Uang Palsu

Pengedar Upal Asal Jombang Diamankan
*BB Rp25,5 Juta

KEDIRI-RADAR- Lagi pengedar uang palsu berhasil berhasil diamankan jajaran Polresta Kediri. Sholikin (48) dan Moh Qusairi (23) keduanya warga Diwek Jombang ditangkap saat diadakan operasi Ketupat Semeru di depan alun alun Kota Kediri, Selasa (17/10). Dari kedua tersangka polisi berhasil mengamankan BB berupa uang pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu senilai Rp25,5 juta.
Meski sudah diamankan dan kedua tersangka telah dimintai keterangan di Mapolresta Kediri, namun petugas belum berani mengekspos kasus ini.
Sumber RADAR Surabaya di menerangkan penangkapan terhadap kedua tersangka ini saat keduanya melintas di alun alun Kota Kediri. Karena mencurigakan oleh petugas akhirnya mobil Isuzu Panther Nopol W 475 NE warna hitam dihentikan.
“Saat digeledah ternyata kedua orang ini menyimpan uang palsu yang telah dibungkus tas di bawah jok mobil. Didalamnya berisi uang pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp19 juta dan pecahan Rp50 ribu sebanyak Rp6,5 juta. Karena terbukti keduanya langsung diserahkan peugas ke Reskrim Polresta Kediri,” kata sumber RADAR Surabaya yang enggan disebutkan namannya.
Masih menurut sumber RADAR Surabaya, rencanannya uang tersebut mau diedarkan ke wilayah Tulungagung. Namun sayang sebelum uang beredar ke masyarakat petugas berhasil ditangkap. Dari mana uang tersebut didapat oleh kedua pelaku sumber RADAR Surabaya belum berani memastikan.
Kapolresta Kediri AKBP Drs Adnas MSi dikonfirmasi RADAR Surabaya membenarkan adanya penangkapan terhadap kedua pelaku ini,” Benar kami mengamankan pengedar uang palsu, tapi tolong jangan diekspos dulu sebab masih kita kembangkan kasusnya, sebab masih ada BB yang disembunyikan,” katanya.
Sebelumnya pada awal Juni lalu Sat Reskrim Polresta Kediri berhasil mengamankan komplotan Mujianto (42) warga Gang Carik, Desa Kwadungan, Gampengrejo, Kediri otak peredaran uang palsu di Kediri yang beroperasi sejak 2001 lalu .
Pelaku tertangkap basah menggunakan uang palsu saat membayar angusaran kredit sepeda motor OTO Finance dengan 4 lembar pecahan RP 100 ribu palsu.
Dari penangkapan Mujianto petugas akhirnya kembali membekuk 5 orang komplotan Mujianto termasuk salah satunya seorang dosen, Selasa (6/6) dengan BB uang pecahan Rp100 senilai Rp13 juta.
Kelima kompolotan yang diamankan dimana salah satunya perempuan tersebut adalah DE (41) , AR (42) keduanya warga Kelurahan Ngadiredjo Kota Kediri, AP (52) oknum PNS warga Semampir Kota Kediri, EB (47) seorang dosen warga Wilis Mukti Kota Kediri dan ZA ( 43) warga Sarugunan Sragen Jawa Tengah.
“ Pengembangan kelima tersangka ini setelah sebelumnya kita mengamankan tersangka utama saat melakukan pembayaran kredit motor di OTO Finance dengan menggunakan uang palsu,” kata AKBP Adnas MSi Kapolresta Kediri pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Adnas setelah memintai keterangan pada Mujianto yang ternyata beroperasi di Kota Kediri sejak 2001 lalu, polisi akhirnya melakukan penangkapan kepada para tersangka lainya
” Empat orang dari Kediri dan satu orang dari Sragen Jawa Tengah. Dan kini kita masih mengembangkan kasus ini hingga ke Bekasi, karena memang pusat uang palsu seperti keterangan tersangka dari daerah Bekasi,” tambahnya. (aro)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s