Polisi Cuek Bebek

Polisi Membantah Menembak Warga Saat Penggrebekan Judi Sabung Ayam
* Kapolwil Akui Tindakan Polisi Sudah Sesuai Prosedur.

KEDIRI –RADAR- Meski penggrebakan judi sabung ayam yang dilakukan oleh petugas Polres Tulungagung dan Polwil Kediri membawa korban akibat peluru nyasar petugas, dan melukai Karmini ( 55) warga Dusun Klatek, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung pada Minggu (19/11). Namun Polwil Kediri tidak akan menyelidiki insiden pasca penggerebekan di dekat rumah korban tersebut.
Hal itu disebabkan, apa yang dilakukan petugas menurut Kapolwil Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki sudah sesuai prosedur. ” Tidak ada penyelidikan terkait kasus tersebut,” tegasnya. Seperti diketahui Karmini terluka pada pangkal paha bagian kanan akibat proyektil peluru nyasar.
Diduga proyektil peluru tersebut berasal dari anggota tim gabungan Polres Tulungagung dan Polwil Kediri, saat mengerebek judi sabung ayam. Luka yang dialami Karmini cukup serius sehingga harus dirawat di RS Bhayangkara selama 12 jam. Pangkal paha itu mengalami luka robek sepanjang 5 cm, dengan kedalaman 1 cm.
Pihak keluarga korban hanya memasrahkan semuanya kepada petugas. Apakah diselidiki atau tidak ”Kami ini rakyat kecil, biar petugas saja yang tahu,” kata Sudomo suami korban.
Dikonfirmasi terpisah Kasubag Reskrim Polwil Kediri, Kompol Gigih Swasana yang memimpin penggerebekan mengatakan, sebelum dilakukan penggerebekan, sebagai pimpinan mengaku sudah memberi arahan kepada anggota. ”Sebelum dilakukan penggrebekan saya sudah memberikan perintah untuk memberikan tembakan peringatan ke atas dan tidak menembak ke arah kerumunan massa,” kata Gigih menjelaskan.
Gigih berani menjamin kalau anak buahnya menembak ke atas semua. Sehingga, Gigih tidak yakin kalau paha Karmini kena peluru nyasar petugas. ”Anggota sudah terlatih, jadi saya kira terkena pada Karmini bukan peluru,” bantahnya. (aro)

