menyatakan fakir-fikir maka saya juga mengikuti. Tapi menurut saya putusan hakim tersebut sudah pas karena demi masa depannya juga,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah Ahmad Yani ayah kandung Irfan menyatakan dirinya pasrah dengan putusan hakim tersebut ,” Biarlah ini menjadi pelajaranya agar kedepanya menjadi lebih baik. Apalagi dia tidak ditahan seperti orang-orang dewasa itu tapi dipenjara khusus dan statusnya menjadi anak Negara,” katanya.
Sidang dengan terdakwa Irfan kemarin boleh dibilang lebih cepat dari jadwal yang ditentutan yakni selama 45 hari . Sebab sejak dimulainya persidangan pada 16 Januari 2007 sidang berakhir pada 15 Pebruari 2007.(aro)

Muscab Partai Demokrat Kota Kediri Gagal

Muscab Partai Demokrat Kediri Gagal
*Ketua Panitia Lakukan Aksi Plester Mulut

KEDIRI-RADAR- Musyawarah Cabang I Partai Demokrat (PD) Kota Kediri yang dijadwalkan digelar pada Rabu (14/2) pukul 09.00 akhirnya gagal dilaksanakan. Gagalnya acara ini hanya gara-gara DPP PD menyatakan belum memberikan mandat kepada utusan yang akan memimpin Muscab di Kota Kediri.
Akibatnya ratusan kursi yang telah disediakan di Hotel Grand Surya Jl Dhoho kosong, sebab tidak ada satupun peserta Muscab yang datang dan hadir. Tidak hadirnya para peserta Muscab ini juga ada indikasi permainan salah satu kandidat yang telah mengkondisikan para peserta.
Akibat ketidakhadiran para peserta Muscab ini Jaka Siswa Lelana Ketua Muscab PD Kota Kediri melakukan aksi plaster mulut di depan pintu masuk hotel.Tentu saja aksi plaster mulut di pintu masuk hotel yang dilakukan Jaka ini membuat perhatian tersendiri oleh para tamu undangan yang hendak memasuki arena muscab.
Apalagi Jaka menggantungkan tulisan yang digantungkan di lehernya yakni “ Undangan terhormat telah dibatalkan untuk kesekian kalinya Muscab PD Kota Kediri info selanjutnya menunggu informasi DPD dan DPP tertanda SC”
Ditemui terpisah di ruang Muscab, Yudi Prahara mengaku pusing dengan sikap DPP PD yang dianggap plin-plan,” Sebab dua hari sebelum pelaksanaan Muscab Ketua DPD Jatim Abdul Hamid menyatakan DPP telah siap, namun pada kenyataanya pada Selasa malam (13/12) sekitar pukul 22.00 orang Ketua Organisasi dan Kaderisasi DPP PD drh. Jhonny Allen Marbun menghubungi kami yang menyatakan DPP PD tidak bisa hadir dalam Muscab karena belum ada mandat dari Ketua Umum PD. Sebab dalam AD/ART untuk menggelar Muscab harus ada perwakilan dari DPP yang juga memiliki satu suara,’ kata Yudi pada RADAR Surabaya.
Akibat kesimpang siuran informasi tersebut Yudi bermaksud menghubungi Hadi Utomo Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan H. Marzuki Alie Sekjen DPP PD, namun ternyata HP keduanya mati
” Kami tidak terima dengan tindakan DPP seperti ini, ini organisasi politik bukan bukan partai dagelan. Harusnya kalau membatalkan harus resmi yakni ada surat yang ditujukan pada kami, karena ini pembatalan sepihak. Yang jelas kami akan menuntut kasus ini, sebab kami telah berulang kali dikecewakan oleh DPP,” tambahnya.
Disinggung apakah gagalnya Muscab ini juga ulah dari salah satu kandidat ketua yang dalam jumpa pers kemarin tidak nampak,” Kalau masalah itu saya tidak berkomentar, sebab semua itu masih dugaan,” tukas Yudi.
Kontan acara Muscab kemarin hanya dihadiri oleh para kandidat ketua Partai Demokrat Kota Kediri yakni, Yudi Prahoro, Santoso, Mayor (Purn) H Slamet, sementara kandidat yang lain yakni Yoyok Rama Triasa yang juga anggota DPRD Kota Kediri tidak menampakkan batang hidungnya. (aro)

