Kejaksaan Nganjuk Panen Teror Pasca Penahanan Ketua DPRD

 
NGANJUK-RADAR Penahanan Ketua DPRD Nganjuk Cholis Ali Fahmi yang juga kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu (4/7) kemarin yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi dana APBD sebesar Rp 3,7 Miliar saat dirinya masih menjabat anggota Komisi B DPRD Kabupaten Nganjuk periode 1999 2004 berbuntut terror yang ditujukan pada Kejaksaan Negeri Nganjuk, Sabtu (7/7).


Salah satunya adanya undangan gelap yang ditujukan ke pesantren-pesantren yang dikemas dalam bentuk Istighozah akbar yang dihadiri puluhan ulama dari Nganjuk. Yang menarik dalam selebaran tersebut terkesan yang punya gawe adalah Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Nganjuk.
“ Kami kaget ketika mendapat tembusan surat dari KH Hamam Ghozali yang ditujukan pada Kapolres Nganjuk yang menyatakan dirinya tidak terlibat dalam aksi yang akan digelar pada Senin 9 Juli mendatang yang akan dihadiri oleh 25 kiai pengasuh pondok pesantren di Nganjuk,” kata Heri Pranoto SH Kasi Intel Kejaksaan Negeri Nganjuk pada RADAR Surabaya.


Ditambahkan Heri, dalam selebaran tersebut pelaku memberi tema dalam undangan adalah “ Untuk Keselamatan dan Keamanan Nganjuk”,” Tapi sekali lagi jelas sekali jika dipahami orang awam yang membuat undangan adalah kejaksaan dan pengadilan, padahal kami tidak melakukan atau mengundang untuk acara itu. Apalagi dalam undangan tersebut salah satu kiainya adalah kiai kharismatik di Nganjuk yakni KH Abu Hakim Abdur Rohman,” sambung Heri.


Untuk mengantisipasi hal tersebut menurutnya Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Agoes Soenanto Prasetyo telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Resort Nganjuk dan Pemkab Nganjuk,” Dari hasil koordinasi kami, terang hingga saat ini belum ada pemberitahuan terkait kegiatan tersebut. Dan untuk mengantisipasi akan ditungangi dalam acara tersebut pihak kepolisian dan Kesbanglinmas Nganjuk telah melakukan antisipasi,” jelasnya.


Ditambahkan Heri sebelum adanya selebaran terkait kegiatan Istighozah ini, Kejaksaan Negeri Nganjuk panen teror. Khusunya setelah melakukan penahanan terhadap mantan penjabat dan pejabat baik eksekutif maupun legislatif karena keterlibatannya dalam korupsi berjamaah yang dilakukan anggota DPRD Nganjuk periode 1999-2004 terhadap uang APBD senilai Rp3,7 miliar.


Seperti diberitakan RADAR Surabaya sebelumnya setelah sebelumnya menjebloskan Djaelani Iskak Wakil Bupati Nganjuk, dan Suparman, Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk, ke Rutan (Rumah Tahanan) pada pertengahan bulan Juni lalu, Kejaksaan Negeri Nganjuk kembali menunjukkan taringnya. Rabu (4/7) sore sekitar pukul 16.00 , Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Cholis Ali Fahmi secara resmi dijebloskan ke penjara.


Cholis Ali Fahmi ditahan karena diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi dana APBD sebesar Rp 3,7 Miliar saat itu dia masih menjabat sebegai anggota Komisi B DPRD Kabupaten Nganjuk periode 1999 2004.

Selain Cholis Ali Fahmi, Kejaksaan Negeri juga menahan Chalim Mundzir dan Basori. Ketiga orang anggota Fraksi PKB itu ditahan karena dianggap terlibat dalam tindak pidana korupsi yang merugikan negara senilai Rp 3,7 Miliar.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Agoes Soenato Prasetyo, dasar yang dipakai untuk menahan mereka adalah Pasal 2 UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (aro)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s