Pertemuan Langitan Final

Pertemuan Forum Langitan Final
*Antara Melanjutkan PKNU dan Tidak Membuat Partai

KEDIRI-RADAR- Pasca pertemuan kiai-kiai Forum Langitan membahas pendirian partai pengganti alternatif PKB yakni Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Ponpes Putri Al Falah Ploso Mojo Kediri, Sabtu (11/11) lalu, rencananya hari ini (besok,red) akan ada pertemuan final antara meneruskan membuat partai dan tidak di Ponpes Langitan Tuban.
Penjelasan tersebut disampaikan salah satu anggota tim 17 KH Idris Marzuqi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri,Senin (20/11),” Insya Allah pertemuan langitan besok (hari ini,red) adalah pertemuan final dan itu yang kita harapkan. Sehingga kita tidak teromabang-ambing. Kalau memang membuat partai maka kita akan total untuk membidani, tetapi kalau tidak kita juga akan tinggalkan itu dan lebih mengutamakan menata umat dan santri,” kata Gus Idris panggilan Kiai dengan 10 ribu santri tersebut.
Disoal apakah ada bocoran terkait nama jika formula pertemuan tersebut tetap membahas partai baru. Sebab dalam pertemuan Ploso beberapa hari lalu hampir mayoritas kiai tidak setuju dengan nama belakang partai yang akan dilahirkan yakni Nasional Ulama. Para kiai hanya setuju dengan nama PK (Partai Kebangkitan) sementara terusan yang belakang akan dibahas dalam pertemuan di Langitan hari ini (21/11).
Seperti diberitakan RADAR Surabaya beberapa waktu lalu, pertemuan di Ponpes Putri Al Falah Ploso Kediri di kediaman KH Nurul Huda Djazuli salah satu anggota tim 17 berakhir “bengkerengan” antar kiai. Hingga akhirnya nama PKNU yang telah didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM dimentahkan oleh Forum Langitan sendiri.
Dalam pertemuan tersebut nampak sekali perpecahan di internal para kiai dan tim 17 yang bertugas melahirkan partai pengganti PKB dari hasil pertemuan di Ponpes Lirboyo pada 20 September lalu.
Dari pantauan RADAR Surabaya dalam pertemuan yang digelar setengah tertutup tersebut nampak ada dua kubu yang memiliki kepentingan.Antara lain kubu Cak Anam yang mendapat dukungan dari Gus Ubaidilah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban dan kubu Syaifullah Yusuf yang didukung para kiai-kiai yang mempertanyakan pendirian PKNU yang dianggap menelikung para kiai, sebab banyak nama kiai yang dicatut oleh Cak Anam tanpa adanya persetujuan.
KH Nurul Huda Djazuli adalah salah satu kiai yang mengaku namanya dicatut oleh Cak Anam dalam pendaftaran PKNU,” Padahal dalam pertemuan di Lirboyo sebelum puasa lalu saya hanya tanda tangan daftar hadir. Namun kenyataanya tanda angan saya digunakan Cak Anam untuk mendaftarkan partai baru yang bernama PKNU, ini kan sudah salah,” kata Gus Dah panggilan akrab KH Nurul Huda Djazuli pada RADAR Surabaya.
Lebih jauh KH Nurul Huda Dzazuli menjelaskan, beberapa hari sebelum wafatnya Habib Anis Asegaf, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, 7 November lalu, beliau (Habib Anis,red) pernah beristikhoroh untuk memilih nama yang tepat untuk partai baru. Nama hasil istikhoroh tersebut adalah Partai Kebangkitan Najatul Ummah
Nama Najatul Ummah tersebut diyakni lebih bersifat legaliter dengan mengajak kepada seluruh umat untuk bangkit dalam memperbaiki kondisi bangsa dan umat. Sementara PKNU versi Cak Anam dianggap lebih elitis dengan hanya mencantumkan nama ulama.
Anehnya meski berkali-kali Choirul Anam menegaskan bahwa pendirian PKNU telah mendapat restu dari para kiai, namun giliran kiai siapa saja yang mendukung ia tidak bisa menyebutkan satu persatu,” Ya pokoknya ada lah termasuk salah satunya dari Langitan,” tukas Cak Anam.
Adanya bukti Ponpes Langitan mendukung Cak Anam mendirikan PKNU sangat terlihat ketika Gus Ubaid (Ubaidilag Faqih,red) yang menjadi moderator dalam pertemuan tersebut terkesan menyetir dan mengarahkan para kiai agar menerima dengan PKNU dengan alasan sudah terlanju didaftarkan dan didengar oleh masyarakat luas.
