Kekeringan

Warga Kediri Protes, Bantuan Air Bersih PDAM Kediri Ke Wilayah Kekeringan Tidak Merata

KEDIRI-RADAR – Kekeringan yang melanda sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Kediri, membuat warga semakin merana. Pasalnya, bantuan air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang dikirimkan ke daerah yang dilanda kekeringan sama sekali tidak mencukupi dan pembagiannya tidak merata.
Ketika dilakukan pengiriman pertama pada Senin (2/10), ratusan warga langsung mengerubungi truk tangki PDAM dan dalam sekejap air yang berada di dalamnya langsung sirna.
“Setelah berulang kali berteriak minta bantuan air, baru sekarang ini kami mendapatkan bantuan air bersih. Sayangnya jumlahnya sangat terbatas dan tidak merata,” kata Suminah, warga Gunungbutak, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Senin (2/10) di sela-sela antri mendapatkan kucuran air dari mobil tangki PDAM.
Menurut Suminah, bantuan itu diberikan setelah warga berkali-kali menyampaikan permintaan bantuan air bersih ke Bupati Kediri, Sutrisno melalui perangkat desa setempat. Meskipun sejak bulan Juli warga mengajukan permohonan bantuan air bersih, namun baru dikirim memasuki bulan Oktober yang merupakan puncak kekeringan.
“Jadi selama ini kami mencari air bersih seadanya di sekitar sungai yang telah mengering. Jika ternyata jumlah bantuan air bersih sangat terbatas, kami terpaksa tetap mencari air di sepanjang sungai yang jarakanya cukup jauh,” kata Suminah.
M Kakam, Kepala Teknis Penyaluran Air Bersih PDAM ditemui saat ikut mengirimkan air bersih di Gunungbutak menjelaskan, ada 5 kecamatan yang menjadi target pengiriman air bersih. Kelima kecamatan itu adalah, Kecamatan Tarokan, Mojo, Kepung, Plosoklaten dan Ngancar.
Jumlah air yang dikirimkan memang terhitung sangat kecil. Setiap hari menurut Kakam, PDAM Kediri hanya mengirim dua truk tangki yang masing-masing berisi 400 liter air bersih, ke tiap titik daerah kekeringan.
“Setiap hari air bersih akan dikirimkan ke seluruh daerah kekeringan dengan jumlah yang telah ditentukan seperti itu,” kata Kakam.
Jumlah air tersebut memang sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga di tiap daerah yang dilanda kekeringan. Dari pantuan RADAR Surabaya, ketika mobil tangki dengan kapasitas 400 liter air itu memasuki perkampungan, warga langsung mengejar dan berebut membawa jirigen atau timba masing-masing. Dalam sekejap, air yang berada dalam tangki langsung kosong. (aro)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s