Uniska Bentuk Tim Kuasa Hukum Kasus Video Porno

Uniska Tunjuk Tim Kuasa Hukum Kasus Video Porno
*Tuntut Polisi Lakukan Pengusutan

KEDIRI-RADAR- Kasus beredarnya video porno dengan judul “ Reality Show Cah Uniska” benar-benar membuat Universitas Islam swasta di Kediri itu bergerak cepat. Salah satunya Uniska membentuk tim pengacara untuk membantu polisi melakukan pengusutan kasus tersebut.
Dan pada Rabu (14/2) tim kuasa hukum Uniska sudah mulai melakukan gerakan yakni menuntut segera dilakukan pengusutan seperti dilayangkan dalam surat yang ditujukan pada Kapolresta Kediri AKBP Adnas M Si.
Tim kuasa hukum Uniska tesebut antara lain Nur Baedah SH, S.Ag, MH, Agus Manfaluthi SH dan Hj Emi Puasa Handayani SH, MH. Juru bicara kuasa hukum Uniska pada RADAR Surabaya menjelaskan bahwa beredarnya video mesum tersebut sangat merugikan Uniska secara kelembagaan.
“ Oleh karena itu kami meminta kepada Bapak Kapolresta Kediri untuk mengusut secara tuntas pelaku tindak pidana yang menyebarluaskan/mengedarkan suatu gambar bergerak/rekaman video porno judul “ Reality Show Cah Uniska,” kata Emi Puasa Handayani pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Emi berdasarkan pengamatan dan analisa dari alat bukti yang telah didapatkan ternyata dua orang pelaku yang beradegan porno tersebut jelas-jelas bukan mahasiswa maupun civitas akademika Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri.
Sementara KH Anwar Iskandar salah satu petinggi yayasan yang menaungi Uniska menambahkan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menjatuhkan nama baik Uniska,” Kami percaya pada polisi akan bisa mengusut tuntas kasus ini, dan perlu saya tekankan lagi bahwa tidak ada mahasiswa kami yang berbuat seperti itu,” katanya menegaskan. (aro)

OP Kurang Maksimal

Kurang Maksimal, Operasi Pasar Beras Murah Diprotes Warga

KEDIRI-RADAR- Operasi Pasar (OP) beras Bulog yang dilakukan di tiga titik di Kota Kediri yakni Pasar Setonobetek, Pasar Banjaran dan Pasar Bandar banyak menuai protes warga. Pasalnya warga Kota Kediri sendiri banyak yang tidak kebagian lantaran diserbu oleh orang luar dearah.
Akibatnya mereka yang datang terlambat di tempat penjualan beras hanya bisa menggerutu karena tidak kebagian beras, Selasa (13/2) sekitar pukul 08.30. Menurut mereka Pemkot Kediri kurang mensosialisasikan operasi pasar tersebut kepada masyarakat.
“ Masak justru yang membeli beras orang luar daerah, sementara orang Kediri sendiri hanya mendapat jawaban dari petugas kalau berasnya sudah habis dan disuruh sabar pada operasi pasar berikutnya,” kata Katini (60) warga Jagalan Kota Kediri yang tidak kebagian beras dan terpaksa memunguti ceceran beras yang jatuh di lokasi pembagian.
Beberapa orang yang ditemui RADAR Surabaya yang sudah mendapatkan jatah beras mengaku mereka bukan warga Kota Kediri melainkan warga Prambon Nganjuk. Mereka mengaku mendapatkan informasi penjualan beras murah dari beberapa pedagang yang mangkal di Pasar Setonobetek yang berasal dari wilayah Nganjuk,” Lumayan mas IR 64 hanya dijual Rp3.700 sebab harga dipasaran saat ini mencapai Rp6.000, apalagi kita bisa mendapatkan 5 kg beras,” kata Imam yang diamini oleh teman-temannya.
Dikonfirmasi terpisah Kabag Perekonomian Pemkot Kediri, Dra Endang Ssos MM menyatakan banyaknya warga yang tidak kebagian beras tersebut bukan berarti pembagian tidak merata. Sebab operasi pasar yang dilakukan adalah baru hari pertama dari jadwal yang ditentukan di tiga tempat dengan jatah masing-masing 5 ton beras.
“ Masih banyak operasi pasar yang lain yang akan dilakukan jadi masyarakat tidak perlu kuatir. Selain itu kita juga akan melakukan kerjasama dengan toko-toko penjual beras yang ada tanda khusus dengan harga yang kita patok sama yakni Rp3.700 per kg. Tapi tidak boleh di jual kepada sesama pedagang beras, harus langsung kepada masyarakat oleh karena masyarakat kita harapkan juga turut mengawasi,” kata Endang pada RADAR Surabaya. (aro)