Meski berkali-kali diperingatkan agar Gus Ubaid tidak memaksakan kehendaknya salah satunya dari mantan Menteri BUMN era Presiden Gus Dur KH Rozi Munir yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut, tetap saha Gus Ubaid ada kesan “kong kalikong” dengan Cak Anam yakni tetap mengarahkan agar kiai menerima PKNU. Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan besar oleh para kiai yang datang dalam pertemuan tersebut.
Mereka antara lain, KH Idris Marzuqi Lirboyo, KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso Mojo Kediri, KH Sholeh Qosim Sidoarjo, KH Ahmad Subadar, KH Warsun Munawwir Yogjakarta, KH Muhaiminan Gunardo Temanggung Jateng, KH Hasbullah Cilacap,KH Aniq Pati Jateng, KH Iskandar Jogjakarta, Gus Syaifullah Yusuf , KH Rozi Munir Jakarta, KH Yahya C Staquf Rembang
KH Idris Marzuqi dari Ponpes Lirboyo mengaku setuju dengan pendirian partai baru , namun ada pertanyaan besar apakah partai yang telah didaftarkan layak dijual atau tidak,” Kita masih sanksi PKNU layak dijual kepada umat, namun saya tetap setuju pendirian partai baru tapi bukan PKNU,” kata Kiai Idris.
Lain halnya dengan KH Idris, KH Zainuddin Djazuli secera tegas menolak,” Secara pribadi saya tidak mendukung didirikanya partai baru. Lebih baik kiai sekarang ini mengurus santri . Sebab jumlah pesantren salaf (tradisional,red) mulai berkurang . Hal ini diakibatkan serangkaian konflik internal, pribadi dan lain-lain,’ kata KH Zainuddin Djazuli.
Lalu bagaimana tanggapan KH Abdullah Faqih yang kemarin juga turut hadir dalam pertemuan tersebut terkait pendirian PKNU. Dimana Kiai Faqih selama ini dianggap menjadi kiblat para kiai. Meski berkali-kali “tebakannya” mbeleset seperti diungkapkan Gus Syaifullah Yusuf yang dengan berani mengkritik kiai sepuh tersebut.
” Dari hasil istikhoroh saya yang ada hanya bendera hijau dengan tulisan PK saja, bukan PKNU yang sekarang ini muncul. Untuk itulah perlu adanya pembicaraan tingkat lanjut terkait nama partai,” terang KH Abdullah Faqih.
Sementara itu dalam tanggapan akhir atas pendapat para kiai, Syaifullah Yusuf kembali menegaskan dihadapan para kiai bahwa apa yang dilakukan Cak Anam dengan mendaftarkan partai baru dengan alasan terlambat adalah kabar yang tidak valid.
“ Kalau itu alasanya itu maka Cak Anam terlalu mengada-ada, sebab pendaftaran itu bisa dilakukan sampai bulan Desember dan ini tidak ada aturan baku. Kalau kemudian ada kiai yang tidak tahu termasuk saya atas pendirian PKNU itu bukan berarti kami mengada-ada,” kata Gus Ipul.
Ditambahkan Gus Ipul karena banyak orang yang mendukung pembentukan partai baru namun karena namannya kurang menjual akhirnya banyak yang mundur,” Jika kemudian saya mempertanyakan ini bukan berarti saya ambisi. Saya justru akan mengatakan tidak tidak mau masuk dalam kepengurusan partai baru ini. Apalagi menjadi Ketua Umum, tugasnya sangat berat apalagi harus mengibarkan tinggi-tinggi bendera partai,” tambahnya.
Setelah perdebatatan panjang selesai melalui juru bicara para ulama, KH Abdurahman Khudori, para kiai sepakat untuk tetap solid dengan mendukung pembentukan partai baru.
“Perlu diketahui, para kiai hingga saat ini masih solid dan tidak pecah dalam menyikapi pembentukan partai baru ini. Hanya saja masih perlu dilakukan revisi atas partai tersebut, termasuk kepanjangan NU dalam PKNU,” jelas kiai yang akrab disapa Mbah Dur ini.
Menurutnya, singkatan nama PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) seperti yang didaftarkan Choirul Anam kurang mendapat tanggapan positif dari para kiai.
Untuk itu tim 17 yang sudah dibentuk untuk membidani lahirnya partai baru paska keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan bertugas merumuskan nama baru dan serta melakukakan revisi terhadap langkah yang sudah diambil Cak Anam. (aro)

Buruh Mogok Kerja

Ratusan Buruh Pabrik Kayu Mogok Kerja

KEDIRI-RADAR- Ratusan buruh pabrik kayu PT Astra Jaya di Desa Ngrancangan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Senin pagi (20/11) melakukan aksi mogok kerja massal. Mogoknya para buruh ini diakibatkan gaji mereka sejak 12 September lalu belum diberikan oleh perusahaan
200 karyawan yang bekerja di pabrik pengolahan meubel setengah jadi tersebut menuntut kepada perusahaan untuk segera mencairkan upah mereka.
“Jika gaji kami tidak segara dicairkan kami akan terus melakukan aksi mogok. Sebab sudah berbulan-bulan keluarga kami tidak mendapatkan nafkah, mereka kan juga butuh makan,” kata Nanang salah seorang buruh pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Nanang setiap buruh per hari rata-rata mendapatkan upah antara Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per hari,” Tinggal ngalikan saja mas sejak 12 September lalu. Dengan terpaksa kami untuk kebutuhan sehari-hari kami harus ngutang. Dan saat ini kesbaran kami sudah habis sehingga tiada jalan lain kecuali mogok kerja,” tambahnya.
Setelah melakujkan aksi mogok dengan cara bergerombol di depan perusahaan dari jam 07.00 hingga 09.30 akhirya mereka membubarkan diri dan berlarian menuju kantor perusahaan untuk menemui Gunadi Wijaya bos perushaan yang baru datang.
Tanpa memberi kesempatan kepada Gunadi , para buruh langsung mencerca pertanyaan kepada Gunadi terkait kapan gaji mereka akan diberikan. Karena tidak ingin ribut diluar sebab kelihatan orang banyak dan juga wartawan, akhirnya Gunadi mengajak bicara para buruhnya masuk ke dalam perusahaan.
Setelah dijelaskan secara panjang lebar terkait kelesuan perusahaan akhirnya disepakati gaji akan diberikan pada Sabtu depan. Meski sebelumnya para buruh menolak dengan tawaran yang diberikan perusahaan , namun akhirnya menyetujui.
Rencananya Sabtu depan gaji buruh akan diberikan 40 persen dari keseluruhan gaji,sementara untuk kekurangan yang 60 persen masih belum jelas.
” Yang jelas perusahaan memang dalam keadaan mengkuatirkan. Bayangkan per hari kita hanya mampu mengirim barang sebanyak satu kontainer. Padahal untuk boleh dibilang laba per hari kita harus mengirim barang 7 kontainer,” kata Gunadi pada wartawan tanpa menjelaskan apakah barang tersebut dikirim ke luar negeri atau hanya untuk kebutuhan domestik saja.
Sementara itu setelah mendapatkan kejelasan dari perusahaan terkait gaji 40 persen yang akan diberikan pada Sabtu depan. Akhirnya para buruh kembali bekerja meski dengan perasaan nggrundel. (aro)

Ditempeleng

Ditempeleng Guru Lapor Polisi

KEDIRI-RADAR- Mengaku dianiaya oleh dua gurunya Purbana Lubis siswa kelasa III A SMPN Negeri II Gurah Kabupaten Kediri, Senin (20/11) didampingi ayahnya Kuswadi melapor ke Mapolsek Gurah.
Kedatang korban bersama orang tuanya juga membawa hasil visum dari Rumah Sakit Khodijah Gurah yang berisi keterangan kondisi korban akibat penganiayaan yang dilakukan dua oknum guru PW dan Y.
“ Kejadian ini bermula kita kami anak kelas III mau mengadakan study tour ke Jawa Tengah. Karena kondisi saya kurang sehat saya akhirnya membeli minuman penambah energi. Karena memang saya dalam keadaan lemah oleh teman-teman saya diteriaki mabuk saat berada dalam bus sebelum berangkat,” kata Purbana pada RADAR Surabaya.
Mengetahui teriakan teman-teman korban dua oknum guru langsung menggelandangnya ke raung kepala sekolah,” Sejak keluar dari dalam bus hingga ke ruang kepala sekolah itulah saya dipukuli dan ditendang hingga berkali-kali. Guru saya menuduh kalau saya mabuk, padahal memang kondisi saya dalam keadaan tidak fit,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut Purbana akhirnya diputusak dilarang ikut dalam rombongan study tour. Karena memang salah satu larangan dari pelaksanaan study tour tidak boleh ada yang mabuk akibat minum-minuman keras.
Berdasarkan keterangan Ruba’I Spd Kepala Sekolah SMPN II Gurah berdasarkan keterangan dua guru yang menangani Purbana. Purbana diduga kuat minum minuman yang memabukkan,” Itu terlihat jelas dari perilakunya dan bau mulutnya yang berbau alcohol,” katanya.
Disoal dilaporkanya dua oknum guru karena diduga melakukan penganiayaan Ruba’I menjelaskan akan melakukan pembicaraan dengan keluarga Purbana,” Karena memang Purbana itu anaknya nakal dan sudah bisa diatur,” tambahnya.
Sementara itu Kapolsek Gurah AKP Sumilih dikonfirmasi mengaku tetap akan memproses kasus tersebut sesui pasal 352 KUHP. Namun pihaknya akan tetap memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menempuh jalan damai. (aro)