Rektor Uniska Bantah Pelaku Video Mesum Mahasiswi Uniska

Uniska Menyerahkan Kasus Video Mesum ke Polisi
*Pelaku Wanita Ada Kemiripan, Pihak Rektorat Membantah

KEDIRI-RADAR- Kasus berdedarnya video mesum bertitel “ Reality Show Cah Uniska” membuat pihak Universitas Islam Kadiri (Uniska) harus bekerja ekstra keras untuk melakukan pelacakan apakah pelakunya benar-benar mahasiswa Uniska hingga akhirnya barang bukti tersebut akhirnya ditemukan
Keterangan Rektor Uniska Ir Abu Tolhah pada RADAR Surabaya, Selasa (13/12) setelah dilakukan cross cek dengan data base yang ada, tidak membuktikan kalau video dengan program 3gp berdurasi 5 menit 36 detik tersebut pelakunya mahasiswa Uniska.
“ Tidak kemiripan dengan data yang kami miliki dengan wajah pelaku baik si laki-laki atau yang perempuan yang diduga kuat mahasiswi kami. Memang sebelumnya kami sempat manaruh curiga dengan mahasiswi hukum yang wajahnya hamper mirip. Namun setelah kami cocokkan lagi ada perbedaan yakni pelaku tidak memiliki tato sementara mahasiswi kami memiliki tato,” kata Abu Tolhah tanpa menjelaskan dimana tempat tato tersebut berada.
Disoal apakah mahasiswa yang memiliki kemiripan dan sempat diduga “agak nakal” tersebut adalah memang berkelakuan seperti itu. Tanpa menjelaskan Abu Tolhah hanya menjawab singkat,” Wah saya tidak tahu itu,” tukasnya.
Lebih lanjut Tolhah menjelaskan jika saat ini pihaknya telah menyerahkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib,” Sekarang semua saya serahkan pada pihak yang berwajib, sebab almamater Uniska secara langsung telah dicemarkan dan ini sangat merugikan kami,” tambahnya.
Sementara itu Wakapolresta Kediri Kompol Agus Irianto dikonfirmasi RADAR Surabaya menjelaskan pihaknya telah mendapatkan barang bukti adegan mesum yang diduga dilakukan mahasiswa Uniska,” Kami sudah mendapatkan barang bukti, Insya Allah dalam dua hari kedepan kami sudah dapat mengungkapnya,” katanya pada RADAR Surabaya. (aro)

Memalukan, Dewan Kediri Pilih Berdiam Diri

DPRD Kabupaten Kediri Tidak Berdemo ke Jakarta

KEDIRI-RADAR- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri tidak mengirimkan anggotanya berdemo ke Jakarta untuk memrotes revisi Peraturan Pemerintah 37 tahun 2006.
“Kami sengaja tidak mengirimkan anggota ke sana, karena bagi kami justru hal itu sebuah tindakan yang memalukan,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Sujitno, di Kediri, Senin (12/2).
Menurut dia, sikap tidak mengirimkan anggota DPRD Kabupaten Kediri itu bukan berarti tidak menunjukkan solidaritas terhadap para anggota DPRD seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi).
“Justru bagi kami, hal itu menunjukkan sikap keserakahan karena masyarakat bisa menilai, ternyata wakil kami di parlemen serakah,” ujar politisi gaek yang Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri itu.
Selain itu, lanjut Sujitno, anggota DPRD Kabupaten Kediri juga sudah memiliki jadwal padat mulai dari kunjungan ke beberapa daerah sampai rapat-rapat komisi.
Menurut dia, seluruh anggota DPRD Kabupaten Kediri sudah memutuskan untuk tidak mengambil jatah rapelan tunjangan komunikasi intensif sebagaimana diatur dalam pasal 14 (d) PP 37/2006.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan Rapat Pimpinan Nasional, Adkasi mendatangi DPR dan diterima Ketua DPR Agung Laksono dan pimpinan dewan lainnya, Senin (12/2).
Mereka menyampaikan lima poin pernyataan yang salah satunya menolak rencana pemerintah merevisi PP 37/2006 tentang Kedudukan Keuangan dan Protokoler Pimpinan dan Anggota DPRD yang antara lain mengatur tambahan tunjangan komunikasi dan operasional. (aro)