Dicekal

Diserang KHV Ribuan Ikan Koi Blitar Dicekal

BLITAR- Sedikitnya 1033 petani ikan koi di Kabupaten dan Kota Blitar sejak 2002 hingga 2006 ini, mengalami kerugian miliaran rupiah. Ini disebabkan, 192 ribu ikan koi yang dikirim ke luar pulau dari Blitar dicekal karena terserang virus yang dikenal dengan koi herpes virus (KHV).
”Kami sangat mengeluhkan pencekalan itu. Dalam hitungan kami, setiap bulannya sejak 2002 hingga 2006, kami tidak bisa mengirim sekitar 4000 ekor ikan koi. Bila dikalikan selama 4 tahun, silakan hitung sendiri,” kata Agus Riyanto, Ketua Blitar Koi Club (BKC), disela penyelenggaraan Blitar Koi Show di kawasan Wisata Candi Penataran, Minggu (19/11)
Agus menjelaskan, selama ini petani ikan koi sudah mengajukan pencabutan pencekalan terhadap dirjen perdagangan antar pulau. Namun hingga empat tahun berlalu, pencekalan tersebut tidak segera dicabut. Sehingga pengiriman hanya sebatas di pulau jawa, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, dan Bandung.
Padahal, pangsa pasar petani ikan koi Blitar, sudah mencapai luar pulau. Diantaranya, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. ”Alasan kami sangat masuk akal, sebab beberapa kali kita ekspor ke luar negeri tetapi tidak ada yang mencekal. Bahkan ikan koinya juga tidak mati. Justru di dalam negeri kita kena cekal,” jelasnya.
Akibat pencekalan yang masih terus berkelanjutan tersebut menjadikan petani ikan koi yang dulunya berjaya kini mengalami penurunan. Namun hal tersebut masih beruntung sebab Pemkab dan Pemkot Blitar ikut turun tangan . Salah satunya mencoba membangkitkan petani ikan koi, dengan pembangunan gedung sub raiser di kawasan Candi Penataran.
”Itu sangat membantu kami, dalam menampung ikan yang akan dijual ke luar pulau maupun lura negeri. Apalagi dilengkapi laboratorium guna meneliti penyakit ikan,” kata Agus.
Selama 18-19 November 2006, BKC menggelar kontes ikan koi di kawasan Penataran. Disela-sela itu, juga diresmikan Sub Raiser Ikan Hias Penataran dari Raiser di Cibinong yang dikembangkan Dirjen Perikanan Budidaya.
Proyek Sub Raiser tersebut dibangun di atas tanah seluas sekitar 2 hektare, dan telah menelan biaya Rp1.5 miliar. Dana sebesar itu, hanya digunakan sekitar 20 persen dari rencana total Sub Raiser Ikan Hias di Penataran.
Rencananya, sub raiser akan dilengkapi hall, tempat parkir , Musola, rumah tamu, sarana air, dan dilengkapi sarana pelatihan. ”Kita sangat menyambut baik pembangunan sub raiser ini. Sebab, ini akan membangkitkan petani ikan koi di Blitar ,” tandas Bupati Blitar, Ir Hery Noegroho saat meresmikan fasilitas sub raiser.
Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya, Departeman Perikanan dan Kelautan, Made L Harjam, menjawab keluhan petani ikan koi, mengatakan, pihaknya masih berupaya mencabut pencekalan dari dirjen perdagangan itu.
Selain itu, untuk memudahkan petani ikan koi, pihaknya akan menerbitkan rekomendasi agar ikan koi dari Blitar bisa kembali di pasarkan ke luar pulau. ”Saat ini, kami sedang meninjau celah hukum apa yang bisa digunakan mencabut pencekalan itu,” katanya jelasnya. (***)