Desak Dilakukan Operasi Pasar

Warga di 22 Kecamatan di Kabupaten Kediri Mendesak Diadakan Operasi Pasar
* Tidak Mampu Beli Beras, Akibat Harga Terus Naik

KEDIRI-RADAR- Terus naiknya harga beras di pasaran membuat masyarakat di Kabupaten Kediri kelabakan, sebab setiap hari harga beras naik antara Rp200 hingga Rp400 per kilogramnya. Dampak kenaikan ini mencatat setidaknya dari 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri 22 diantaranya sudah tidak mampu membeli beras.
Bukti 22 kecamatan tersebut “rawan beras” akibat masyarakatnya tidak mampu membeli yakni pengajuan surat oleh 22 kecamatan yang ada ke Bupati Kediri ir H Sutrisno untuk segera diadakan operasi pasar atas desakan desa-desa yang ada di 22 kecamatan tersebut.
“ Surat dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri telah diterima oleh Pak Sekda. Insya Allah akan segera ditindaklanjuti dengan mengadakan operasi pasar. Sebab dari 22 kecamatan yang ada tersebut mengeluhkan harga beras di pasaran yang sudah tidak mampu lagi dibeli oleh masyarakat,’ kata Kabag Humas Pemkab Kediri Drs Sigit Rahardjo pada RADAR Surabaya, Senin (12/2).
Ditambahkan Sigit rencanannya operasi pasar akan diadakan Dinas Pemasaran yang akan dimulai pada pertengahan Pebruari ini. Ada 100 ton beras yang akan disebar di 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri dengan harga Rp3.700 per kilogramnya. Beras tersebut diambilkan dari beras cadangan bencana yang selama ini dititipkan di Bulog” Program tersebut dilaksanakan hingga harga beras kembali stabil,” katanya.
Seperti diketahui harga beras di pasaran di Kabupaten untuk jenis IR-64 dari harga Rp5.500 per kg kini sudah mendekati kisaran harga yang mengkuatirkan untuk dijangkau konsumen yakni Rp5.900 per kg. Sedangkan untuk jenis mambramo dan bengawan dari harga Rp5.800 per kg kini menjadi Rp6.000 per kg. (aro)

Follow Up

Harga Beras Kediri Masuk 4 Kota Termahal di Jatim

Sementara itu harga beras jenis IR 64 di Kota Kediri termasuk paling mahal di Jawa Timur, bersama dengan Kota Malang, Bojonegoro dan Surabaya hingga menembus harga Rp 6000 per kg.
Hal ini di sampaikan Kabag Perekonomian Pemkot Kediri, Dra Endang Ssos MM melalui Kabag Humas, Ir Haris C Purnama MM yang menyebutkan dari hasil pemantauan di lapangan sudah terjadi lonjakan harga beras di luar batas kewajaran. “Untuk jenis IR 64 kualitas sedang, harganya sudah mencapai Rp 5000-6000 per kg,” ujar Haris kepada RADAR Surabaya, Senin(12/2).
Dijelaskan Haris kalau harga tersebut lebih tinggi 50 persen dari harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya Rp 4000 per kg. Oleh karena itu setelah Pemkot Kediri berkoordinasi dengan Bulog Kediri, disepakati akan di gelar Operasi Pasar (OP) dengan dua sistim.
“Pertama dengan langsung menggelontor ke pasar-pasar dengan menggunakan truk besar, serta menjualnya kepada masyarakat dengan harga Rp 3.700 per kg beras jenis IR 64 kualitas sedang,” jelasnya.
Sistem kedua, bekerja sama dengan kios atau toko yang bersedia menjual beras OP dengan harga sesuai ketentuan Bulog Rp 3.700 per kg. Dimana kios atau toko tersebut, akan mendapatkan keuntungan Rp 100 per kg dari harga tersebut. “Tapi tidak boleh di jual kepada sesama pedagang beras, harus langsung kepada masyarakat,” tandasnya.
Rencananya OP akan mulai di gelar besok (hari ini, red) di empat titik pasar yakni Pasar Banjaran, Pasar Grosir Ngronggo, Pasar Bandar dan Pasar Setono Betek, sampai batas waktu yang tidak di tentukan. (aro)