Lagi Tolak Bush

Anak-Anak Juga Tolak Bush

KEDIRI- Tidak hanya orang-orang dewasa di Kediri yang menolak kehadiran Presiden AS George Walker Bush anak-anakpun juga melakukan hal yang sama. Minggu siang (19/11) sekitar 15 anak di Kediri, turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya menolak kedatangan Bush hari ini.
Anak usia sekolah dasar itu menamakan dirinya Kelompok Belajar Anak (KBA) Lebak Tumpang, Lebak Tumpang adalah sebuah Dusun di Kaki Gunung Wilis yang masih masuk wilayah Kota Kediri.
Akasi anak-anak kecil itu dilakukan di Bundaran Sekartaji Kota Kediri, bersama elemen pemuda dan mahasiswa. Para pengunjuk rasa mengaku prihatin dengan kondisi Indonesia sebagai negara kaya dan makmur, namun tidak bisa menikmati kekayaan alamnya sendiri.
“Justru kekayaan alam kita ini dikuras habis oleh negara-negara yang memiliki modal besar atau kapitalis seperti Amerika Serikat,” kata Heri selaku koordinator aksi dalam orasinya.
Ironisnya, menurut dia, kondisi ini semakin diperparah dengan kesediaan pemerintah Indonesia mengeluarkan dana Rp6 miliar untuk meyambut kedatangan Bush di Istana Bogor, Jabar. “Betapa rendahnya martabat bangsa ini, sudah kekayaan alam dikuras habis, tapi malah diagung-agungkan kedatangannya,” ujarnya.
Ia menganggap, pemerintah telah melakukan pengkhianatan besar karena di tengah rakyat kecil kesulitan ekonomi justru uang Negara dihambur-hamburkan untuk kepentingan tamu asing yang datang hanya enam jam itu.
Heri dan para pengunjjuk rasa lainnya menyayangkan hal itu, karena pemerintahan sekarang yang dipilih oleh rakyat justru tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
“Oleh sebab itu kami minta kepada pemerintah untuk menolak kedatangan Bush yang membawa kepetingan negaranya sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu meski aksi damai itu berlangsung singkat, yakni sekitar 30 menit, namun sejumlah personil Polri dan TNI dikerahkan ke Bundaran Sekartaji untuk melakukan tugas pengamanan. (***)

Tiga DPD Demo Bush

Tiga DPD PKS Tolak Kedatangan Bush

KEDIRI-RADAR – Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS ) dari tiga DPD yakni Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk menggelar aksi unjuk rasa di depan alun alun Kota Kediri Sabtu petang (18/11). Aksi digelar merupakan kelanjutan protes terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush di Istana Bogor, Senin (20/11) nanti.
“Jelas kedatangan Bush membawa kemudlaratan bagi bangsa ini. Kami di sini, memrotes standar ganda Amerika dalam menghadapi masalah palestina, Israel, Iran, Korut, dan negara lain dalam konteks politik international,” kata M Jauhar Arif koordinator aksi pada RADAR Surabaya
Aksi dimulai sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 tersebut diikuti kurang lebih 500 massa terdiri ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak kecil. Puluhan aparat keamanan menjaga aksi tersebut karena aksi sempat mengganggu pengguna jalan utama di Kota Kediri yakni Jl Panglima Sudirman. Meski sempat membuat macet jalan, namun aksi berjalan dengan tertib.
Selain memprotes standar ganda Amerika, pendemo juga menyatakan berduka atas kedatangan George Walker Bush. Pasalnya, kedatangan orang nomor satu di negeri Paman Sam itu, merugikan miliaran rupiah uang rakyat Indonesia.
“Apalagi rakyat sampai diminta mematikan HP radius 2 km dari Kebun Raya Bogor. Ini sungguh mengebiri hak azasi rakyat Indonesia, dan sangat keterlaluan. Apa yang perlu ditakuti atas seorang George Bush karena dia hanya seorang pecundang” lanjut Jauhar. (aro)