Waspada Tapi Tidak Takut

Persik Waspadai Ngamuknya Laskar Si Pitung
* Budi Sudarsono Absen, Dirawat di Rumah Sakit Kena DB

KEDIRI-RADAR Kekalahan Laskar Si Pitung “Persitara” Jakarta Utara pasca menghadapi Persema justru menjadi “ancaman “ bagi tuan rumah Persik Kediri dalam pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Ligina XIII di Stadion Brawijaya, Kediri, Selasa (13/2), sebab dikuatirkan motivasi untuk menang sangat kuat.
Setidaknya kekuatiran itu disampaikan pelatih yang pernah membawa Persik sebagai Juara Ligina XII/2006 lalu, Daniel Rukito. Menurutnya tim berjuluk Laskar Si Pitung itu, tentu akan berjuang mati-matian untuk bisa meraih poin di kandang lawan, agar kekalahan 0-2 dari Persema di pertandingan pertama bisa tergantikan.
Daniel menganggap, Persitara merupakan lawan yang tangguh dengan diperkuat beberapa pemain yang kualitasnya tidak bisa diragukan lagi, seperti mantan pemain timnas PSSI Gendut Doni dan beberapa pemain lainnya, termasuk Jorge Toledo dan mantan kiper Persik Ngadiono.
Oleh sebab itu, pihaknya sudah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi Persitara, termasuk dengan menggembleng para pemainnya tanpa libur usai pertandingan perdana melawan Sriwijaya FC di Kediri, Sabtu (10/2) lalu.
Selain itu, Harianto dan kawan-kawan diberi program latihan khusus untuk menyesuaikan diri dengan bola dari sponsor baru Ligina yang dalam pertandingan sebelumnya sempat menjadi kendala.
Sementara itu pelatih Persitara, Abdurrahman Gurning menyatakan, akan tampil maksimal saat menghadapi tim berjuluk Macan Putih yang bermain di kandangnya sendiri.
“Kami tetap akan berusaha mencari poin di Kediri, karena dalam pertandingan sebelumnya kami gagal total,” ucap mantan pemain PSMS Medan di era kompetisi perserikatan pada 1980-an itu.
Ia mengaku, untuk melawan tim juara bertahan dibutuhkan perjuangan dan kesabaran agar bisa meraih poin, apalagi dengan materi pemain pas-pasan seperti ini. Pasalnya, sampai sekarang strikes asal Brazil, Christian Santos belum boleh membela Persitara lantaran belum mengantongi International Transfer Certificate (ITC). (aro)

Budi “Gol” Sudarsono Kena Demam Berdarah

Sementara itu pemain depan Persik Kediri Budi Sudarsono dipastikan tidak bisa bergabung dengan Tim Persik Kediri saat menjamu Persitara. Absenya Budi dikarenakan hingga saat ini dirinya masih dirawat di RSUD Gambiran Kediri Ruang Melati VII akibat terkena demam berdarah.
Dr Fauzan Adhima dokter tim Persik Kediri menjelaskan kepada wartawan Senin (12/2) sementara Budi tidak diperkenankan bertanding,” Untuk bisa bertanding jelas belum bisa sebab dia harus menjalani perawatan hingga sembuh akibat demam berdarah,” kata Fauzan.
Ditambahkan Fauzan sebenarnya dirinya melihat gejala awal sakitnya Budi semenjak pertandingan Persik V Sriwijaya FC pada Sabtu (10/2),” Saat itu ia sudah mengeluh sakit dan beberapa kali masuk kamar ganti untuk istirahat. Hingga akhirnya ia kita bawa dari lapangan ke tempat peristirahatan pemain dengan ambulance untuk istirahat,” tambahnya.
Namun pada Minggu (11/2) sakitnya Budi bertambah parah hingga akhirnya pada pukul 16.30 Budi dibawa ke RSUD Gambiran,” Alhamdulillah trombositnya pada Senin (12/2) sudah mendekati normal. Dan doakan ia bisa segera sembuh,” pungkasnya. (aro)