Atasi DB Dengan Ikan

Atasi DB 200 Ribu Ikan Black Molly Disebesar di 57.310 Rumah di Kota Kediri

KEDIRI-RADAR- Dikarenakan hampir 75 persen kelurahan yang ada di Kota Kediri merupakan endemis demam berdarah Dinas Kesehatan Kota Kediri terus berupaya meminimalisir pengembangbiakan nyamuk mematikan ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penyebaran ikan pemakan jentik jenis black molly.
Sedikitnya ada kurang lebih 200 ribu ikan yang disebar di 57.310 rumah di 1356 RT di Kota Kediri dan tempat-tempat umum yang pindistribusianya dimulai pada Jumat (17/11) hingga 1 Desember mendatang.
Dan untuk hari pertama kemarin Dinas Kesehatan membagikan kepada lima kelurahan dengan total ikan yang dibagikan sebanyak 12.930. Kelima kelurahan tersebut antara lain Setono Gedong, Banjaran, Ringinanom, Rejomulyo dan Ngampel.
“ Ini merupakan bagian strategi penecagahan menuju Kota Kediri bebas demam berdarah. Selain ikanisasi missal juga ada program-program yang lain antara lain Gerakan Kesadaran Masyarakat Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah ( Gerdamas PSN-DB). Pemantuan Jentik Berbasis Masyarakat dan Abatisasi Massal,” kata Nurul Qomari Kusumawati Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Masyarakat pada RADAR Surabaya, Jumat (17/11).
Ditambahkan Nurul, program ikanisasi massal ini di Kota Kediri merupakan kali pertama di Jawa Timur . Ia berharap dengan program ini pengembangbiakan nyamuk demam berdarah dapat diminimalisir.
Sebab berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kediri jumlah penderita demam berdarah terus mengalami peningkatan tiap tahunya. Data tahun 2004 jumlah pendirita positif DB mencapai 234 dengan jumlah korban meninggal 5 orang. Tahun 2005 tersangka positif DB mencapai 350 dengan korban meninggal 3 orang dan tahun 2006 hingga bulan Nopember jumlah tersangka positif mencapai 526 dimana 4 diantaranya meninggal dunia.
“ Karena di Kota Kediri kita mengenal siklus tiga tahunan, ini yang kita kuatirkan, apalagi saat ini memasuki musim penghujan. Dan langkah untuk pencegahannya yang kami yakini manjur saat ini untuk didalam ruangan adalah ikanisasi ini selain abatisasi. Tetapi kalau diluar ruangan tetap harus ada gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang kita lakukan serentak di seluruh Kota Kediri setiap hari Jumat,” tambahnya.
Yuni Purwatini (37) warga RT03 RW 05 Kelurahan Rejomulyo salah satu warga yang menerima ikan, mengaku senang dengan program yang dilakukan Pemkot Kediri untuk memberantas nyamuk demam berdarah.
“Kita masyarakat sangat senang dengan program ini. Namun kita berharap tetap ada upaya pencegahan lain agar DB benar-benar bisa hilang, meski ini memerlukan waktu dan juga usaha bersama dan juga kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan,” kata Yuni pada RADAR Surabaya.
Meski program ini bagus namun dari kalangan wakil rakyat sempat mempertanyakan upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan ini, khususnya alokasi anggaran pemberantasan DB yang didalam APBD 2006 dianggarkan kurang lebih 350 juta.
“ Program ini tidak secara terperinci dijelaskan di APBD untuk program ikanisasi massal ini khusus untuk penanggulangan DB. Jika Dinkes tidak segera memberikan keterangan kepada dewan maka kita akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan,” kata Ahmad Tsalis anggota Komisi C pada RADAR Surabaya.
Namun tuduhan Tsalis tersebut dibantah oleh Nurul Qomari Kusumawati Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Masyarakat,” Dalam PAK kemarin ini sudah kita cantumkan, yakni Rp40 juta dari total Rp350 juta untuk penanggulangan DB adalah untuk ikanisasi ini, jadi saya kira tidak masalah,” kata Nurul. (aro)