Nurdin Bilang, Gunakan APBD Untuk Klub Tidak Masalah

Nurdin Halid : Siapa Bilang 2008 Klub Tidak Boleh Menggunakan APBD

KEDIRI-RADAR- Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menegaskan bahwa tahun 2008 klub-klub yang ada di Indonesia tetap bisa dibiayai oleh APBD. Pernyataan Nurdin Halid tersebut disampaikan dalam acara pembukaan awal Ligina XIII/2007 di Masjid Agung Kota Kediri, Sabtu (10/2).
“ Tidak ada larangan yang menyatakan bahwa klub-klub untuk menggunakan dana APBD . Yang ada itu bagi klub yang pada tahun 007 menggunakan pos bantuan sosial, tahun 2008 tidak boleh menggunakan pos itu lagi. Karena pos bantuan sosial itu tidak boleh terus menerus tiap tahunya, bukan sepakbola tidak boleh menggunakan APBD itu keliru ” kata Nurdin pada RADAR Surabaya, Sabtu (10/2)
Ditambahkan Nurdin, penjelasan dari apa yang disampaikan Depdagri adalah klub-klub yang ada tidak boleh menggunakan pos yang sama.
” Oleh karena itu langkah daerah untuk mengantisiasi itu berdasarkan UU 3/2005 tentang sistem keolahragaan nasional adalah setiap daerah harus segera dibentuk Dinas Pemuda dan Olah Raga, agar anggaran yang digunakan oleh klub jelas pertanggungawabanya. Selain itu pasal dalam UU tersebut disebutkan anggaran adalah hibah untuk organisasi tapi tidak untuk dinas, jadi kalau dinas tidak masalah yang selanjutnya nanti diberikan pada klub,” tambahnya.
Selain klub tetap diperbolehkan menggunakan APBD namun tidak diberikan secara langsung melalui dinas. Nurdin pada tahun 2008 juga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada klub untuk mencari sponsor lain.
“ Sebenarnya pada tahun 2005-2006 kita tidak melarang klub mencari sponsor yang tidak diperbolehkan itu adalah sponsor yang sama misal Djarum dengan Gudang Garam yang kemudian sponsor itu menempel dalam kaos pemain atau lainya. Lha tahun depan tidak ada lagi pelarangan, intinya kita memberikan kebebasan seluas luasnya, disamping PSSI sendiri Insya Allah akan mendapatkan sponsor dari luar, mudah-mudahan bisa final,” jelas Nurdin. (aro)

11 Buceng Kuat Untuk Anak Yatim

Ligina XIII/2007 Dibuka Dengan Pemotongan 11 Buceng Kuat

KEDIRI-RADAR- Berbeda dengan pembukaan Ligina X/2004 lalu di Kediri, Pembukaan Ligina XIII/2007 yang dilaksanakan pada Sabtu (10/2) dilakukan sangat sederhana. Salah satunya pembukaan awal sebelum pertandingan dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Masjid Agung Kota Kediri dengan cara pemotongan 11 tumpeng (buceng kuat,red) dan diberikan pada anak – anak yatim.
Kesederhanaan ini menurut Ketua Umum Persik Kediri Drs HA Maschut yang juga panitia sekaligus tuan rumah pembukaan Ligina XIII/2007 adalah wujud rasa simpati dan empati atas berbagai musibah yang terjadi di Indonesia.
“Mudah-mudahan dengan pembukaan yang sederhana ini memberikan makna yang besar bagi kelanjutan Ligina XIII/2006. Sedangkan 11 tumpeng atau yang lebih dikenal dengan buceng kuat ini adalah wujud keinginan khususnya tuan rumah agar tim kesebelasan Persik yang dalam setiap pertandingan jumlah pemainya 11 diberi kekuatan dan umumnya kepada 36 tim yang ikut dalam liga ini,” kata Maschut yang diamini oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada RADAR Surabaya.
Sementara itu selain pemotongan tumpeng dalam dalam pembukaan awal kemarin yang juga dihadiri Ketua Umum PSSI Nurdin Halid , Direktur Badan Liga Indonesia Andi Darussalam, Ketua Pengda PSSI Jatim Haruna Sumitro, para petinggi PSSI ini juga mendapat kehormatan mendapatkan surban dari Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Anwar Mansyur. (aro)