Dukung Bush

GPN Dukung Kedatang Bush

KEDIRI-RADAR- Meski banyak pihak mengecam kedatangan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush di Istana Bogor pada 20 Nopember, namun Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kediri justru malah mendukung kedatangan oleh banyak orang sebagai “Mbahe Teroris” ini. GPN melakukan aksi dukunganya di depan alun alun Kota Kediri dengan melakukan aksi damai, Jumat (17/11)
“ Dia kan tamu maka kita menyatakan menerima kedatangannya di Indonesia kita hanya menolak kebijakannya bukan kedatanganya. Asal tidak melakukan intervensi terhadap kedaulatan Negara, asal memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada rakyat Indonesia yang telah mengeluarkan Rp6 miliar untuk menyambut kedatanganya yang hanya 6 jam itu,” kata Dominikus Batekoda koordinator aksi pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Dominikus meski GPN menyatakan menerima kedatangan Bush namun GPN tetap menanganggp Bush adalah teroris nomor wahid yang harus diadili,” Dia harus direkomendasikan ke Mahkamah Internasional sehingga luka para korban yang menjadi korbanya segera terobati. Kita juga meminta kepada dia tidak menjajah Indonesia dan ASEAN atas nama IMF,” tambahnya.
Sayang aksi yang diikuti kurang lebih 30 anggota GPN tersebut kurang mendapat perhatian masyakarakat, Karena selain berbau dukungan juga dilakukan di depan alun alun yang tertutupi oleh PKL yang berjualan di sekitar alun alun.
Selain melakukan aksi di alun alun GPN juga melakukan aksi di kantor DPRD Kota Kediri. Di gedung wakil rakyat tersebut GPN membacakan tuntunya di hadapan Wakil Ketua DPRD Drs H Sujud Kendar.
Ada dua tuntutan yang dibacakan GPN salah satunya untuk Pemerintah Indonesia dan kedua bersifat umum. Untuk pemerintah GPN meminta kepada agar pembicaraan dengan Bush diperjelas, antara soal PT Free Pord . Kedua meninjau kembali hasil perjanjianm dengan PT Exxon Mobil khususnya di blok Cepu Bojonegoro dan operasi PT Newmont NTB dan ketiga mengakhiri intervensi kebijakan Pemerintah Indonesia.Sedangkan tuntutan yang bersifat umum, GPN meminta kepada AS agar mengakui kedulatan Palestina dan Timur Tengah sebagai pusat peradaban. (aro)

Salat Istisqo’

5000 Santri Lirboyo Salat Minta Hujan

KEDIRI-RADAR Akibat kemarau panjang di beberapa wilayah Indonesia dan khususnya Kota Kediri dan sekitarnya yang akhir-akhir ini panasnya mencapai 36 derajad celcius. Sekitar 5000 santri Ponpes Lirboyo Kediri usai Salat Jumat (17/11) melakukan Salat Istisqo’ (Salat minta hujan,red) di lapangan terbuka komplek Aula Al Muktamar.
Salat diimami langsung oleh salah satu Pengasuh Ponpes Lirboyo yakni KH Anwar Mansyur . Sebelum melakukan salat Istisqo’ para santri diwajibkan puasa selama empat hari berturut-turut.
Selain puasa saat salat para santri juga diperintahkan untuk memakai pakaian yang biasa dan tidak yang mahal atau mewah. Sebelumnya juga ada ritual khusus yakni para pengasuh Pondok menyerukan kepada masyarakat agar menjauhkan diri dari maksiat dan segala kejahatan yg dilakukan, serta memperbanyak ibadah.
Setelah tata cara Salat Istisqo’ dilaksanakan barulah dilakukan Salat Sunnah dua rakaat dilaksanakan. Dari pantauan RADAR Surabaya, KH Anwar Mansyur Khatib sekaligus Imam Salat, memulai khutbahnya d dengan membaca istighfar (Astaghfirullah) sebanyak 9x di khutbah pertama, dan 7x di khutbah kedua.
Isi khutbah yang disampaikan dengan menggunakan bahasa arab tersebut berisi puji-pujian, syahadat, dan shalawat yang diikuti dengan nasehat dan ajakan untuk bertaubat serta memperbanyak ibadah.
“ Ini baru cobaan yang ringan diberikan Allah kepada kita dan ini belum berat. Kenapa ini terjadi kerena banyaknya kemaksiatan yang dilakukan manusia di muka bumi ini,” kata KH Anwar Mansyur. (aro)